Muara Enim, snipernew.id – Proyek pelebaran jalan senilai Rp2 miliar di Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, terpaksa dihentikan. Investigasi awak media menemukan bahwa proyek tersebut berada tepat di atas jaringan pipa minyak dan gas (migas) aktif milik sejumlah perusahaan besar, seperti PT Medco, Pertamina Adera, dan Elnusa.
Proyek infrastruktur ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Namun sejak beberapa pekan terakhir, aktivitas pengerjaan di lokasi sudah tidak lagi terlihat.
Pantauan awak media pada Kamis (31/7/2025) menunjukkan bahwa lokasi proyek tampak kosong tanpa aktivitas. Sejumlah alat berat yang sebelumnya berada di lokasi pun telah dipindahkan. Penyebab penghentian pekerjaan ini diduga kuat karena proyek berada tepat di atas jalur distribusi migas yang aktif dan strategis, sehingga berisiko tinggi terhadap keselamatan lingkungan dan warga sekitar.
Lurah Gelumbang, Lismarama warni, S.E., membenarkan penghentian pengerjaan proyek tersebut. Saat dikonfirmasi oleh Forum Pewarta Gelumbang Raya (PGR), ia mengatakan bahwa penghentian dilakukan karena belum adanya izin maupun koordinasi resmi dengan pihak Pertamina.
“Terpaksa dihentikan dulu sementara pengerjaannya, karena belum ada izin ataupun koordinasi dengan pihak Pertamina. Jadi kita tunggu dulu proses selanjutnya,” ujarnya.
Menurut Lurah Lisma, rapat koordinasi sudah dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan instansi terkait lainnya pada Senin (28/7/2025). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim Ir. Yulius, M.Si., dan difokuskan pada pencarian solusi atas permasalahan izin dan teknis lapangan.
“Pihak Pemerintah Kabupaten Muara Enim akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak Pertamina Persero, guna membahas masalah perizinan dan kelanjutan pengerjaannya,” jelasnya lebih lanjut.
Menariknya, meskipun proyek sudah tiga kali disurvei sebelum dimulai, keberadaan jaringan pipa minyak justru tidak terdeteksi. Temuan baru ini justru muncul setelah pengerjaan proyek berjalan.
“Saya sendiri baru tahu kalau di situ ada jaringan pipa milik Medco, Pertamina Adera dan Elnusa. Selama ini yang saya tahu cuma ada pipa jaringan gas saja,” ungkap Lisma.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Muara Enim Ir. Yulius, M.Si., ketika dikonfirmasi snipernew.id melalui pesan WhatsApp, enggan memberikan komentar lebih lanjut.
“Silakan konfirmasi langsung ke Kepala Dinas PUPR, beliau yang menangani kegiatan tersebut,” jawabnya singkat.
Proyek ini kini berada dalam ketidakpastian, dan tanpa kejelasan izin serta solusi konkret, masyarakat Kelurahan Gelumbang terancam harus menghadapi dampak proyek mangkrak yang tak hanya menghamburkan anggaran publik, tetapi juga menyimpan potensi bahaya besar akibat keberadaannya di atas jaringan migas aktif.
Laporan: Teguh
Editor: Ahmad







