Berita Investigasi

Dua Kali Gagal Tender, Proyek Puskesmas di Madina Siap Dilelang Ulang, ada apa?

538
×

Dua Kali Gagal Tender, Proyek Puskesmas di Madina Siap Dilelang Ulang, ada apa?

Sebarkan artikel ini
Gambar Foto: Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal, Panyabungan. Doc. Kiriman WhatsApp Minggu (03/08/25).

Mandailing Natal, SniperNew.id – Minggu 03 Agustus 2025 Proses pengadaan proyek renovasi dan penambahan ruang Puskesmas di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tengah menjadi sorotan. Setelah dua kali tender dinyatakan gagal, Dinas Kesehatan Madina memastikan proyek tersebut akan kembali dilelang melalui mekanisme tender cepat.

Pengadaan proyek ini sebelumnya diumumkan melalui LPSE pada 20 Juni 2025 dan telah melalui tahapan evaluasi serta pengumuman pemenang. Namun, hasil tender tersebut kemudian dibatalkan dengan pertimbangan teknis dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan disetujui oleh Pengguna Anggaran/KPA.

Meski begitu, pembatalan hasil tender ini menimbulkan berbagai pertanyaan dari publik dan pelaku usaha konstruksi. Beberapa pihak menyayangkan keputusan tersebut karena dianggap menimbulkan ketidakpastian hukum dan potensi kerugian bagi penyedia jasa yang telah mengikuti proses secara sah.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Madina menyampaikan bahwa proses pengadaan masih berjalan dan tidak ada skenario khusus untuk menggagalkan tender.

Insya Allah proyek ini tetap akan kita lelang ulang menggunakan metode tender cepat. Secara teknis masih memungkinkan dan sesuai dengan regulasi,” jelasnya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp pada Minggu (3/8).

Terkait penggantian kelompok kerja (Pokja) yang menangani proses pengadaan, pihak Dinas Kesehatan menilai hal tersebut sebagai bagian dari penyegaran dan peningkatan kinerja dalam proses lelang. Pokja baru diharapkan dapat bekerja lebih efektif dalam waktu yang terbatas sesuai tenggat anggaran tahun berjalan.

Sementara itu, salah satu pengamat kebijakan publik yang enggan disebutkan namanya menilai bahwa proses ini perlu diawasi secara ketat oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal, agar prinsip transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga. “Proyek ini menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat. Kita berharap proses tender berjalan profesional dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” ujarnya.

Kini, publik menanti langkah konkret dari Dinas Kesehatan dan instansi terkait agar pelaksanaan proyek dapat segera dimulai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan peningkatan sarana pelayanan kesehatan.

(Sumber: (Rilis Kirim WhatsApp/istimewa)

Editor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *