Berita Investigasi

Lima Tahun Tanpa Kompensasi, PT. IPP Ingkar Janji Warga Cibinong Menjerit!

435
×

Lima Tahun Tanpa Kompensasi, PT. IPP Ingkar Janji Warga Cibinong Menjerit!

Sebarkan artikel ini

Bogor, SniperNew.id —  Sutis­na (54), war­ga Jalan Raya Cikaret Gang Damai, Cib­i­nong, kini hidup dalam kon­disi pri­hatin. Sudah lima tahun berlalu sejak kom­pen­sasi rumah­nya yang rusak aki­bat aktiv­i­tas pabrik tabung gas dihen­tikan sepi­hak oleh PT. Inti Per­sa­da Pri­ma (IPP), tan­pa pen­je­lasan jelas, Kamis 31 Juli 2025.

Perusa­haan yang sebelum­nya berna­ma PT. Sinar Ken­cana Teknik Mandiri (SKTM) itu bergan­ti man­a­je­men pada Okto­ber 2020, dan lang­sung menyetop kom­pen­sasi bulanan Rp 2,5 juta untuk dua kepala kelu­ar­ga pemi­lik rumah prib­a­di. Iro­nis­nya, pabrik tetap berop­erasi 24 jam, semen­tara jan­ji kepa­da war­ga dilu­pakan.

  Kepsek SDN 1 Tegineneng Diduga Abaikan Transparansi Dana BOS, APH Diminta Segera Bertindak!

Tak hanya itu, Sutis­na juga di-PHK secara sepi­hak melalui pesan What­sApp oleh HRD perusa­haan berna­ma Niki Yan­uar. Kini, ia hanya bisa men­gan­dalkan peng­hasi­lan seba­gai petu­gas parkir, sam­bil menat­ap rumah­nya yang semakin retak.

Ketim­pan­gan Per­lakuan dan Dugaan Manip­u­lasi

Dari 10 KK ter­dampak awal, 8 KK penghu­ni kon­trakan tak lagi mener­i­ma kom­pen­sasi sete­lah lahan­nya dibeli pabrik. Semen­tara 2 KK pemi­lik rumah berser­ti­fikat hak milik jus­tru kom­pen­sasinya dihen­tikan total, mes­ki dampak opera­sion­al pabrik masih san­gat terasa.

Yang lebih jang­gal, Ket­ua RT setem­pat jus­tru masih mener­i­ma kom­pen­sasi Rp 1 juta per bulan, bahkan dipeker­jakan seba­gai secu­ri­ty di perusa­haan. Hal ini memu­nculkan dugaan diskrim­i­nasi dan manip­u­lasi kepu­tu­san man­a­je­men.

Iden­ti­tas Pabrik Dis­em­bun­yikan, Inves­ti­gasi media men­e­mukan bah­wa pabrik tidak memasang plang nama res­mi. Yang ter­li­hat hanya tulisan “DIJUAL TANAH DAN BANGUNAN (SHM)”, diduga seba­gai upaya menghin­dari sorotan pub­lik atau bersi­ap “kabur” dari tang­gung jawab.

  Polemik Biaya Seragam SMKN 9 Bandar Lampung, Wali Murid Mengeluh, LSM Desak Disdik Audit Lapangan

Fir­ma Hukum Turun Tan­gan, Kasus ini akhirnya menarik per­ha­t­ian Kasi­h­hati Law Firm. Advokat Lilik Adi Gunawan, S.H., meny­atakan siap mem­berikan pen­dampin­gan hukum gratis kepa­da war­ga ter­dampak. Ia juga akan melayangkan surat res­mi ke Guber­nur Jawa Barat dan Bupati Bogor terkait izin AMDAL perusa­haan terse­but.

“Kami tidak ting­gal diam. Ini soal kead­i­lan dan tang­gung jawab perusa­haan ter­hadap war­ga,” tegas Lilik saat diwawan­car­ai di Sek­ber FPII Jawa Barat, Kamis (31/7/2025).

Tak hanya war­ga, nasib para buruh di PT. IPP pun tragis. Dalam beber­a­pa kasus kece­lakaan ker­ja, kor­ban malah dim­inta tidak men­gakui bah­wa insi­d­en ter­ja­di di tem­pat ker­ja. Ini meru­pakan pelang­garan serius ter­hadap UU Kete­na­gak­er­jaan dan menun­jukkan lemah­nya per­lin­dun­gan peker­ja.

  Jalan Baru Selesai, Aspal Mengelupas: Warga Way Ngison 1–Sidodadi Minta Evaluasi Serius

Per­tanyaan Serius untuk Pemer­in­tah Daer­ah, Men­ga­pa kom­pen­sasi bisa dihen­tikan sepi­hak?

Dimana per­an Dinas Lingkun­gan Hidup dan Dis­naker Bogor?

Apakah izin opera­sion­al dan AMDAL perusa­haan ini masih berlaku?

Sela­ma lima tahun, masyarakat sip­il yang jus­tru bek­er­ja tan­pa diga­ji negara harus mengam­bil alih per­an pen­gawasan dan advokasi. Lan­tas, ke mana para peja­bat yang seharus­nya berdiri di garis depan mem­bela raky­at?

Saat­nya Negara Hadir, Kasus PT. IPP adalah ujian nya­ta bagi integri­tas sis­tem hukum dan tang­gung jawab sosial perusa­haan di Indone­sia. Bila dib­iarkan, akan men­cip­takan preseden buruk: bah­wa perusa­haan bisa mengabaikan jan­ji tan­pa takut kon­sekuen­si.

Sutis­na dan war­ga lain­nya sudah ter­lalu lama menung­gu. Saat­nya kead­i­lan dite­gakkan, bukan ditun­da.

(Tim Inves­ti­gasi FPII/Editor: Ahmad)

-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *