Bandung, SniperNew.id – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kota Bandung. Pada Jumat pagi, 22 Agustus 2025, sekitar pukul 09.13 WIB, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung menerima laporan kebakaran di sebuah bangunan yang berada di kawasan perumahan di Jalan Sukagalih II, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi.
Dalam laporan awal yang diterima oleh pihak Diskar PB Kota Bandung, kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi ke udara dari salah satu bangunan. Tak lama kemudian, api pun semakin membesar dan merambat ke bagian atap rumah yang terlihat di lokasi kejadian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Diskar PB Kota Bandung bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah Utara langsung bergerak ke lokasi. Mereka melakukan penanganan dengan menerjunkan armada mobil pemadam serta sejumlah petugas untuk memadamkan api.
SOP (Standard Operating Procedure) penerimaan laporan kebakaran segera dijalankan. Koordinasi lintas wilayah juga dilakukan guna mempercepat proses penanggulangan. Langkah ini penting mengingat kawasan Sukagalih II berada di wilayah padat penduduk, sehingga risiko merambatnya api ke rumah-rumah warga lain cukup besar.
Dalam sebuah unggahan di media sosial oleh akun bandung_hariini, terlihat bagaimana kobaran api melalap bangunan. Api menyala besar dari bagian atap, sementara asap hitam pekat mengepul hingga tampak jelas dari kejauhan.
Beberapa petugas pemadam kebakaran terlihat berupaya memadamkan api menggunakan selang air bertekanan tinggi. Dari video yang beredar, mobil pemadam kebakaran dan petugas dengan pakaian pelindung tampak berjibaku di tengah kondisi jalan permukiman yang relatif sempit. Situasi semakin menegangkan karena beberapa kendaraan warga masih terparkir di sekitar lokasi kejadian, sehingga menyulitkan akses mobil pemadam kebakaran untuk bermanuver.
Dalam video yang diunggah, sejumlah warga juga terlihat menyaksikan dari sekitar lokasi dengan penuh kekhawatiran. Suasana panik pun tak terelakkan, mengingat kepulan asap dan nyala api yang cukup besar berpotensi menyebar lebih luas.
Seorang warga yang sempat berada di dekat lokasi menyebutkan, api diduga muncul secara tiba-tiba dari salah satu rumah di dalam perumahan. Namun hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Petugas Diskar PB Kota Bandung juga memastikan bahwa prioritas utama saat kejadian adalah menyelamatkan warga sekitar agar tidak ada korban jiwa. “Begitu laporan masuk, kami langsung mengerahkan tim terdekat. Prosedur standar dilaksanakan, termasuk koordinasi lintas wilayah untuk mempercepat upaya pemadaman,” ujar seorang petugas yang berada di lokasi.
Kebakaran di kawasan permukiman bukan hanya menimbulkan bahaya dari api semata, tetapi juga dari asap pekat yang dihasilkan. Asap hitam yang membubung tinggi berpotensi mengandung partikel berbahaya bagi kesehatan pernapasan.
Beberapa warga yang berada tidak jauh dari titik kebakaran tampak menutup hidung dan mulut mereka dengan kain atau masker seadanya untuk mengurangi paparan asap. Kondisi tersebut memperlihatkan betapa gentingnya situasi, mengingat padatnya rumah penduduk di wilayah tersebut.
Petugas pemadam kebakaran tampak bekerja sama dalam membagi tugas. Ada yang fokus memegang selang air untuk menyemprotkan ke titik api utama, sementara sebagian lainnya mengatur lalu lintas dan memastikan warga tidak terlalu mendekat.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat pula beberapa bendera merah putih yang masih berkibar di dekat lokasi. Hal ini menandakan peristiwa kebakaran terjadi hanya beberapa hari setelah perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, yang jatuh pada 17 Agustus lalu. Kontras antara suasana perayaan kemerdekaan dengan musibah kebakaran ini semakin mengundang perhatian masyarakat.
Mobil pemadam kebakaran berwarna merah dengan tulisan Jagabaya serta “Diskar PB Kota Bandung” tampak parkir di lokasi. Para petugas dengan helm pelindung berwarna putih dan kuning terus berupaya menyiram api agar tidak semakin meluas.
Kebakaran di kawasan permukiman memang sering kali menyulitkan tim pemadam. Jalan-jalan sempit membuat mobil pemadam sulit menjangkau titik api secara langsung. Belum lagi adanya kabel listrik yang melintang di atas jalan, sehingga menjadi hambatan tambahan dalam proses penyemprotan air.
Kondisi tersebut tampak jelas dalam rekaman video yang memperlihatkan kabel-kabel listrik melintang tepat di depan lokasi kebakaran. Situasi ini tidak hanya menyulitkan petugas, tetapi juga meningkatkan risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran lebih besar.
Diskar PB Kota Bandung menegaskan bahwa mereka selalu berupaya meningkatkan koordinasi lintas wilayah agar peristiwa kebakaran dapat ditangani dengan cepat. Dalam kasus kebakaran di Jalan Sukagalih II ini, langkah koordinasi tersebut langsung diterapkan dengan menghubungi pos-pos pemadam kebakaran terdekat.
Selain itu, aparat kelurahan, kepolisian, serta masyarakat setempat turut membantu agar jalur menuju lokasi bisa terbuka. Hal ini penting agar armada pemadam tidak terhambat dan air dapat segera diarahkan ke titik api.
Kronologi Singkat
1. Pukul 09.13 WIB: Diskar PB Kota Bandung menerima laporan kebakaran dari warga di Jalan Sukagalih II, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi.
2. Beberapa menit kemudian: Tim UPT Wilayah Utara bersama Diskar PB bergerak cepat ke lokasi.
3. Setiba di lokasi: Api sudah membesar, asap pekat membumbung tinggi. Warga mulai panik.
4. Petugas pemadam kebakaran: Mulai melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air ke titik api, sambil mengamankan warga sekitar.
5. Koordinasi lintas wilayah: Dilakukan untuk mempercepat proses penanganan dan mencegah api meluas.
Hingga berita ini diturunkan, api telah berhasil dikendalikan meski sempat membakar sebagian besar bangunan. Tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian ini, namun kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.
Penyebab kebakaran sendiri belum dapat dipastikan. Aparat kepolisian bersama Diskar PB masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui sumber api. Dugaan sementara bisa berasal dari korsleting listrik atau faktor lain, namun hal tersebut masih memerlukan bukti lapangan yang valid.
Peristiwa kebakaran ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk. Warga diimbau untuk selalu memeriksa instalasi listrik, memastikan peralatan elektronik dalam kondisi baik, serta tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan.
Diskar PB Kota Bandung juga menegaskan pentingnya kerja sama masyarakat dalam memberikan akses jalan bagi kendaraan pemadam ketika terjadi kebakaran. Hal ini menjadi faktor penentu kecepatan penanganan api di lapangan.
Kebakaran yang melanda sebuah bangunan di kawasan Jalan Sukagalih II, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Bandung, pada Jumat (22/8/2025) pagi, berhasil ditangani dengan cepat oleh Diskar PB Kota Bandung bersama UPT Wilayah Utara. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan semua pihak agar kebakaran serupa dapat dicegah di masa mendatang. (Editor: Ahmad)



















