Jakarta — Dokumen peta tahun 1927 dan 1928 Masehi yang tersimpan di museum Belanda kembali mengungkap fakta sejarah mengejutkan: wilayah Aceh kala itu membentang luas hingga perbatasan Keresidenan Tapanuli, termasuk kawasan Besitang, Tanjung Pura, dan 4 pulau strategis di Singkil yang hari ini diperebutkan.
Temuan ini dikonfirmasi oleh sejarawan Aceh yang mengakses langsung arsip kolonial Belanda, termasuk instruksi resmi Gubernur Jenderal Belanda masa itu yang secara tegas menetapkan wilayah tersebut sebagai bagian dari administratif Aceh.
Wilayah Aceh ini tercatat eksis sejak era kolonial, bahkan masih dikenal luas pada rentang tahun 1947–1952 sebagai Rais Ad Daulah, atau Gubernur Jenderal Militer Aceh Langkat dan Tanah Karo. Kawasannya membentang dari Tanjung Pura hingga Pelabuhan Barus—mempertegas cakupan Aceh di bagian barat laut Sumatra.
Klaim ini menjadi krusial di tengah memanasnya isu perbatasan 4 pulau di Singkil yang diklaim secara sepihak oleh Sumatera Utara. Jika diselesaikan melalui jalur hukum dan mediasi internasional berbasis arsip sejarah, Aceh diyakini memiliki posisi yang sangat kuat untuk memenangkan sengketa ini.
Pemerintah pusat dan daerah didesak untuk meninjau ulang peta wilayah administratif pascakemerdekaan. “Kami minta tanah endatu kami dikembalikan. Ini bukan hanya soal wilayah, tapi soal harga diri sejarah Aceh sebagai pusat perlawanan penjajah yang melahirkan Republik Indonesia,” tegas pernyataan resmi dari sejumlah tokoh adat dan sejarawan Aceh.
Rencana pengajuan klaim ke tingkat nasional dan internasional sedang dipersiapkan oleh tim advokasi sejarah Aceh. Pemerintah Aceh juga tengah menyusun dokumen pembanding berdasarkan arsip Belanda dan Inggris yang masih tersimpan di luar negeri. Upaya ini melibatkan ahli sejarah, hukum internasional, dan diplomasi budaya.
“Empat Pulau Singkil, Pulau Kampai, Sembilan Besitang hingga Tanjung Pura adalah wilayah Aceh menurut sejarah dan hukum kolonial. Saatnya dikembalikan.” – Seruan rakyat Aceh.
Akun sosial X @Aceh, #SejarahAceh #PulauSingkil #TanahEndatu #PetaKolonial #Liputan6Style #BeritaAceh #XTrending #JalurDiplomatik
(Redaksi)













