Pringsewu, SniperNew.id – Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, Ediyanto, menggelar kegiatan reses ketiganya dengan nuansa yang berbeda. Tidak hanya sebagai forum penjaringan aspirasi masyarakat, reses kali ini dikemas dalam bentuk pengajian, doa bersama, dan yasinan berjamaah di kediamannya di Pekon Karangsari, Kecamatan Pagelaran, Senin (25/8/2025) sore usai salat Ashar.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga dari tiga kecamatan yang menjadi daerah pemilihan (Dapil V) Ediyanto, yakni Pagelaran, Pagelaran Utara, dan Banyumas. Turut hadir tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan pemerintah pekon setempat.
Reses yang biasanya identik dengan forum diskusi formal kali ini dikemas penuh nuansa kekeluargaan dan keagamaan. Agenda dimulai dengan pembacaan Surah Yasin bersama, dilanjutkan doa bersama, kemudian tausiah yang disampaikan Abah Anom, pimpinan pondok pesantren setempat yang dikenal luas di Karangsari.
Dalam ceramahnya, Abah Anom menegaskan pentingnya menjadikan setiap pekerjaan sebagai bentuk ibadah. Tidak hanya untuk petani atau pedagang, tetapi juga pejabat negara seperti anggota DPRD.
“Pekerjaan apapun, terutama bagi pejabat publik, bila dilakukan dengan tulus dan ikhlas untuk kepentingan umat, maka nilainya ibadah di sisi Allah,” ujar Abah Anom.
“Seorang anggota dewan yang bekerja untuk rakyat, memperjuangkan kepentingan umum tanpa pamrih, itu juga ibadah yang pahalanya besar.”
Pesan ini disambut hangat oleh warga dan tokoh masyarakat yang hadir. Mereka menganggap pendekatan religius dalam reses mampu mempererat hubungan emosional sekaligus mengingatkan bahwa tugas pejabat adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.
Dalam sambutannya, Ediyanto menegaskan bahwa kegiatan reses bukan hanya formalitas, melainkan sarana silaturahmi sekaligus penjaringan aspirasi masyarakat secara langsung.
Ia tidak menutupi kenyataan bahwa banyak usulan pembangunan warga yang belum terealisasi karena keterbatasan anggaran daerah.
“Memang harus kita akui, banyak aspirasi yang belum tercapai karena kondisi keuangan pemerintah saat ini sedang defisit,” ujar Ediyanto.
“Namun semua masukan dan usulan masyarakat tetap kami catat, dan akan terus menjadi program jangka panjang yang akan saya perjuangkan di DPRD.”
Meski menghadapi kendala anggaran, Ediyanto menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, seperti perbaikan infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan, bantuan pertanian, dan program pemberdayaan ekonomi lokal.
“Perjuangan ini memang panjang dan tidak bisa instan. Tapi saya bertekad aspirasi warga Dapil V tetap saya kawal agar masuk dalam prioritas pembangunan Kabupaten Pringsewu,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Ediyanto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada masyarakat yang terus mendukung segala bentuk kegiatan pembangunan di daerah.
“Saya ucapkan terima kasih atas dukungan seluruh warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda yang selalu hadir bersama dalam setiap langkah perjuangan ini,” kata Ediyanto.
“InsyaAllah, selama kita bekerja tulus dan ikhlas, apa yang kita perjuangkan akan membuahkan hasil terbaik untuk daerah kita.”
Sejumlah tokoh pemuda dan warga yang hadir memberikan tanggapan positif terhadap konsep reses yang dilaksanakan Ediyanto. Mereka menilai acara dengan format pengajian dan tausiah ini menghadirkan suasana baru sekaligus memperkuat nilai spiritual dalam kegiatan politik.
“Biasanya reses hanya tanya jawab soal pembangunan, kali ini lebih adem karena dimulai dengan doa dan pengajian. Semoga jadi contoh bagi anggota dewan lain,” ujar Rizal, salah seorang pemuda Karangsari.
Tokoh masyarakat H. Suyatno juga menyampaikan harapannya agar aspirasi warga tidak hanya sekadar dicatat, tetapi benar-benar diperjuangkan hingga terealisasi.
“Kami paham anggaran terbatas, tapi kami juga berharap wakil rakyat tetap gigih memperjuangkan pembangunan di sini,” ucapnya.
Reses adalah agenda rutin anggota DPRD untuk turun ke daerah pemilihannya guna menyerap aspirasi masyarakat. Namun, pendekatan Ediyanto kali ini dinilai berhasil menghadirkan reses yang lebih humanis. Selain berdialog langsung, kegiatan ini juga diwarnai doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan Kabupaten Pringsewu.
Di sela acara, Ediyanto juga mendengarkan langsung keluhan warga terkait infrastruktur jalan desa yang rusak, sulitnya akses air bersih, serta perlunya bantuan modal usaha untuk pedagang kecil. Semua aspirasi itu ia janjikan akan disampaikan dan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran di DPRD.
Dengan menggabungkan nilai religius dan politik, Ediyanto berharap reses ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga.
Reses ketiga Ediyanto di Dapil V Kabupaten Pringsewu menghadirkan nuansa baru dengan yasinan dan doa bersama. Selain sebagai forum serap aspirasi, acara ini menjadi ajang memperkuat nilai spiritual dan silaturahmi dengan masyarakat. Meski keterbatasan anggaran menjadi tantangan, Ediyanto berjanji tetap mengawal aspirasi warga agar masuk dalam program pembangunan jangka panjang.
Penulis: (Ajo)












