Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Kesehatan

Pesan Om Spiritual Kampung: Jangan Putus Asa, Ikhtiar Medis dan Ruqyah Bisa Jadi Jalan Kesembuhan

1251
×

Pesan Om Spiritual Kampung: Jangan Putus Asa, Ikhtiar Medis dan Ruqyah Bisa Jadi Jalan Kesembuhan

Sebarkan artikel ini
Gambar doc. Tamu Om Spiritual Kampung, kedatangan tamu persoalan rumah tangga cukup jauh namu iktiyar dan tekatnya., Selasa (16/09/2025).

Awal Ceri­ta: Keluhan yang Ser­ing Muncul, Seir­ing berkem­bangnya dunia medis, banyak orang tetap merasa kebin­gun­gan saat meng­hadapi penyak­it berat. Dari pen­gala­man sejum­lah orang yang per­nah ber­o­bat ke rumah sak­it, tidak jarang muncul keluhan serius seper­ti kanker darah, pem­bengkakan kelen­jar getah ben­ing, kanker payu­dara, kanker lam­bung, hing­ga sak­it kepala berat (portigo/vertigo), Selasa (16/09/2025).

Menu­rut vonis medis, kon­disi ini umum­nya dipastikan seba­gai penyak­it serius yang mem­bu­tuhkan pen­go­b­atan pan­jang, bahkan ter­api berke­lan­ju­tan. Namun, pen­gala­man unik muncul dari kesak­sian beber­a­pa orang yang men­gaku sete­lah diperik­sa dok­ter, keluhan terse­but terny­a­ta bisa berbe­da penye­bab­nya. Ada kemu­ngk­i­nan fak­tor non-medis yang tidak bisa dije­laskan secara ilmi­ah.

Di ten­gah ker­aguan itu, hadir pan­dan­gan seo­rang tokoh spir­i­tu­al kam­pung yang akrab dipang­gil Om. Mes­ki ia tidak mau iden­ti­tas lengkap­nya dipub­likasikan, Om dike­nal seba­gai sosok seder­hana yang ser­ing meno­long orang den­gan doa dan ruqyah.

Om adalah seo­rang spir­i­tu­alis kam­pung yang meno­lak dise­but seba­gai “orang pin­tar” atau “para­nor­mal”. Ia lebih suka diang­gap seba­gai orang biasa yang kebe­tu­lan diberi pen­gala­man hidup untuk mem­ban­tu sesama.

“Saya bukan sia­pa-sia­pa, hanya orang kam­pung yang bela­jar dari pen­gala­man. Banyak saudara yang datang men­geluh sak­it parah, tapi sete­lah ditelusuri, terny­a­ta bukan sema­ta-mata penyak­it medis, ada unsur ghib­nya,” ujarnya suatu kali.

Isti­lah unsur ghib yang dimak­sud Om meru­juk pada hal-hal gaib atau gang­guan non-medis yang menu­rut keyak­i­nan seba­gian masyarakat bisa memen­garuhi kese­hatan sese­o­rang.

  Asam Lambung Naik Tanpa Sadar? Ternyata Ini 5 Pemicu Diam-Diamnya!

Dari pen­gala­man Om, beber­a­pa orang datang den­gan kon­disi sudah divo­nis dok­ter menderi­ta penyak­it ter­ten­tu. Namun sete­lah dilakukan doa dan ruqyah, seba­gian besar men­gaku merasa lebih ringan, bahkan ada yang sem­buh total.

“Bukan berar­ti semua sak­it itu kare­na ghib, bukan. Banyak juga yang benar-benar penyak­it medis. Tetapi jan­gan menut­up kemu­ngk­i­nan ada fak­tor lain yang mem­bu­at penyak­it terasa semakin berat. Itu yang ser­ing saya temui,” jelas­nya.

Seo­rang ibu yang divo­nis kanker lam­bung, sete­lah berbu­lan-bulan ter­api medis tetap tidak mem­baik. Namun sete­lah men­jalani ruqyah, rasa sak­it­nya berang­sur hilang.

Seo­rang bapak yang menderi­ta pem­bengkakan kelen­jar getah ben­ing merasa lebih lega sete­lah diruqyah rutin, meskipun tetap men­jalani pen­go­b­atan medis.

Seo­rang pemu­da yang ser­ing merasakan pus­ing hebat (por­ti­go) akhirnya bisa berak­tiv­i­tas nor­mal sete­lah melakukan ruqyah dan mem­per­bai­ki pola ibadah.

Fenom­e­na ini bukan hanya sekali dua kali. Menu­rut penu­tu­ran Om, ia sudah ser­ing men­e­mukan kasus seru­pa sejak beber­a­pa tahun ter­akhir. Banyak orang datang kepadanya, teruta­ma sete­lah merasa “bun­tu” den­gan pen­go­b­atan medis yang pan­jang dan mele­lahkan.

Om sendiri tidak per­nah mema­tok tarif. Ia men­gang­gap apa yang dilakukan­nya adalah ibadah. “Kalau ada yang mau kasih, ya alham­dulil­lah. Kalau tidak, saya tetap doakan,” katanya.

Prak­tik ruqyah ala Om dilakukan seder­hana, biasanya di rumah atau melalui udara bila jabgkaun jauh di kam­pung. Tidak ada per­ala­tan khusus, tidak ada rit­u­al aneh. Hanya doa-doa yang bersum­ber dari Al-Qur’an, dzikir, dan sha­lawat.

“Saya ini kam­pun­gan, tidak tahu apa-apa. Tapi saya yakin doa itu bisa jadi obat. Apala­gi kalau diba­cakan den­gan ikhlas, Insya Allah ada per­to­lon­gan Allah,” jelas­nya.

  Jangan Anggap Remeh! Waspadai Gejala Flu yang Bisa Jadi Tanda Bahaya Serius

Kisah ini men­ja­di menarik kare­na mem­berikan sudut pan­dang baru bagi masyarakat yang ker­ap hanya men­gan­dalkan satu jalur pen­go­b­atan. Pesan Om seder­hana: jan­gan putus asa. Jika pen­go­b­atan medis belum mem­buahkan hasil, tidak ada salah­nya men­co­ba ikhtiar lain yang tetap bera­da dalam jalur syari­at, mis­al­nya den­gan ruqyah.

“Saya tidak per­nah melarang orang ber­o­bat ke dok­ter. Itu wajib. Tapi kalau sete­lah ber­o­bat tidak juga sem­buh, cobal­ah tam­bah den­gan doa. Jan­gan lupa, Allah-lah yang mem­beri sak­it, dan Allah pula yang mem­beri kesem­buhan,” tegas­nya.

 

Om menekankan beber­a­pa hal pent­ing:

1. Tetap jalani pen­go­b­atan medis. Jan­gan tinggalkan dok­ter hanya kare­na ingin ruqyah.

2. Datang ke ustaz atau kiai ter­dekat. Jan­gan men­cari prak­tik yang tidak jelas. Ruqyah harus bersum­ber dari Al-Qur’an dan doa yang dia­jarkan Nabi.

3. Per­bai­ki ibadah prib­a­di. Ser­ing kali, kese­hatan juga dipen­garuhi oleh kedekatan spir­i­tu­al den­gan Allah.

4. Jan­gan mudah putus asa. Penyak­it berat bukan akhir segalanya. Ikhtiar dan doa harus ber­jalan seir­ing.

Beber­a­pa war­ga yang per­nah datang kepa­da Om men­gaku merasakan man­faat­nya. Seo­rang ibu rumah tang­ga berceri­ta, “Awal­nya saya takut, kare­na sudah divo­nis kanker payu­dara. Tapi sete­lah ikut ruqyah, rasa sak­it saya berku­rang. Dok­ter juga bilang kon­disi saya sta­bil. Saya per­caya ini semua kare­na doa dan izin Allah.”

Semen­tara seo­rang rema­ja men­gaku sak­it kepalanya yang tidak kun­jung sem­buh akhirnya mere­da sete­lah men­jalani ruqyah. “Saya jadi lebih seman­gat hidup. Tidak hanya fisik, tapi hati saya juga ten­ang,” tuturnya.

Di akhir seti­ap perte­muan, Om selalu berpe­san: “Jan­gan per­nah meny­er­ah pada keadaan. Penyak­it seber­at apa pun bukan tan­da akhir hidup. Jus­tru itu bisa jadi cara Allah men­gu­ji kita agar lebih dekat den­gan-Nya. Ber­o­bat­lah ke dok­ter, tapi jan­gan lupakan doa dan ruqyah. Kare­na kesem­buhan sejati hanya datang dari Allah.”

  Sakral dan Penuh Daya Mistik, Mustika Semut Kembali Menarik Perhatian Para Peneliti dan Praktisi Spiritual

Fenom­e­na ini menun­jukkan beta­pa luas­nya cara masyarakat dalam men­cari kesem­buhan. Mes­ki ilmu kedok­ter­an terus berkem­bang, tidak bisa dipungkiri bah­wa dimen­si spir­i­tu­al tetap memi­li­ki tem­pat pent­ing dalam kehidu­pan.

Kisah Om spir­i­tu­al kam­pung ini bukan untuk mene­gasikan ilmu medis, melainkan men­ja­di pengin­gat bah­wa doa dan ruqyah juga bisa men­ja­di pen­guat jiwa. Bagi sia­pa pun yang ten­gah berjuang melawan sak­it, pesan yang bisa dipetik adalah: jan­gan putus asa, terus­lah berikhtiar den­gan segala cara yang halal dan diridai. (Ahm/Dar)

Jika saudar — saudara ku dimana saja kalian bera­da, bila ada sanak saudara kita yang sedang men­geluh kan sak­it takkun­jung sem­buh, tiba-tiba sak­it, misko­mu­nikasi ten­tang umah tang­ga, dll . Silahkan komu­nikasi kan ke nomor What­shapp: (087825039969).

“Caranya lang­sung Kir­imkan nama lengkap dan Bin/Binti nya .dan tidak per­lu cer­i­takan apa keluhan­nya. Sete­lah ada jawa­ban dari om spir­i­tu­al kam­pung ini maka ting­gal saudara ku simak apakah benar atau tidak apa yang dis­am­paikan oleh om ini. Tidak per­lu kir­im photo/gambar yang bersangku­tan. (Inzya Allah SWT akan berikan jawa­ban­nya yang saudaraku hara­p­kan). Ter­i­makasih. Kon­ten ini dit­ulis hanya sema­ta moti­vasi dan edukasi agar saudara saudara ku dimana tidak gegabah atau panik dan tidak mudah per­caya den­gan oknum yang men­gatas­na­makan Spiritual/Dukun/pintar.” NB: “inzya Allah semua gratis, tidak ada biaya apapun, sema­ta iklas kare­na Allah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *