Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Pelantikan Perangkat Desa Pojok di Ngawi Diwarnai Aksi Protes Warga

492
×

Pelantikan Perangkat Desa Pojok di Ngawi Diwarnai Aksi Protes Warga

Sebarkan artikel ini

Ngawi, SniperNew.id – Pelan­tikan empat perangkat Desa Pojok, Keca­matan Kwadun­gan, Kabu­pat­en Ngawi, Jawa Timur, pada hari ini diwar­nai aksi protes dari sejum­lah war­ga. Pros­esi yang seharus­nya berlang­sung khid­mat terse­but men­ja­di tegang keti­ka sekelom­pok masyarakat men­datan­gi lokasi dan menyam­paikan peno­lakan mere­ka, Selasa (16/09/2025)

Berdasarkan infor­masi yang diung­gah akun media sosial andreli_48, peri­s­ti­wa ter­ja­di pada Selasa siang (16/09/2025) di bal­ai desa setem­pat. Dalam ung­ga­han terse­but ter­li­hat aparat desa, perangkat kea­manan, dan sejum­lah war­ga ten­gah berde­bat di dalam ruan­gan yang telah disi­ap­kan untuk pelan­tikan.

Pelan­tikan dihadiri oleh kepala desa, jajaran perangkat desa, per­wak­i­lan keca­matan, Babin­sa, Bhabinkamtib­mas, ser­ta beber­a­pa tokoh masyarakat. Semen­tara itu, kelom­pok war­ga yang mem­protes berasal dari masyarakat Desa Pojok yang men­gaku tidak setu­ju den­gan pros­es pengisian jabatan perangkat desa.

  Truk Terguling di Tol Tangerang, Macet Panjang Hingga Jakarta Barat

Kepala Desa Pojok, dalam keteran­gan­nya, men­je­laskan bah­wa pelan­tikan dilakukan sesuai prose­dur dan hasil selek­si telah diu­mumkan secara res­mi sebelum­nya. Namun, seba­gian war­ga meni­lai pros­es pengisian jabatan perangkat desa tidak transparan dan saat ini sedang dia­jukan gugatan di Pen­gadi­lan Negeri Ngawi.

Menu­rut lapo­ran dari akun terse­but, war­ga mem­inta agar pelan­tikan ditun­da sam­pai ada kepu­tu­san hukum yang berkeku­atan tetap dari pen­gadi­lan. Mere­ka beralasan, melan­jutkan pelan­tikan di ten­gah pros­es hukum yang ber­jalan dikhawatirkan memicu kon­flik hor­i­zon­tal di masyarakat.

Dalam video yang diung­gah, ter­li­hat per­wak­i­lan war­ga berbicara den­gan nada tegas kepa­da pani­tia dan aparat desa. Beber­a­pa aparat dari kepolisian dan TNI hadir untuk men­ja­ga situ­asi agar tetap kon­dusif. Mes­ki sem­pat ter­ja­di adu argu­men, pelan­tikan tetap dilan­jutkan oleh pani­tia kare­na sudah dijad­walkan sebelum­nya.

Peri­s­ti­wa ini berlang­sung di Bal­ai Desa Pojok, Keca­matan Kwadun­gan, Kabu­pat­en Ngawi, pada hari Selasa siang. Wak­tu pelak­sanaan pelan­tikan yang sem­u­la dijad­walkan ber­jalan lan­car men­ja­di molor kare­na diskusi pan­jang antara war­ga dan pihak desa.

Sejum­lah war­ga men­gaku kece­wa den­gan pros­es selek­si pengisian perangkat desa. Mere­ka men­duga ada keti­dakadi­lan dalam selek­si sehing­ga men­ga­jukan gugatan hukum. Mere­ka berharap pemer­in­tah desa meng­hor­mati pros­es hukum den­gan menun­da pelan­tikan sam­pai ada kepu­tu­san pen­gadi­lan.

  Bumi Sedang Berteriak, Alam Balas Ketidakpedulian Manusia

Salah satu war­ga yang ikut mem­protes men­gatakan bah­wa langkah ini diam­bil demi men­ja­ga keper­cayaan pub­lik ter­hadap pemer­in­ta­han desa. “Kami tidak ingin ada kegaduhan berkepan­jan­gan. Lebih baik pelan­tikan ditun­da dulu sam­pai ada putu­san hukum yang jelas,” ujarnya di lokasi.

Mes­ki ter­ja­di protes, pelan­tikan akhirnya tetap dilak­sanakan den­gan penga­manan ketat. Aparat kepolisian men­gaw­al jalan­nya acara untuk mence­gah poten­si keribu­tan. Situ­asi kem­bali kon­dusif sete­lah pelan­tikan sele­sai, mes­ki seba­gian war­ga meny­atakan akan terus melan­jutkan upaya hukum hing­ga tun­tas.

Kapolsek Kwadun­gan yang hadir dalam acara terse­but mengim­bau semua pihak mena­han diri dan men­em­puh jalur hukum sesuai keten­tu­an. “Kami men­ga­jak masyarakat untuk tetap ten­ang. Bila ada sen­gke­ta, mari kita per­cayakan penye­le­sa­ian­nya pada pros­es hukum yang sedang ber­jalan,” katanya.

Kepala Desa Pojok mene­gaskan bah­wa pihaknya telah mengiku­ti prose­dur selek­si sesuai reg­u­lasi. “Kami sudah men­jalankan selek­si sesuai atu­ran dari pemer­in­tah daer­ah. Pelan­tikan ini juga men­da­p­at rekomen­dasi dari keca­matan,” jelas­nya.

  Maling Nekat Siang Bolong: Aksi Pembobolan Pagar Gagal Berkat Warga Sigap

Mes­ki demikian, ia meny­atakan siap meng­hor­mati putu­san pen­gadi­lan jika nan­ti ada kepu­tu­san yang berbe­da. “Jika pen­gadi­lan memu­tuskan lain, kami akan mengiku­ti,” tam­bah­nya.

Masyarakat berharap polemik ini dap­at segera sele­sai agar roda pemer­in­ta­han desa kem­bali nor­mal. “Kami hanya ingin pros­es yang adil dan transparan. Kalau memang hasil­nya sah, kami akan ter­i­ma,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Para war­ga juga mem­inta pemer­in­tah kabu­pat­en melakukan eval­u­asi agar ke depan tidak ter­ja­di hal seru­pa di desa-desa lain.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di cer­mi­nan pent­ingnya keter­bukaan dan komu­nikasi yang baik antara pemer­in­tah desa dan war­ganya. Sen­gke­ta pengisian perangkat desa ker­ap ter­ja­di di sejum­lah daer­ah, sehing­ga per­lu mekanisme penye­le­sa­ian yang adil agar tidak meng­gang­gu pelayanan pub­lik.

Untuk saat ini, pros­es hukum di Pen­gadi­lan Negeri Ngawi akan men­ja­di penen­tu sah atau tidaknya hasil selek­si perangkat desa Pojok. War­ga yang meno­lak pelan­tikan berkomit­men men­gaw­al pros­es terse­but, semen­tara pemer­in­tah desa tetap melan­jutkan roda pemer­in­ta­han den­gan perangkat baru yang sudah dilan­tik. (Red/abd)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *