Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

PBB Naik 250%, Bupati Pati Tantang Rakyat: “50 Ribu Orang Saya Hadapi!

709
×

PBB Naik 250%, Bupati Pati Tantang Rakyat: “50 Ribu Orang Saya Hadapi!

Sebarkan artikel ini

Pati, SniperNew.id – Gelom­bang protes war­ga Kabu­pat­en Pati sedang mem­anas sete­lah Bupati Pati, Heng­gar Budi Anggoro, mem­bu­at perny­ataan kon­tro­ver­sial terkait kebi­jakan kenaikan Pajak Bumi dan Ban­gu­nan (PBB) sebe­sar 250 persen. Dalam video yang viral di Tik­Tok dan Threads, Bupati ter­li­hat berka­ta, “50.000 orang aja suruh nger­ahkan, saya tidak akan merubah kepu­tu­san.” Uca­pan terse­but memicu kemara­han pub­lik dan ren­cana aksi demon­strasi besar-besaran pada 13 Agus­tus 2025.

Apa yang Ter­ja­di? (What)
Kenaikan PBB yang sig­nifikan di Kabu­pat­en Pati men­ja­di sum­ber kere­sa­han war­ga. Kebi­jakan ini diu­mumkan tan­pa sosial­isasi yang memadai dan dise­but mem­ber­atkan masyarakat kecil. Tang­ga­pan keras Bupati Pati ter­hadap poten­si demon­strasi pun men­ja­di sorotan, keti­ka ia men­gatakan siap meng­hadapi 50 ribu pen­de­mo dan mene­gaskan tidak akan men­gubah kepu­tu­san­nya.

Pihak uta­ma dalam polemik ini adalah Bupati Pati Heng­gar Budi Anggoro, yang ter­sorot media sosial kare­na sikap­nya yang diang­gap aro­gan. Masyarakat Pati dari berba­gai kalan­gan, ter­ma­suk peng­gu­na media sosial, aktivis lokal, dan war­ga biasa, mulai menyuarakan keti­dakpuasan mere­ka. Salah satu akun di Threads, rony.kartasentana, mem­bagikan ung­ga­han video perny­ataan Bupati den­gan narasi:

  Langkah Sunyi di Gang Sempit, Sentra Wyata Guna Bergerak Saat Warga Membutuhkan

“Per­mintaan Ben­dera One Piece ter­pan­tau naik pen­jualan­nya buat daer­ah Pati, untuk per­si­a­pan demo 13 Agus­tus 2025 menen­tang kebi­jakan Bupati yang menaikkan PBB sebe­sar 250%.”

Kon­tro­ver­si ini mulai men­cu­at di awal Agus­tus 2025 sete­lah ung­ga­han video pida­to Bupati viral di Tik­Tok dan Threads. Lokasi peri­s­ti­wa bera­da di Kabu­pat­en Pati, Jawa Ten­gah, yang akan men­ja­di pusat aksi unjuk rasa yang diren­canakan pada tang­gal 13 Agus­tus 2025.

Men­ga­pa Masyarakat Marah? (Why)
Banyak war­ga meni­lai kepu­tu­san Bupati tidak pro-raky­at dan mencer­minkan aro­gan­si kekuasaan. Komen­tar-komen­tar neti­zen mem­perku­at narasi ini. Berikut beber­a­pa tang­ga­pan dari masyarakat:

“Bapak ini nggak pun­ya Med­sos apa ya? 😔 Belum lihat Pacar Ojol dicakar Mas Pela­yaran lang­sung digeruduk mas­sa mungkin. Jan­gan remehkan keku­atan Raky­at Pak. Ayo Raky­at Pati Jan­gan Diam !!!!”

setiadi­hen­dra­jat men­gung­gah tangka­pan layar data pen­duduk Kabu­pat­en Pati:
“Jum­lah pen­duduk Kabu­pat­en Pati pada perten­ga­han tahun 2024 adalah 1.379.022 jiwa.”
Hal ini menun­jukkan bah­wa poten­si mas­sa aksi bisa san­gat besar.

  Sikat Tambang Ilegal, Pemkab Pringsewu Tak Main-Main

“Ileng pak bupati trage­di 98… Alm. Bpk. Suhar­to kurang kuat gimana, beli­au pres­i­den wak­tu itu, mundur kare­na raky­at bersatu menu­runk­an beli­au dari jabatan pres­i­den. Apala­gi seke­las Bupati kok som­bong sama raky­at­nya.”

supriyono_slamet:
“Nan­tang ini bapak, hati-hati den­gan raky­at kalau sudah marah lho pak…”

alyah­par­di­en:
“Ini bupati harus­nya dihukum masa oleh raky­at­nya baru sadar.”

simon­manikse:
“Kare­na raky­at yang memil­ih dia jadi bupati, sekarang dia yang menyengsarakan raky­at­nya…”

kantata_tata123:
“Jan­gankan 5.000 orang, 50.000 orang akan saya hadapi… Raky­at Pati sudah sejak zaman ker­a­jaan biasa ngasih upeti, pajak. Apala­gi di zaman Belan­da, Jepang, dan agre­si Belan­da.”

riod­har­mawan­sitepu:
“Rela kalian masyarakat PATI pun­ya peja­bat kayak dia. 50.000 orang demo dia gak takut katanya. Tapi sem­bun­yi di kan­tornya, nger­ahkan aparat.”

aziz_gedak:
“Gili­ran udah demo nan­ti lo malah ngum­pet… omon­gan udah bisa dite­bak.”

Komen­tar-komen­tar terse­but mem­per­li­hatkan adanya kemara­han dan frus­trasi yang men­dalam dari masyarakat ter­hadap sikap Bupati.

Bagaimana Respon Pemer­in­tah dan Pub­lik? (How)
Sam­pai saat ini, tidak ada perny­ataan res­mi dari pihak Pemkab Pati untuk meredam situ­asi. Jus­tru, perny­ataan Bupati yang terke­san menan­tang raky­at semakin mem­perkeruh suasana. War­ga bahkan bersi­ap untuk aksi demon­strasi damai yang diperki­rakan diiku­ti puluhan ribu mas­sa. Fenom­e­na menarik lain­nya adalah meningkat­nya pen­jualan ben­dera bertema One Piece, yang dise­but akan digu­nakan seba­gai sim­bol per­lawanan dalam demon­strasi nan­ti.

  Sosialisasi Anti-Bullying Dimulai di SMAN 53 Cipinang

Pakar kebi­jakan pub­lik meni­lai, sikap pemimpin daer­ah seharus­nya tidak mem­per­li­hatkan aro­gan­si, apala­gi dalam situ­asi ekono­mi yang sulit. Kenaikan PBB sebe­sar 250% dalam wak­tu singkat tan­pa dia­log pub­lik diang­gap berten­tan­gan den­gan prin­sip keter­bukaan pemer­in­ta­han.

Aksi demon­strasi 13 Agus­tus men­datang akan men­ja­di momen pent­ing dalam dinami­ka demokrasi di Kabu­pat­en Pati. Pemer­in­tah daer­ah dihara­p­kan segera melakukan pen­dekatan per­suasif dan dia­log ter­bu­ka den­gan masyarakat guna mence­gah kon­flik hor­i­zon­tal.

Jika tidak ditan­gani den­gan bijak, kri­sis ini bisa men­ja­di preseden buruk dalam hubun­gan antara pemimpin daer­ah dan raky­at­nya. Kare­na seper­ti yang diin­gatkan salah satu komen­tar war­ganet: “Jan­gan remehkan keku­atan raky­at.”

Beri­ta ini dis­usun berdasarkan doku­men­tasi visu­al dari video Tik­Tok @patisakpore dan ung­ga­han media sosial Threads oleh @rony.kartasentana ser­ta komen­tar-komen­tar war­ga Pati. Selu­ruh isi telah diver­i­fikasi sesuai den­gan prin­sip jur­nal­is­tik inde­pen­den dan tidak men­gan­dung fit­nah, hoaks, maupun pelang­garan eti­ka media.

Edi­tor: (Ahmad).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *