Berita Daerah

Tegaskan Sikap, Posko Donasi Nyatakan “Yayak Gundul Bukan Bagian Kami” Jelang Demo PBB Pati

266
×

Tegaskan Sikap, Posko Donasi Nyatakan “Yayak Gundul Bukan Bagian Kami” Jelang Demo PBB Pati

Sebarkan artikel ini

Pati, SniperNew.id – Men­je­lang aksi unjuk rasa terkait kenaikan Pajak Bumi dan Ban­gu­nan (PBB) di Kabu­pat­en Pati yang ren­cananya dige­lar pada Rabu, 13 Agus­tus 2025, suasana di lapan­gan mulai meng­hangat. Salah satu koor­di­nasi aksi yang juga men­ja­di bagian dari Posko Donasi, Teguh Istiyan­to, mem­berikan perny­ataan tegas bah­wa pihaknya tidak berafil­iasi den­gan sosok yang dise­but “Yayak Gun­dul”., Ming­gu (10/08/2025).

Perny­ataan terse­but dis­am­paikan Teguh di depan kam­era, Sab­tu (9/8/2025), di area Posko Donasi, dis­ak­sikan sejum­lah rekan sesama koor­di­na­tor. Dalam keteran­gan itu, ia mene­gaskan: “13 Agus­tus Posi­tif Demo, Yayak Gun­dul Bukan Bagian dari Kami,” ujar Teguh Istiyan­to, Koor­di­na­tor Posko Donasi.

Perny­ataan ini men­ja­di pene­gasan sikap organ­isasi lapan­gan yang ten­gah mem­per­si­ap­kan aksi mas­sa meno­lak kenaikan PBB yang dini­lai mem­be­bani war­ga. Ia menyam­paikan bah­wa klar­i­fikasi ini pent­ing untuk men­ja­ga arah ger­akan tetap fokus pada isu uta­ma, yaitu kebi­jakan kenaikan PBB, tan­pa terseret pada perbe­daan atau kon­flik inter­nal.

  GPIB PEDULI Bencana Banjir di Sumatera

Aksi yang akan dige­lar 13 Agus­tus men­datang meru­pakan bun­tut dari protes war­ga ter­hadap kenaikan sig­nifikan tarif Pajak Bumi dan Ban­gu­nan (PBB) di Kabu­pat­en Pati. Sejum­lah ele­men masyarakat, mulai dari kelom­pok petani, peda­gang kecil, hing­ga per­wak­i­lan tokoh desa, merasa bah­wa kebi­jakan terse­but mem­ber­atkan, teruta­ma bagi masyarakat yang pen­da­p­atan­nya bergan­tung pada sek­tor per­tan­ian.

Menu­rut infor­masi yang beredar, kenaikan PBB di beber­a­pa wilayah Kabu­pat­en Pati men­ca­pai persen­tase yang dini­lai tidak seband­ing den­gan kemam­puan ekono­mi war­ga. Hal ini memicu gelom­bang protes dan seru­an aksi damai di pusat kota Pati.

Dalam video yang terse­bar di media sosial, Teguh Istiyan­to ter­li­hat memegang selem­bar surat yang berisi agen­da aksi pada 13 Agus­tus. Ia menye­butkan bah­wa pihaknya bersama tim koor­di­nasi telah mem­per­si­ap­kan aksi terse­but den­gan ren­cana yang jelas, ter­ma­suk titik kumpul, wak­tu keberangkatan, dan agen­da penyam­pa­ian aspi­rasi.

Dalam surat yang diba­cakan, dise­butkan bah­wa aksi akan berlang­sung di dua lokasi uta­ma, den­gan rute dan jad­w­al yang telah diatur. Teguh menyam­paikan bah­wa semua peser­ta dim­inta men­ja­ga ketert­iban dan fokus pada isu PBB, bukan pada isu per­son­al atau kelom­pok ter­ten­tu.

Nama “Yayak Gun­dul” sem­pat dise­but-sebut di beber­a­pa ung­ga­han media sosial terkait aksi ini. Namun, Teguh mene­gaskan bah­wa yang bersangku­tan tidak ter­ma­suk bagian dari jaringan koor­di­nasi mere­ka.

  Polres Tegal Kota Sikat Knalpot Brong Jelang Nataru

“Ini per­lu kami luruskan supaya tidak ada kesalah­pa­haman. Aksi ini murni per­juan­gan raky­at menun­tut kead­i­lan atas kebi­jakan PBB. Jadi, kami tidak ingin ada yang men­gi­ra kami mem­bawa agen­da lain atau dik­enda­likan pihak ter­ten­tu,” jelas Teguh.

Klar­i­fikasi ini, menu­rut­nya, juga untuk men­ja­ga kred­i­bil­i­tas ger­akan dan memas­tikan bah­wa pesan yang sam­pai ke pub­lik tetap bersih dan ter­fokus.

Selain koor­di­nasi aksi, Posko Donasi yang dip­impin Teguh juga meng­galang ban­tu­an logis­tik untuk para peser­ta aksi. Ban­tu­an ini men­cakup air min­er­al, makanan ringan, hing­ga kebu­tuhan medis ringan untuk memas­tikan demon­strasi ber­jalan aman dan tert­ib.

“Posko Donasi diben­tuk seba­gai ben­tuk sol­i­dar­i­tas. Kami ingin aksi ini ber­jalan damai, tan­pa anark­isme, dan den­gan dukun­gan logis­tik yang memadai,” ujar Teguh.

Posko ini ter­bu­ka bagi war­ga yang ingin mem­berikan dukun­gan, baik dalam ben­tuk barang maupun uang. Semua donasi dicatat dan dikelo­la secara transparan.

Berdasarkan infor­masi yang diba­cakan Teguh, ren­cana aksi pada Rabu (13/8/2025) meliputi:bTitik kumpul per­ta­ma: Depan PT Dua, pukul 11.00 WIB. Titik kumpul ked­ua: Hala­man Kan­tor Keca­matan Mar­gore­jo, pukul 12.00 WIB.

Sete­lah itu, mas­sa akan berg­er­ak menu­ju pusat kota untuk melakukan orasi dan menyam­paikan tun­tu­tan.

  Propam Polres Tegal Gaktibplin Personel Pos Adiwerna

Peser­ta aksi diim­bau mem­bawa per­lengka­pan prib­a­di, seper­ti topi atau payung untuk melin­dun­gi diri dari panas, ser­ta men­ge­nakan paka­ian yang sopan. Pihak koor­di­na­tor juga menekankan bah­wa aksi ini bersi­fat damai, den­gan larangan keras mem­bawa sen­ja­ta tajam, minu­man keras, atau ben­da-ben­da berba­haya lain­nya.

Di media sosial, perny­ataan Teguh dan ren­cana aksi ini men­da­p­at berba­gai respons. Seba­gian besar war­ganet men­dukung aksi damai untuk meno­lak kenaikan PBB, mengin­gat banyak war­ga desa yang men­gaku keber­atan mem­ba­yar pajak den­gan tarif baru.

Namun, ada pula yang mengin­gatkan agar aksi terse­but tidak ditung­gan­gi oleh kepentin­gan poli­tik atau kelom­pok ter­ten­tu. Klar­i­fikasi Teguh men­ge­nai “Yayak Gun­dul” dipan­dang seba­gai langkah pent­ing untuk men­ja­ga integri­tas ger­akan.

Den­gan jad­w­al yang semakin dekat, semua mata kini ter­tu­ju pada aksi 13 Agus­tus 2025 di Kabu­pat­en Pati. Apakah tun­tu­tan war­ga akan diden­gar pemer­in­tah daer­ah? Apakah aksi akan ber­jalan damai sesuai hara­pan?

Satu hal yang jelas, seper­ti yang dis­am­paikan Teguh Istiyan­to: ger­akan ini murni per­juan­gan war­ga untuk meno­lak kenaikan PBB yang diang­gap mem­ber­atkan.

“Kami di sini satu tujuan: meno­lak kenaikan PBB yang mem­ber­atkan raky­at. Tidak ada agen­da lain. Dan sekali lagi, Yayak Gun­dul bukan bagian dari kami,” pungkas­nya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *