Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Pagar Stasiun Cikini Ditinggikan untuk Cegah Penumpang Lompat, Proyek Selesai Bertahap

357
×

Pagar Stasiun Cikini Ditinggikan untuk Cegah Penumpang Lompat, Proyek Selesai Bertahap

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id– Pihak terkait mulai melakukan penam­ba­han ting­gi pagar di Sta­si­un Ciki­ni, Jakar­ta Pusat. Proyek ini bertu­juan untuk mence­gah kebi­asaan sejum­lah penumpang KRL yang melom­pati pagar untuk mengam­bil jalan pin­tas, sehing­ga dihara­p­kan selu­ruh penumpang meng­gu­nakan jalur res­mi kelu­ar dan masuk sta­si­un, Senin (11/08/2025).

Menu­rut infor­masi yang diung­gah akun jakarta.terkini, pagar di Sta­si­un Ciki­ni kini mulai dinaikkan hing­ga men­ca­pai 1,7 meter. Proyek penam­ba­han ting­gi pagar ini dik­er­jakan sejak 9 Agus­tus 2025. Dihara­p­kan, langkah ini akan men­gu­ran­gi prak­tik lom­pat pagar yang ker­ap menim­bulkan kemac­etan di sek­i­tar sta­si­un.

Mes­ki demikian, penger­jaan proyek masih berlang­sung sehing­ga belum sepenuh­nya menut­up kemu­ngk­i­nan penumpang nekat men­cari jalan pin­tas. Pada­hal, akses res­mi telah terse­dia di pin­tu utara dan sela­tan sta­si­un, yang ter­hubung lang­sung den­gan halte Tran­s­Jakar­ta.

“Hara­pan­nya, pagar baru ini bisa bikin area sta­si­un lebih tert­ib, aman, dan nggak ter­lalu rame di depan,” tulis jakarta.terkini dalam ung­ga­han­nya.

  Pasar Domestik Disebut “Jorok”, UMKM Tertekan Impor Ilegal

Kabar ini memu­nculkan beragam respons di kalan­gan war­ganet. Beber­a­pa men­dukung langkah terse­but kare­na dini­lai dap­at meningkatkan ketert­iban, namun ada pula yang mengkri­tik den­gan alasan masih memu­ngkinkan penumpang untuk men­cari cara lain.

Akun hendragnwn11 berpen­da­p­at bah­wa penam­ba­han ting­gi pagar memang untuk menghin­dari penumpang yang turun dari sta­si­un melom­pati pagar dan menye­babkan kemac­etan. Namun, ia men­gusulkan agar PT KAI men­cari solusi lain yang tidak hanya sekadar menaikkan pagar.

“Harus­nya PT KAI men­cari solusi yang lain tan­pa harus dipa­gar ting­gi. Kalau udah seper­ti ini jelas ada yang pro dan kon­tra. Kasi­han juga jauh pin­tu kelu­arnya,” tulis­nya.

Semen­tara itu, akun yosua_u men­go­men­tari ting­gi pagar yang men­ca­pai 177 cm, ham­pir setara ting­gi badan seo­rang YouTu­ber terke­nal. Ia meni­lai hal ini akan men­ja­di ulasan menarik bagi penumpang yang sudah ter­biasa tert­ib.

Akun adiprasetio61 menyam­paikan kekhawati­ran­nya bah­wa pagar akan cepat rusak. “Seben­tar lagi pagar akan rusak, jarak antar besi jadi lebar agar bisa diter­o­bos,” ujarnya.

Beber­a­pa war­ganet mem­berikan saran alter­natif. Akun muflich32 mem­per­tanyakan men­ga­pa besi pagar terse­but tidak diman­faatkan untuk mem­ban­gun jem­bat­an penye­beran­gan lang­sung dari pin­tu sta­si­un. Usu­lan seru­pa juga dis­am­paikan rtnu­gra­ha, yang men­yarankan pem­ban­gu­nan jem­bat­an agar penumpang tidak per­lu memu­tar.

  Tarif Parkir Grojogan Sewu Diduga Tidak Sesuai Aturan

Di sisi lain, ada pula yang menang­gapi den­gan nada bercan­da atau tan­ta­n­gan. Akun ade­tuk­si menulis “Chal­lenge accept­ed”, seo­lah mener­i­ma tan­ta­n­gan untuk mele­wati pagar ting­gi terse­but.

Akun teguh_priambodo berko­men­tar, “Hewan aja paham ama pager walau pen­dek…”, menyindir per­i­laku manu­sia yang masih melang­gar atu­ran meskipun ada pagar.

Beber­a­pa komen­tar lain men­yarankan langkah-langkah kre­atif untuk mence­gah pelom­patan pagar. Akun rang­ga­ian­dianto beru­lang kali men­yarankan agar bagian atas pagar diole­si oli agar sulit dipan­jat.

Semen­tara itu, akun john­nykem­petof­fi­cial menang­gapi den­gan san­tai, “Ah 1.7 msh bs gua wkwk­wk,” menan­dakan ting­gi pagar terse­but masih bisa dile­wati olehnya.

Tak ket­ing­galan, akun dzarrasvi­id mem­berikan komen­tar bernu­ansa kri­tik sosial, “Ten­gah kota lohhh tapi vibes-nya malah Bangladesh,” men­gacu pada kesan sem­rawut di sek­i­tar sta­si­un mes­ki bera­da di pusat ibu kota.

Pen­ing­gian pagar di Sta­si­un Ciki­ni ini men­ja­di salah satu langkah fisik yang diam­bil untuk meningkatkan ketert­iban dan kea­manan di kawasan terse­but. Namun, dari beragam tang­ga­pan yang muncul, ter­li­hat bah­wa proyek ini masih menim­bulkan perde­batan.

Bagi seba­gian orang, pagar ting­gi diang­gap solusi efek­tif untuk meng­ha­lan­gi akses ile­gal. Namun, bagi yang lain, solusi ini dini­lai belum menyen­tuh akar masalah, yaitu kebi­asaan dan per­i­laku peng­gu­na trans­portasi yang masih memil­ih jalur pin­tas.

  Nasi Bebek Maduda Aa Lupi Pringsewu Pindah Lokasi, Harga Bersahabat Bikin Pelanggan Setia

Beber­a­pa usu­lan yang muncul, seper­ti pem­ban­gu­nan jem­bat­an penye­beran­gan lang­sung dari sta­si­un ke halte Tran­s­Jakar­ta, bisa men­ja­di per­tim­ban­gan tam­ba­han. Solusi ini tidak hanya berfokus pada pence­ga­han, tetapi juga mem­berikan kemu­da­han dan kenya­manan bagi penumpang.

Di sisi lain, komen­tar-komen­tar berna­da san­tai maupun can­daan menun­jukkan bah­wa tan­ta­n­gan terbe­sar bukan hanya pada aspek tek­nis seper­ti ting­gi pagar, melainkan pada pene­gakan atu­ran dan kesadaran masyarakat.

Penam­ba­han ting­gi pagar di Sta­si­un Ciki­ni set­ing­gi 1,7 meter meru­pakan upaya nya­ta untuk men­ert­ibkan arus kelu­ar masuk penumpang KRL dan men­gu­ran­gi kemac­etan di area sek­i­tar. Mes­ki masih men­u­ai pro dan kon­tra, langkah ini menun­jukkan komit­men pen­gelo­la untuk men­cip­takan lingkun­gan trans­portasi yang lebih aman dan tert­ib.

Ke depan­nya, efek­tiv­i­tas langkah ini akan san­gat bergan­tung pada penye­le­sa­ian proyek secara menyelu­ruh, pen­gawasan ketat, ser­ta edukasi kepa­da peng­gu­na trans­portasi agar mematuhi jalur res­mi yang telah dise­di­akan. Den­gan begi­tu, dihara­p­kan tujuan awal dari proyek ini dap­at ter­ca­pai, dan Sta­si­un Ciki­ni bisa men­ja­di con­toh penataan trans­portasi yang lebih baik di Jakar­ta. (Edl).


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *