Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Masyarakat Desa Sungai Melayu Daerah Ketapang Protes Soal Hasil Pembagunan Peningkatan Jalan

482
×

Masyarakat Desa Sungai Melayu Daerah Ketapang Protes Soal Hasil Pembagunan Peningkatan Jalan

Sebarkan artikel ini

Keta­pang, SniperNew.id - Salah satu pegawai kan­tor keca­matan Sun­gai Melayu Raya dan Kepala Desa setem­pat mem­inta pihak Dinas PUTR Bidang Bina Mar­ga Kabu­pat­en Keta­pang, Provin­si kalbar agar bisa melalukan peker­jaan Rekonstruksi/peningkatan jalan di ruas jalan Sun­gai Kepu­luk — Batu Tajam, Senin (23/09/2024).

  Tak Pasang Plank Penggunaan ADD dan DD 2024, Ini Penjelasan PJS Kepala Desa Firdaus Estate

Dimana dilak­sanakan oleh pihak “PT Hen­dra Putra Mandiri” meng­gu­nakan Dana DHB tahun anggaran 2024.

Saat itu, dite­mui salah satu pegawai kan­tor camat Sun­gai Melayu Raya dan beber­a­pa orang kepala Desa yang mem­inta agar pelak­sana peker­jaan Rekonstruksi/peningkatan jalan Sun­gai Kepu­luk — Batu Tajam terse­but sebe­sar Rp.37.204.000.000.

  Jadi Sorotan Masyarakat, Proyek Kegiatan Normalisasi Sungai dari Balai Besar Mangkrak!

“Kami lihat dan kami sak­sikan masyarakat pen­duduk Sun­gai Melayu kok aneh, pihak PT.Hendra Mandiri menger­jakan peker­jaan seo­lah-olah seper­ti bak­ti gotong roy­ong, satu hari ker­ja tiga hari tidak bek­er­ja,” ungkap mere­ka kepa­da Awak media ini.

  Karut Marut Hasil Rabat Beton Desa Laman Satong, Diduga Inspektorat Ketapang Pembiayaan oknum Kades

“Kami merasa aneh saja, pada­hal kami lihat PT terse­but sudah didampin­gi dari pihak Kejak­saan, namun hal itu peker­jaan­nya masih juga tidak mak­si­mal. Kar­na aspal­nya salah satu con­toh pel­ingkot­nya tidak mak­si­mal. Sehing­ga mem­bu­at aspal­nya kurang meng­gig­it,” ucap mere­ka. (Juma­di)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *