Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Massa Buruh Besok Geruduk Ke- Mahkamah Konstitusi

212
×

Massa Buruh Besok Geruduk Ke- Mahkamah Konstitusi

Sebarkan artikel ini

Muara Enim, HS — Par­tai Buruh beren­cana mengge­lar aksi serentak untuk mende­sak pen­cabu­tan Omnibus Law Cip­ta Ker­ja di selu­ruh Indone­sia pada Rabu besok (17/7)

  Belajar Serius tapi Tetap Kocak di Villa Ivan

Aksi terse­but akan berlang­sung di kan­tor-kan­tor Guber­nur, Bupati, dan Waliko­ta di berba­gai kota di Tanah Air. Di antaranya Semarang, Surabaya, Batam, Medan, Pekan­baru, Makas­sar, Goronta­lo, Ban­jar­masin, hing­ga Ban­da Aceh.

Untuk wilayah Jawa Barat, Ban­ten, dan DKI Jakar­ta, mas­sa aksi akan berkumpul di Patung Kuda Arju­na Wiwa­ha, Jalan Medan Merde­ka Barat, Jakar­ta Pusat, pukul 09.30 WIB.

“Jum­lah mas­sa aksi diperki­rakan men­ca­pai ribuan orang,” ujar Pres­i­den Par­tai Buruh Said Iqbal lewat keteran­gan resminya, Selasa (17/7).

  Demo Sengketa Lahan Ricuh, Warga Jadi Korban

Aksi ini dilakukan bersamaan den­gan sidang lan­ju­tan judi­cial review Omnibus Law UU Cip­ta Ker­ja yang disidan­gkan Mahkamah Kon­sti­tusi (MK).

Seti­daknya tiga isu uta­ma yang diangkat dalam aksi ini. Per­ta­ma, cabut Omnibus Law UU Cip­ta Ker­ja, selan­jut­nya hapus out sourc­ing dan tolak upah murah (Hos­tum) ser­ta tolak PHK den­gan men­cabut Per­me­ndag Nomor 8 Tahun 2024 ten­tang Kebi­jakan dan Pen­gat­u­ran Impor.

  Nawaripi Bangun SDM OAP Lewat Anyaman & Lomba Renang Tradisional

Said Iqbal menam­bahkan, bagi kaum buruh, sidang 17 Juli besok adalah penen­tu­an. Oleh kare­na itu, Par­tai Buruh bersama KSPI, KSPSI, KPBI, dan KSBSI berharap hakim memu­tuskan untuk men­cabut klaster kete­na­gak­er­jaan.

“Bil­a­mana tidak, kami akan melakukan mogok nasion­al yang akan diiku­ti 5 juta buruh di selu­ruh Indone­sia. Buruh kelu­ar dari pabrik tidak melakukakn pro­duk­si,” demikian Said Iqbal. (RamdanJoni/SDL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *