Berita Daerah

Banda Aceh Tertibkan Baliho Tak Berizin: Komitmen Wali Kota Jadi Contoh bagi Daerah Lain

384
×

Banda Aceh Tertibkan Baliho Tak Berizin: Komitmen Wali Kota Jadi Contoh bagi Daerah Lain

Sebarkan artikel ini

Ban­da Aceh, SniperNew.id  – Pemer­in­tah Kota Ban­da Aceh melalui kepemimp­inan Wali Kota Illiza Saadud­din Dja­mal menun­jukkan komit­men tegas dalam mene­gakkan atu­ran pen­ert­iban reklame. Langkah ini ditandai den­gan pem­bongkaran bal­i­ho dan atribut reklame yang melang­gar atu­ran di wilayah Ban­da Aceh tan­pa ada penge­cualian.

Infor­masi ini dis­am­paikan lang­sung melalui akun res­mi media sosial Threads @kotabandaaceh pada Ming­gu pagi (7/9/2025). Dalam ung­ga­han terse­but dit­ulis, “Sela­mat pagi ming­gu buat kalian yang sem­pat mer­agukan Ibuk Wali mam­pu tert­ibkan dan bongkar semua bal­i­ho dan atribut reklame yang lang­gar atu­ran di kota Ban­da Aceh TANPA KECUALI.”

Ung­ga­han itu juga meny­er­takan sebuah video yang mem­per­li­hatkan Wali Kota Ban­da Aceh turun lang­sung men­gaw­al pros­es pem­bongkaran bal­i­ho. Pada tayan­gan video tert­era tulisan: “POV: Waliko­ta Kaw­al Bongkar Bal­i­ho Lang­gar Atu­ran” yang diirin­gi suasana lapan­gan saat petu­gas menu­runk­an sejum­lah atribut reklame.

Pen­ert­iban dilakukan ter­hadap selu­ruh bal­i­ho dan atribut reklame yang tidak sesuai den­gan per­at­u­ran daer­ah maupun keten­tu­an per­iz­inan. Pemer­in­tah Kota Ban­da Aceh mene­gaskan bah­wa semua bal­i­ho yang melang­gar atu­ran harus dibongkar tan­pa terke­cuali, baik milik indi­vidu, kelom­pok, organ­isasi, maupun pihak lain.

  Wakil Bupati Ikuti Upacara Hari Otonomi Daerah Ke - XXIX Tahun 2025

Langkah ini diam­bil untuk men­cip­takan ketert­iban ruang kota, mem­perindah wajah Ban­da Aceh, sekali­gus mene­gakkan hukum yang berlaku.

Inisi­atif ini lang­sung dip­impin oleh Wali Kota Ban­da Aceh, Illiza Saadud­din Dja­mal, yang turun men­gawasi jalan­nya pem­bongkaran. Pros­es pen­ert­iban meli­batkan jajaran pemer­in­tah kota bersama aparatur terkait, ter­ma­suk petu­gas Sat­pol PP dan Dinas Per­hubun­gan.

Akun res­mi @kotabandaaceh juga mene­gaskan apre­si­asi kepa­da Wali Kota den­gan kali­mat: “Makasi buk wali @illizasaaduddin untuk komit­men­nya.”

Pen­ert­iban berlang­sung di wilayah Kota Ban­da Aceh, ibu kota Provin­si Aceh. Dalam video yang diung­gah ter­li­hat suasana lapan­gan malam hari den­gan latar belakang kan­tor pemer­in­ta­han dan sejum­lah petu­gas yang bersi­ap menu­runk­an bal­i­ho.

Ban­da Aceh seba­gai pusat pemer­in­ta­han provin­si men­ja­di wajah uta­ma Aceh. Kare­na itu, pemer­in­tah kota meni­lai penataan reklame yang tert­ib men­ja­di hal yang san­gat pent­ing.

Ung­ga­han res­mi ini dipub­likasikan pada Ming­gu pagi, 7 Sep­tem­ber 2025, sek­i­tar satu jam sebelum tangka­pan layar beredar. Ada­pun kegiatan pem­bongkaran ter­li­hat berlang­sung pada malam hari sebelum­nya.

  Ditutup Sementara Jalan Terong Tawah, Warga Diminta Bersabar

Pen­ert­iban bal­i­ho tidak hanya dilakukan sekali, melainkan men­ja­di agen­da berke­lan­ju­tan Pemer­in­tah Kota Ban­da Aceh untuk men­cip­takan tata kota yang rapi.

 

Ada beber­a­pa alasan uta­ma pen­ert­iban bal­i­ho dan atribut reklame di Ban­da Aceh:

1. Mene­gakkan atu­ran hukum daer­ah
Pemer­in­tah kota mene­gaskan tidak boleh ada pelang­garan atu­ran terkait per­iz­inan reklame. Semua pihak wajib menaati keten­tu­an yang berlaku.

2. Men­cip­takan ketert­iban dan kein­da­han kota
Bal­i­ho dan reklame yang dipasang sem­barangan dini­lai merusak tata ruang, menu­runk­an esteti­ka kota, ser­ta berpoten­si mem­ba­hayakan peng­gu­na jalan.

3. Men­ja­di teladan bagi daer­ah lain
Dalam ung­ga­han @kotabandaaceh dise­butkan: “Insya Allah jadi con­toh buat Kabu­pat­en Kota lain di Aceh, kalau Ban­da Aceh bisa, kabu­pat­en kota lain di Aceh juga bisa.”

Langkah tegas Ban­da Aceh dihara­p­kan men­gin­spi­rasi daer­ah lain untuk melakukan hal seru­pa demi keter­at­u­ran ruang pub­lik.

Pros­es pen­ert­iban dilakukan den­gan pen­gawasan lang­sung Wali Kota Ban­da Aceh. Aparatur pemer­in­tah kota ditu­runk­an untuk mem­bongkar bal­i­ho yang tidak berizin. Pros­es ini dijalankan secara ter­bu­ka dan tan­pa penge­cualian, memas­tikan semua pihak diper­lakukan sama di hada­pan atu­ran.

Wali Kota Illiza Saadud­din juga menekankan pent­ingnya par­tisi­pasi masyarakat. War­ga dim­inta men­dukung langkah pemer­in­tah den­gan tidak lagi memasang bal­i­ho tan­pa izin, ser­ta men­ja­ga kein­da­han lingkun­gan kota.

  Kisruh Adat di Desa Bugbug Belum Usai, Warga Pertanyakan Peran Lembaga dan Pemerintah

Melalui ung­ga­han res­mi, Pemer­in­tah Kota Ban­da Aceh menyam­paikan doa agar kota semakin tert­ib, indah, dan maju. “Smo­ga kota kita makin tert­ib ya makin indah makin taat atu­ran dan makin bagus ke depan,” tulis akun @kotabandaaceh.

Langkah ini dihara­p­kan mam­pu men­gubah wajah Ban­da Aceh men­ja­di lebih rapi, mem­perku­at cit­ra kota seba­gai pusat budaya dan pemer­in­ta­han, ser­ta meningkatkan kenya­manan war­ga maupun wisa­tawan.

Aksi Wali Kota Illiza Saadud­din men­gaw­al lang­sung pem­bongkaran bal­i­ho men­u­ai apre­si­asi posi­tif. War­ga meni­lai langkah ini menun­jukkan kepemimp­inan yang tegas, kon­sis­ten, sekali­gus hadir di lapan­gan.

Tin­dakan ini juga menepis ker­aguan seba­gian masyarakat yang sem­pat mem­per­tanyakan keseriu­san pemer­in­tah kota dalam men­ert­ibkan reklame ile­gal.

Pen­ert­iban bal­i­ho ile­gal di Ban­da Aceh menandai komit­men kuat pemer­in­tah kota dalam mene­gakkan atu­ran, men­ja­ga kein­da­han tata kota, dan men­ja­di teladan bagi daer­ah lain di Aceh.

Den­gan pen­gawasan lang­sung dari Wali Kota Illiza Saadud­din, pemer­in­tah mene­gaskan tidak ada penge­cualian dalam pen­ert­iban bal­i­ho yang melang­gar atu­ran. Langkah ini dihara­p­kan men­ja­di awal dari keter­at­u­ran ruang pub­lik yang lebih baik di Ban­da Aceh. (Abd/Ahm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *