Berita Daerah

Lubang Tambang Batubara Berau Picu Kekhawatiran Publik

139
×

Lubang Tambang Batubara Berau Picu Kekhawatiran Publik

Sebarkan artikel ini

Rekaman udara yang beredar di media sosial menyoroti aktivitas tambang batubara di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang dinilai berisiko terhadap lingkungan dan memicu kekhawatiran publik.

Keterangan Foto: Tangkapan layar rekaman udara memperlihatkan aktivitas tambang batubara terbuka di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Terlihat lubang tambang dengan kontur tanah yang curam serta alat berat beroperasi di area yang berada lebih rendah dari aliran Sungai Kelay, kondisi yang memicu kekhawatiran publik terhadap potensi dampak lingkungan.

KALIMANTAN TIMUR, SNIPERNEW.id – Sebuah unggahan akun media sosial Threads @suaraakarrumputt memperlihatkan kondisi area tambang batubara di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang memicu perhatian dan kekhawatiran warganet. Unggahan tersebut menampilkan rekaman udara yang menunjukkan lubang tambang menganga dengan posisi yang tampak lebih rendah dibandingkan aliran Sungai Kelay, salah satu sungai besar di wilayah tersebut.

Dalam keterangan unggahan, disebutkan bahwa kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko lingkungan, mulai dari pencemaran air sungai, ancaman banjir, hingga kerusakan ekosistem di sekitarnya. Tayangan visual tersebut kemudian memicu beragam respons dari pengguna Threads.

Salah satu komentar warganet menyebutkan bahwa di wilayah Berau terdapat banyak lubang bekas tambang dengan kedalaman yang dinilai tidak wajar dan mempertanyakan pengawasan dari pihak berwenang. Warganet lain juga menyoroti persoalan perizinan serta pengawasan tambang yang dinilai masih menjadi tanda tanya publik.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari instansi terkait maupun pihak perusahaan tambang mengenai kondisi lokasi yang dimaksud dalam unggahan tersebut.

Informasi yang beredar masih bersumber dari unggahan dan respons warganet di media sosial.
Redaksi menegaskan bahwa pemberitaan ini disajikan sebagai informasi awal berdasarkan unggahan publik, dan tetap membuka ruang klarifikasi dari pihak-pihak terkait guna memberikan gambaran yang utuh dan berimbang kepada masyarakat. (Iskandar)