Berita Daerah

Relawan Aceh Curhat Pedih Soal Bantuan Terhambat

366
×

Relawan Aceh Curhat Pedih Soal Bantuan Terhambat

Sebarkan artikel ini

ACEH, SNIPERNEW.id

Seruan pilu mengenai kondisi pengungsi di Aceh menyeruak melalui unggahan akun Threads muliaitech_kudus01, yang diakses Jumat (05/12/2025). Unggahan tersebut memuat curahan hati seorang relawan yang selama bertahun-tahun mengelola dapur umum bencana dan kini mengaku berada pada titik frustrasi akibat lambannya penanganan bantuan bagi para penyintas.

Dalam ung­ga­han­nya, relawan itu men­gungkap bah­wa ia telah berpin­dah dari satu lokasi ben­cana ke lokasi lain untuk mem­ban­tu para pen­gungsi. Namun, situ­asi yang sedang ia hadapi di salah satu wilayah ter­dampak di Aceh dise­but seba­gai yang pal­ing berat sejak ia ter­jun seba­gai relawan.

  Ujaran Kebencian dan Caci Maki, Pemilik Akun Media Sosial @tripx313 Resmi Dilapor ke Polda Sumut

Ia menggam­barkan kon­disi malam hari di pen­gungsian, keti­ka bayi-bayi menangis kela­paran, semen­tara sejum­lah lan­sia yang sak­it tidak men­da­p­atkan per­awatan atau per­ha­t­ian yang memadai. Keber­si­han lokasi pen­gungsian juga dik­abarkan mem­pri­hatinkan, sehing­ga menim­bulkan kekhawati­ran akan risiko kese­hatan.

Meli­hat bayi-bayi yang menangis di malam hari, meli­hat lan­sia-lan­sia yang sak­it tidak teru­rus keber­si­han dan kese­hatan­nya… Ya Allah, lemah banget aku tuh rasanya,” tulis­nya dalam ung­ga­han terse­but.

Ung­ga­han itu dis­er­tai tagar #curhat­ne­ti­zendi­pidi­Aceh, menan­dakan bah­wa keluhan terse­but berasal dari wilayah Kabu­pat­en Pidie.

Pada kolom komen­tar, sejum­lah peng­gu­na lain ikut menyuarakan kepri­hati­nan. Seo­rang war­ganet akun hilmas­sari mengkri­tik pemer­in­tah daer­ah setem­pat yang dini­lai lam­ban dalam menyalurkan ban­tu­an, pada­hal jalur ke lokasi dise­but tidak ter­pu­tus total.

Menu­rut­nya, di daer­ah lain—seperti Sumat­era Barat—setiap wilayah ter­dampak yang masih dap­at diak­ses selalu men­da­p­at dukun­gan penuh dari pemer­in­tah daer­ah. Namun, untuk wilayah yang benar-benar ter­iso­lasi, ban­tu­an dari pemer­in­tah pusat umum­nya hadir melalui dukun­gan arma­da helikopter.

Semoga pem­da Aceh lebih ger­cep ya dan situ­asi lekas mem­baik,” tulis­nya.

Semen­tara itu, war­ganet lain­nya, afridewi48, mem­inta relawan mem­berikan ala­mat lengkap lokasi pen­gungsian. Ia menye­but bah­wa JNE saat ini mem­bu­ka pro­gram gratis ongkir khusus untuk pen­gi­r­i­man ban­tu­an kemanu­si­aan, baik oleh lem­ba­ga maupun indi­vidu.

  Ngulapin di Tengah Reruntuhan: Ritual di Lokasi Ruko Ambruk Tersapu Banjir di Jalan Sulawesi, Denpasar

Ia menekankan bah­wa ban­tu­an mende­sak selain makanan adalah kebu­tuhan khusus seper­ti dia­pers untuk dewasa dan anak, ser­ta susu bayi. “Sia­pa yang berni­at mau ban­tu bisa lang­sung kir­im lewat JNE gratis,” ujarnya.

Kri­tik kepa­da Pemer­in­tah: “Jan­gan Buta dan Tuli”. Dalam postin­gan uta­manya, relawan terse­but menyam­paikan kali­mat berna­da keras agar keluhan­nya ter­den­gar oleh pemer­in­tah, teruta­ma terkait lam­ban­nya aten­si ter­hadap kon­disi pen­gungsi.

Tolong ban­tu share biar sam­pai ke pemer­in­tah yang buta dan tuli,” tulis­nya mene­gaskan.

Ungka­pan itu menggam­barkan keke­ce­waan men­dalam atas min­im­nya hadirnya pemer­in­tah dalam situ­asi yang dise­but semakin mende­sak.

  Semalam di Lumbirejo: Wayang Kulit dan Semangat 39 Tahun yang Membara

Cura­han hati para relawan dan war­ganet terse­but men­ja­di sorotan pub­lik kare­na meny­ing­gung masalah klasik dalam penan­ganan ben­cana: koor­di­nasi lam­bat, dis­tribusi ban­tu­an yang tidak mer­a­ta, dan min­im­nya dukun­gan logis­tik pada titik-titik pen­gungsian.

Dalam kon­teks eti­ka keben­canaan, pemer­in­tah daer­ah selayaknya mem­berikan lapo­ran ter­bu­ka men­ge­nai jalur yang ter­pu­tus, kendala trans­portasi, hing­ga kebu­tuhan uta­ma para peny­in­tas. Semen­tara itu, kolab­o­rasi den­gan lem­ba­ga kemanu­si­aan, relawan inde­pen­den, ser­ta pen­gi­r­i­man ban­tu­an melalui pro­gram pihak swasta semestinya diop­ti­malkan.

Kes­im­pu­lan

Ung­ga­han ini mem­per­li­hatkan bah­wa seba­gian pen­gungsi di Aceh masih meng­hadapi keter­batasan logis­tik, teruta­ma untuk kelom­pok rentan seper­ti bayi dan lan­sia. Seru­an publik—mulai dari relawan lapan­gan hing­ga masyarakat umum—menuntut pemer­in­tah agar bertin­dak lebih cepat dan respon­sif.

Situ­asi di lapan­gan yang digam­barkan penuh kepri­hati­nan men­ja­di pengin­gat bah­wa penan­ganan ben­cana mem­bu­tuhkan komu­nikasi yang jelas, transparan­si, ser­ta sin­er­gi antara semua pihak agar para peny­in­tas tidak kem­bali jatuh dalam pen­der­i­taan yang berkepan­jan­gan.

Penulis/Pengutip: [Iskan­dar]>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *