Berita Hukum

LSM Soroti Tambang Ilegal di Kalirejo: Dugaan Pembiaran Aparat Menguat, Kasus Akan Dibawa ke Polda Lampung

926
×

LSM Soroti Tambang Ilegal di Kalirejo: Dugaan Pembiaran Aparat Menguat, Kasus Akan Dibawa ke Polda Lampung

Sebarkan artikel ini

Lam­pung Ten­gah, SniperNew.id – Dugaan maraknya prak­tik tam­bang ile­gal di Keca­matan Kalire­jo, Kabu­pat­en Lam­pung Ten­gah, kem­bali men­ja­di sorotan pub­lik. Aktiv­i­tas tam­bang galian tanah yang diduga tidak memi­li­ki izin res­mi terse­but kini men­ja­di per­ha­t­ian serius Lem­ba­ga Swa­daya Masyarakat Komite Peman­tau Korup­si Repub­lik Indone­sia (LSM KPK RI) Provin­si Lam­pung, Ming­gu (13/09/2025).

LSM terse­but meni­lai keber­adaan tam­bang ile­gal di beber­a­pa titik di Kalire­jo, ter­ma­suk di Kam­pung Sen­dang Ret­no dan Sen­dang Rejo, telah menim­bulkan kere­sa­han masyarakat setem­pat. Tidak hanya menye­babkan kerusakan lingkun­gan, aktiv­i­tas tam­bang juga berpoten­si menim­bulkan keru­gian negara aki­bat hilangnya poten­si pajak dan ret­ribusi yang seharus­nya masuk ke kas daer­ah maupun negara.

Ket­ua LSM KPK RI Provin­si Lam­pung, Din Moro, meny­atakan bah­wa pihaknya akan segera mengam­bil langkah hukum den­gan mela­porkan secara res­mi prak­tik tam­bang ile­gal terse­but ke Kepolisian Daer­ah (Pol­da) Lam­pung.

“Kami akan mela­porkan secara res­mi aktiv­i­tas tam­bang ile­gal di Keca­matan Kalire­jo, Kabu­pat­en Lam­pung Ten­gah, ke Pol­da Lam­pung. Aparat pene­gak hukum di tingkat Polsek seharus­nya tegas dalam melakukan tin­dakan. Namun, yang kami lihat jus­tru seba­liknya, seakan ada pem­biaran,” tegas Din Moro saat mem­berikan keteran­gan pers, Jumat (12/9/2025).

Aktiv­i­tas tam­bang galian yang diduga ile­gal muncul di beber­a­pa titik di wilayah Keca­matan Kalire­jo. Dari hasil peman­tauan war­ga dan lapo­ran yang dihim­pun oleh LSM KPK RI, aktiv­i­tas terse­but dilakukan tan­pa izin res­mi yang sah. Mate­r­i­al hasil galian diduga dijual secara komer­sial untuk kebu­tuhan pem­ban­gu­nan, namun tan­pa melalui mekanisme per­iz­inan dan pen­gawasan yang benar.

  Perlibas Minta Kapolda Aceh Selidiki Terkait Isu Intimidasi Terhadap Keluarga Mahasiswa Aceh Tenggara

Keber­adaan tam­bang ile­gal ini berdampak luas ter­hadap lingkun­gan. War­ga menye­but, jalan-jalan desa yang dilalui kendaraan berat pen­gangkut mate­r­i­al men­ja­di rusak parah. Debu dari aktiv­i­tas galian pun ker­ap menim­bulkan polusi udara, meng­gang­gu kese­hatan, dan mere­sahkan masyarakat.

Selain itu, ter­da­p­at kekhawati­ran besar terkait kerusakan eko­sis­tem. Penam­ban­gan tan­pa kajian lingkun­gan dikhawatirkan dap­at menye­babkan tanah long­sor, ban­jir, hing­ga rusaknya lahan per­tan­ian war­ga yang bergan­tung pada kesub­u­ran tanah.

Kasus ini meny­eret banyak pihak. Per­ta­ma, LSM KPK RI Provin­si Lam­pung yang aktif men­gawasi dan men­gad­vokasi dugaan prak­tik tam­bang ile­gal. Ked­ua, masyarakat Keca­matan Kalire­jo yang merasa dirugikan aki­bat dampak lang­sung dari aktiv­i­tas terse­but.

Di sisi lain, sorotan juga men­garah kepa­da aparat kepolisian tingkat Polsek Kalire­jo. Menu­rut Din Moro, Kapolsek Kalire­jo diduga tidak men­jalankan fungsi pen­gawasan dan penin­dakan seba­gaimana mestinya.

“Kapolsek Kalire­jo seharus­nya tegas melakukan penin­dakan, bukan seakan menut­up mata. Jika dib­iarkan, ini bisa merugikan negara sekali­gus merusak lingkun­gan. Dugaan pem­biaran ini akan kami bawa seba­gai buk­ti lemah­nya pen­gawasan aparat di tingkat Polsek,” ujar Din Moro.

Hing­ga beri­ta ini diter­bitkan, pihak Polsek Kalire­jo belum mem­berikan klar­i­fikasi res­mi terkait tudin­gan adanya pem­biaran ter­hadap aktiv­i­tas tam­bang ile­gal terse­but.

Prak­tik tam­bang ile­gal ini dise­but sudah berlang­sung cukup lama, namun baru belakan­gan kem­bali men­da­p­at sorotan sete­lah LSM KPK RI melakukan inves­ti­gasi lapan­gan. Pada Jumat, 12 Sep­tem­ber 2025, LSM terse­but secara tegas mengu­mumkan akan segera mela­porkan kasus ini ke Pol­da Lam­pung.

Masyarakat pun semakin vokal dalam menyam­paikan keluhan. Mere­ka berharap ada langkah cepat dari aparat pene­gak hukum agar kerusakan lingkun­gan tidak semakin melu­as.

  Dugaan Intimidasi FPII Lamsel: Kasus Melangkah ke Polda Lampung

Tam­bang ile­gal yang dis­orot bera­da di wilayah Keca­matan Kalire­jo, Kabu­pat­en Lam­pung Ten­gah, tepat­nya di dua kam­pung yakni Sen­dang Ret­no dan Sen­dang Rejo. Lokasi terse­but dike­nal seba­gai daer­ah yang sub­ur dan seba­gian besar war­ganya meng­gan­tungkan hidup dari hasil per­tan­ian.

Namun, den­gan adanya aktiv­i­tas tam­bang, kese­im­ban­gan lingkun­gan dikhawatirkan ter­gang­gu. Kerusakan jalan desa aki­bat kendaraan berat yang kelu­ar masuk lokasi tam­bang juga telah men­ja­di per­soalan uta­ma bagi masyarakat sek­i­tar.

Din Moro meni­lai lemah­nya pen­gawasan dari aparat pene­gak hukum setem­pat men­ja­di salah satu fak­tor uta­ma maraknya tam­bang ile­gal. Jika aparat tingkat Polsek men­jalankan tugas sesuai atu­ran, maka aktiv­i­tas tan­pa izin dap­at segera ditin­dak sejak awal.

Selain itu, adanya poten­si keun­tun­gan ekono­mi besar dari pen­jualan mate­r­i­al galian mem­bu­at prak­tik tam­bang ile­gal sulit dib­er­an­tas. Beber­a­pa pihak diduga mengam­bil keun­tun­gan dari aktiv­i­tas terse­but, meskipun merugikan masyarakat luas dan negara.

LSM KPK RI juga meni­lai ada poten­si keru­gian negara kare­na hasil tam­bang ile­gal terse­but tidak dike­nakan pajak dan ret­ribusi res­mi. Jika dib­iarkan, prak­tik ini tidak hanya melang­gar hukum tetapi juga berim­p­likasi pada hilangnya pen­da­p­atan daer­ah.

LSM KPK RI mene­gaskan akan segera mela­porkan kasus ini ke Pol­da Lam­pung. Pela­po­ran terse­but bertu­juan agar aparat kepolisian di tingkat provin­si dap­at mengam­bil langkah hukum lebih tegas.

Din Moro mene­gaskan, lapo­ran terse­but akan dis­er­tai buk­ti doku­men­tasi lapan­gan, ter­ma­suk foto, video, ser­ta keteran­gan masyarakat yang ter­dampak.

“Kami tidak main-main. Semua buk­ti akan kami ser­ahkan ke Pol­da Lam­pung. Kami ingin meli­hat aparat pene­gak hukum bertin­dak tegas, agar tidak ada lagi kesan pem­biaran,” tegas­nya.

  Kadis Perdagangan Madina Dilaporkan ke Polisi Dugaan Praktik Ilegal Listrik Pasar Baru

Masyarakat juga berharap adanya inter­ven­si dari pemer­in­tah daer­ah dan instan­si terkait, khusus­nya Dinas Lingkun­gan Hidup dan Dinas ESDM Provin­si Lam­pung, untuk melakukan inves­ti­gasi men­dalam ser­ta menut­up aktiv­i­tas tam­bang ile­gal yang ter­buk­ti melang­gar hukum.

Sejum­lah war­ga Kalire­jo yang eng­gan dise­butkan namanya men­gaku san­gat ter­gang­gu den­gan aktiv­i­tas tam­bang ile­gal terse­but. Menu­rut mere­ka, jalan desa yang sebelum­nya mulus kini rusak parah aki­bat dile­wati truk pen­gangkut tanah.

Selain itu, debu dari lokasi galian ser­ing beter­ban­gan hing­ga ke pemuki­man war­ga. Anak-anak kecil men­ja­di rentan terke­na batuk dan penyak­it per­na­pasan.

“Kalau hujan jalanan jadi becek dan licin, kalau panas debun­ya luar biasa. Kami jadi resah, apala­gi jalan ini dipakai untuk anak seko­lah seti­ap hari,” ujar salah satu war­ga.

Masyarakat pun men­dukung langkah LSM KPK RI untuk mem­bawa kasus ini ke tingkat provin­si. Mere­ka berharap den­gan adanya lapo­ran ke Pol­da Lam­pung, aktiv­i­tas tam­bang ile­gal bisa segera dihen­tikan.

Kasus dugaan tam­bang ile­gal di Kalire­jo men­ja­di potret per­soalan klasik yang ker­ap muncul di berba­gai daer­ah di Indone­sia: lemah­nya pen­gawasan, maraknya prak­tik tam­bang tan­pa izin, ser­ta dampak lang­sung ter­hadap masyarakat dan lingkun­gan.

Jika benar ter­ja­di pem­biaran oleh aparat setem­pat, maka lapo­ran LSM KPK RI ke Pol­da Lam­pung akan men­ja­di ujian serius bagi aparat pene­gak hukum untuk mem­buk­tikan komit­men­nya dalam mem­ber­an­tas prak­tik ile­gal yang merugikan negara dan masyarakat.

Hing­ga kini, pub­lik masih menung­gu langkah tegas dari Polsek Kalire­jo maupun Pol­da Lam­pung. Semen­tara itu, masyarakat Kalire­jo terus berharap agar lingkun­gan mere­ka kem­bali aman, sehat, dan bebas dari dampak buruk aktiv­i­tas tam­bang ile­gal. (Sufiyawan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *