Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

LSM Pekan 21 Minta Polda Sulsel dan Dinas Terkait Turun Tangan, Keluhan Penambangan CV. Sumber Galian di Tompobulu Makin Memanas

518
×

LSM Pekan 21 Minta Polda Sulsel dan Dinas Terkait Turun Tangan, Keluhan Penambangan CV. Sumber Galian di Tompobulu Makin Memanas

Sebarkan artikel ini

Maros, SniperNew.id – Sekre­taris Jen­der­al LSM Pekan 21, Amir Kadir, S.H., mende­sak Pol­da Sulsel dan instan­si terkait untuk segera turun tan­gan menan­gani per­masala­han yang muncul aki­bat aktiv­i­tas penam­ban­gan CV. Sum­ber Galian di Desa Tom­pob­u­lu dan Desa Bon­tomanai, Keca­matan Tom­pob­u­lu, Kabu­pat­en Maros. Penam­ban­gan terse­but diduga menye­babkan abrasi sun­gai, kerusakan salu­ran air menu­ju per­sawa­han war­ga, dan rusaknya penam­pun­gan air (DUM) di Dusun Masale. Selasa (21/1/2025)

Amir Kadir meny­oroti dampak besar yang diala­mi masyarakat setem­pat, teruta­ma yang bergan­tung pada sek­tor per­tan­ian.

  Alumni Sekopol Akan Berangkat Ke Bone 

“Masyarakat sek­i­tar san­gat bergan­tung pada lahan kebun dan sawah mere­ka untuk menghidupi kelu­ar­ga. Namun, aktiv­i­tas tam­bang yang diduga tidak sesuai kaidah tek­nis ini merusak salu­ran iri­gasi dan lingkun­gan sek­i­tar. Kami mem­inta Pol­da Sulsel, Dinas Per­tam­ban­gan, dan Bal­ai Sun­gai Pom­pen­gan segera menin­dak­lan­ju­ti keluhan ini,” tegas Amir.

Sejum­lah war­ga Desa Tom­pob­u­lu dan Desa Bon­tomanai menyam­paikan kere­sa­han mere­ka terkait kerusakan lingkun­gan aki­bat tam­bang. Selain menye­babkan abrasi parah, salu­ran air menu­ju sawah mere­ka juga rusak, sehing­ga pro­duk­tiv­i­tas per­tan­ian menu­run.

“Kami san­gat bergan­tung pada hasil sawah, tetapi sekarang salu­ran air ter­pu­tus, dan DUM di Dusun Masale juga sudah tidak berfungsi. Kalau begi­ni terus, kami tidak tahu bagaimana nasib kami ke depan,” kata seo­rang war­ga.

Namun, war­ga men­gaku takut menyam­paikan protes lang­sung kepa­da pihak perusa­haan. “Kami merasa kecil diband­ingkan perusa­haan besar seper­ti CV. Sum­ber Galian, apala­gi mere­ka pun­ya konek­si kuat. Kami hanya bisa berharap pemer­in­tah mem­bela kami,” ujar war­ga lain­nya.

  Pemkab Labuhanbatu Berikan Pembinaan Dan Pendampingan Program Ketahanan Pangan Desa

Menu­rut Amir Kadir, aktiv­i­tas yang merusak lingkun­gan dap­at dike­nakan sanksi hukum sesuai Pasal 96 UU Nomor 4 Tahun 2009 ten­tang Miner­ba, yang men­gatur bah­wa kegiatan tam­bang harus mematuhi kaidah teknik dan tidak merusak lingkun­gan. Selain itu, Pasal 151 menye­butkan bah­wa izin tam­bang dap­at dicabut jika ter­da­p­at pelang­garan.

Kerusakan lingkun­gan juga melang­gar UU Nomor 32 Tahun 2009 ten­tang Per­lin­dun­gan dan Pen­gelo­laan Lingkun­gan Hidup, yang mem­berikan hak kepa­da masyarakat untuk men­da­p­atkan lingkun­gan yang bersih dan sehat.

Amir Kadir mene­gaskan, pihaknya akan terus men­gaw­al kasus ini hing­ga ada tin­dakan tegas dari pemer­in­tah. “Kami akan terus mende­sak Pol­da Sulsel dan instan­si terkait untuk memas­tikan tidak ada intim­i­dasi ter­hadap war­ga yang menyuarakan keluhan mere­ka. Selain itu, jika ter­buk­ti ada pelang­garan, izin tam­bang ini harus segera dicabut, dan perusa­haan harus bertang­gung jawab mem­berikan kom­pen­sasi kepa­da masyarakat,” tegas­nya.

  Pimpin Upacara Hari Ibu Ke-96, Kabag SDM Polres Pekalongan: Momentum untuk Bersatu Mencapai Indonesia yang Maju Melalui Prinsip Equal Partnership

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak CV. Sum­ber Galian belum mem­berikan tang­ga­pan res­mi terkait tuduhan ini. Redak­si terus beru­paya menghubun­gi perusa­haan untuk men­da­p­atkan klar­i­fikasi guna men­ja­ga kese­im­ban­gan pem­ber­i­taan.

War­ga berharap ada solusi konkret dari pemer­in­tah dan aparat hukum agar kerusakan lingkun­gan tidak semakin melu­as. “Kami hanya ingin sawah dan kebun kami bisa kem­bali seper­ti sem­u­la. Ini soal keber­lang­sun­gan hidup kami, bukan hanya soal materi,” ujar salah seo­rang petani.

Den­gan keluhan yang terus menge­mu­ka, LSM Pekan 21 berharap pemer­in­tah segera bertin­dak cepat untuk melin­dun­gi masyarakat dan lingkun­gan sek­i­tar dari dampak buruk aktiv­i­tas tam­bang yang tidak bertang­gung jawab.(Syamsir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *