Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

LSM Dukung Wahyudi Kritisi RSUD Abdul Moeloek

179
×

LSM Dukung Wahyudi Kritisi RSUD Abdul Moeloek

Sebarkan artikel ini

Ban­dar Lam­pung, SniperNew.id – Perny­ataan Hen­drik Iskan­dar, Ket­ua Lem­ba­ga Trans­for­masi Hukum Indone­sia (THI) Ban­dar Lam­pung, di media online Raol­news pada Sab­tu (9/8/2025) yang mem­per­tanyakan sikap Wahyu­di, Ket­ua Umum Gepak Lam­pung, men­u­ai tang­ga­pan dari sejum­lah aktivis Lem­ba­ga Swa­daya Masyarakat (LSM).

  GPIB PEDULI Bencana Banjir di Sumatera

Hen­drik sebelum­nya mengkri­tisi langkah Wahyu­di yang terus meny­oroti kebi­jakan RSUD Abdul Moeloek, meni­lai peni­la­ian terse­but bersi­fat sub­jek­tif.

Menang­gapi hal itu, Mailudin dari LSM TEMPEK meny­atakan bah­wa THI maupun Gepak Lam­pung adalah LSM yang diben­tuk den­gan tujuan sama, yakni mengkri­tisi kebi­jakan pemer­in­tah demi transparan­si, akunt­abil­i­tas, par­tisi­pasi, dan pene­gakan hukum yang adil.

“Melalui LSM, masyarakat dap­at berper­an men­gaw­al kebi­jakan pemer­in­tah agar tidak melang­gar hukum dan memenuhi kebu­tuhan masyarakat luas,” kata Mailudin.
“Jika Gepak mengkri­tisi RSUD Abdul Moeloek, pasti ada alasan kuat dan buk­ti yang cukup,” tam­bah­nya.

  Sosialisasi Anti-Bullying Dimulai di SMAN 53 Cipinang

Hal sena­da dis­am­paikan M. Nasir dari LSM HANTAM. Ia men­gaku men­ge­nal Wahyu­di cukup lama dan meyaki­ni kri­tikan yang dis­am­paikan sudah melalui per­tim­ban­gan matang.
“Bang Wahyu­di bukan tipe orang yang men­cari pang­gung. Sudah banyak con­toh hasil per­juan­gan­nya yang mem­bu­at peja­bat melang­gar hukum harus mem­per­tang­gung­jawabkan per­bu­atan­nya di pen­gadi­lan,” ujar Nasir.

Ia juga mengin­gatkan agar sesama aktivis tidak sal­ing men­jatuhkan.
“Tidak etis men­go­men­tari negatif peker­jaan orang lain, kecuali jika tujuan­nya mem­beri con­toh dan moti­vasi. Lebih baik kita fokus berbu­at untuk masyarakat. Soal reze­ki, sudah ada bagian­nya mas­ing-mas­ing,” imbuh­nya.

  Perjakon Tegal Gandeng Wartawan, Proyek Dikawal Biar Nggak Ribet

Semen­tara itu, Wahyu­di eng­gan menang­gapi pan­jang lebar perny­ataan Hen­drik. “Mohon maaf, kami hanya fokus pada niat uta­ma kami untuk mene­gakkan kead­i­lan bagi para peker­ja, agar kebi­jakan pem­beri ker­ja dan pihak terkait tidak melang­gar hukum. Itu butuh keter­bukaan semua pihak. Tidak per­lu menang­gapi hal-hal yang tidak pent­ing,” ucap­nya singkat.

Wahyu­di mene­gaskan dirinya tidak akan berhen­ti berjuang. “Yang pasti saya tidak akan berhen­ti sebelum memas­tikan kor­ban Isnai­ni adalah karyawan ter­akhir yang diper­lakukan tidak manu­si­awi di lingkun­gan ker­ja RSUD Abdul Moeloek,” tegas­nya.

Lapo­ran; (Sufiyawan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *