Bandar Lampung, SniperNew.id – Lebih dari 11 komunitas ojek online (ojol) di Provinsi Lampung sepakat untuk tidak terlibat dalam aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Senin (1/9/2025). Keputusan itu diumumkan melalui pernyataan resmi yang diunggah akun media sosial satulampung.id pada Senin pagi.
Keputusan bersama tersebut diambil setelah mempertimbangkan situasi keamanan di wilayah Lampung yang dinilai perlu tetap kondusif. Dalam unggahan itu, para perwakilan komunitas ojol menegaskan sikap mereka untuk tidak ikut dalam aksi karena khawatir adanya “penunggang gelap” atau pihak-pihak yang memanfaatkan momen demo untuk kepentingan lain di luar tujuan awal.
> “Karena kami menilai banyak anasir-anasir dan juga penunggang gelap dalam aksi tersebut, kami ingin Lampung tetap terjaga kondusif,” ujar salah satu perwakilan komunitas ojol Lampung dalam pernyataan yang diunggah (satulampung.id.)
Aksi demonstrasi yang dijadwalkan pada 1 September 2025 ini kabarnya melibatkan sejumlah elemen masyarakat. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan dan informasi yang berkembang, komunitas ojol di Lampung memilih mengambil sikap berbeda. Mereka memutuskan untuk mengutamakan keamanan dan ketertiban wilayah ketimbang ikut turun ke jalan.
Sikap ini mencerminkan kehati-hatian komunitas ojol dalam merespons dinamika sosial. Sebagai salah satu kelompok masyarakat dengan jumlah anggota besar dan aktivitas sehari-hari yang tinggi di jalan raya, komunitas ojol menilai keterlibatan mereka dalam aksi massa dapat menambah potensi kerawanan.
Dalam unggahan yang menyertakan foto dan video, terlihat sejumlah perwakilan komunitas ojol Lampung berkumpul mengenakan atribut khas mereka seperti jaket dan helm berbagai merek aplikasi transportasi daring. Mereka berasal dari lebih dari 11 komunitas yang tersebar di Kota Bandar Lampung dan kabupaten-kabupaten lain di Lampung.
Keputusan bersama ini disampaikan langsung oleh para perwakilan komunitas tersebut dalam bentuk video pernyataan resmi. Mereka duduk dan berdiri bersama dalam suasana yang menunjukkan kesolidan sikap untuk menjaga ketertiban umum.
Pengumuman resmi ini disampaikan pada Senin pagi (1/9/2025) melalui akun Instagram satulampung.id, yang dikenal sebagai salah satu portal informasi Lampung. Unggahan tersebut memperlihatkan video pernyataan bersama komunitas ojol, yang disertai caption berisi penegasan sikap mereka.
Lokasi pengumuman tampak berada di sebuah ruangan dengan spanduk bertuliskan pesan sosial. Para anggota komunitas duduk rapi di barisan depan, sementara perwakilan yang berbicara berada di tengah, menghadap kamera.
Alasan utama komunitas ojol Lampung tidak ikut aksi demo adalah kekhawatiran terhadap potensi gangguan keamanan akibat adanya pihak-pihak yang memanfaatkan momen aksi tersebut. Mereka menilai aksi demonstrasi yang seharusnya menjadi sarana penyampaian aspirasi secara damai, justru berpotensi disusupi pihak dengan kepentingan tersembunyi.
“Lampung harus tetap kondusif,” tegas perwakilan komunitas. Keputusan ini juga mencerminkan kesadaran mereka akan pentingnya menjaga stabilitas wilayah, mengingat banyak anggota ojol yang bergantung pada ketertiban kota untuk mencari nafkah sehari-hari.
Meski tidak ikut turun dalam aksi, komunitas ojol menegaskan tetap peduli terhadap berbagai isu yang berkembang, baik yang terkait dengan dunia transportasi daring maupun kesejahteraan masyarakat umum. Namun, mereka memilih untuk menyampaikan aspirasi melalui jalur komunikasi yang lebih konstruktif dan dialogis.
Sikap ini dianggap sebagai langkah strategis agar suara mereka tetap terdengar tanpa harus terlibat dalam potensi kericuhan. Selain itu, komunitas ojol Lampung mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di Provinsi Lampung.
Unggahan akun satulampung.id yang menyampaikan pernyataan sikap komunitas ojol tersebut menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian besar pengguna media sosial mengapresiasi langkah komunitas ojol Lampung yang memilih untuk tidak ikut aksi demo, karena dianggap membantu menjaga ketenangan di wilayah tersebut.
“Langkah yang bijak, apalagi Lampung harus aman untuk kita semua,” tulis salah satu warganet dalam kolom komentar.
Sebagian lainnya juga memuji sikap komunitas ojol yang dinilai lebih fokus pada mata pencaharian dan keselamatan anggota. “Salut buat ojol Lampung, kalian tetap profesional dan memikirkan keluarga di rumah,” tulis komentar lain.
Keputusan komunitas ojol Lampung untuk tidak ikut aksi demo mencerminkan fenomena menarik dalam dinamika sosial di era digital. Keberadaan media sosial yang cepat menyebarkan informasi membuat kelompok masyarakat seperti komunitas ojol bisa dengan mudah menyampaikan sikap resmi mereka ke publik.
Sikap ini juga menunjukkan bahwa tidak semua aksi massa mendapatkan dukungan penuh dari semua lapisan masyarakat. Dalam konteks Lampung, para pengemudi ojol memilih untuk lebih berhati-hati agar tidak menjadi bagian dari aksi yang berpotensi menimbulkan kericuhan.
Melalui pernyataan bersama ini, komunitas ojol Lampung berharap suasana kota dan provinsi dapat tetap kondusif. Mereka juga berharap masyarakat luas dapat mengambil sikap bijak dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang.
Ajakan untuk menjaga keamanan dan ketertiban ini menjadi pesan utama dari komunitas ojol, yang sehari-hari berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat Lampung. Keputusan ini sekaligus menjadi contoh bahwa aspirasi masyarakat dapat disampaikan dengan cara yang lebih damai dan produktif.
Keputusan lebih dari 11 komunitas ojol Lampung untuk tidak ikut serta dalam aksi demo pada 1 September 2025 merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas dan keamanan wilayah. Melalui pernyataan resmi yang diunggah akun satulampung.id, para pengemudi ojol menegaskan sikap mereka terhadap pentingnya ketertiban umum.
Sikap ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, terutama karena komunitas ojol memiliki peran besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan memilih untuk fokus pada keselamatan dan kesejahteraan anggota, mereka turut menjadi teladan dalam menciptakan suasana yang damai di tengah dinamika sosial. (Ahmad)












