Berita Daerah

Barito Utara Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Lewat Sosialisasi e‑BLUD

215
×

Barito Utara Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Lewat Sosialisasi e‑BLUD

Sebarkan artikel ini

Bar­i­to Utara, SniperNew.id — Pemer­in­tah Kabu­pat­en Bar­i­to Utara melalui Dinas Kese­hatan res­mi mengge­lar sosial­isasi pen­er­a­pan Aplikasi e‑BLUD untuk Rumah Sak­it Umum Daer­ah (RSUD), Puskesmas, dan Lab­o­ra­to­ri­um Kese­hatan Daer­ah (Labkes­da). Kegiatan ini berlang­sung sela­ma dua hari, 28–29 Agus­tus 2025, di Gedung Bal­ai Antang, Muara Teweh, dan diiku­ti ratu­san peser­ta dari berba­gai unit pelayanan kese­hatan.

Acara dibu­ka lang­sung oleh Kepala Dinas Kese­hatan Bar­i­to Utara, Pari­a­di AR, SKM, yang mene­gaskan pent­ingnya trans­for­masi tata kelo­la layanan kese­hatan melalui mekanisme Badan Layanan Umum Daer­ah (BLUD). Menu­rut­nya, BLUD bukan hanya sekadar sis­tem admin­is­trasi, melainkan strate­gi besar untuk men­dorong kual­i­tas layanan kese­hatan yang lebih baik, transparan, dan efisien.

“Den­gan sis­tem pen­gelo­laan yang lebih flek­si­bel, BLUD dihara­p­kan mam­pu meningkatkan efisien­si peng­gu­naan sum­ber daya, mem­perku­at akunt­abil­i­tas, ser­ta meng­hadirkan pelayanan kese­hatan yang efek­tif, efisien, dan berkual­i­tas,” ujar Pari­a­di dalam sambu­tan­nya.

Kon­sep BLUD pada dasarnya mem­berikan ruang bagi unit layanan pub­lik, ter­ma­suk rumah sak­it dan puskesmas, untuk men­gelo­la keuan­gan lebih flek­si­bel diband­ing sis­tem birokrasi murni. Flek­si­bil­i­tas ini memu­ngkinkan pen­gelo­la layanan kese­hatan melakukan ino­vasi, men­gatur strate­gi anggaran sesuai kebu­tuhan, ser­ta meningkatkan mutu layanan kepa­da masyarakat.

Sebelum­nya, banyak puskesmas maupun rumah sak­it di daer­ah terk­endala mekanisme birokrasi yang pan­jang keti­ka hen­dak memenuhi kebu­tuhan mende­sak. Den­gan adanya BLUD, ham­bat­an terse­but dihara­p­kan bisa dimin­i­mal­isasi.

Dalam kon­teks Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, pen­er­a­pan BLUD diang­gap strate­gis kare­na wilayah ini memi­li­ki tan­ta­n­gan tersendiri: luas­nya daer­ah pelayanan, keter­batasan tena­ga medis di beber­a­pa keca­matan, hing­ga kebu­tuhan sarana dan prasarana kese­hatan yang terus meningkat.

  Kades Panran Raya Tunjukkan Kepemimpinan Luar Biasa

Untuk mem­perku­at pema­haman peser­ta, Dinas Kese­hatan Bar­i­to Utara meng­hadirkan nara­sum­ber dari Kementer­ian Dalam Negeri, yakni Wis­nu Sapu­tro, SE., M.AP dan Said Iskan­dar Abdul­lah, S.IA. Ked­u­anya mem­berikan gam­baran reg­u­lasi, tata kelo­la, hing­ga tek­nis pen­guatan BLUD sesuai atu­ran pemer­in­tah pusat.

Selain itu, hadir pula tim ahli dari Lem­ba­ga Pengka­jian dan Pengem­ban­gan Sis­tem Pelayanan (LPPSP) FISIP Uni­ver­si­tas Indone­sia, yaitu Air­lang­ga Satri­o­jati, S.Ak dan Anggit Riz­ki Fadi­lah, S.Hum. Para akademisi ini berba­gi pen­gala­man tek­nis pen­er­a­pan aplikasi e‑BLUD, sekali­gus men­jawab tan­ta­n­gan imple­men­tasi di lapan­gan.

Kom­bi­nasi nara­sum­ber dari kementer­ian dan akademisi dihara­p­kan mam­pu mem­berikan wawasan menyelu­ruh: dari aspek reg­u­lasi hing­ga prak­tik tek­nis.

Sosial­isasi e‑BLUD ini diiku­ti sebanyak 113 peser­ta. Mere­ka berasal dari. 17 Puskesmas di Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, mas­ing-mas­ing men­gir­im 5 orang. RSUD Muara Teweh yang mengutus 23 orang.

Tidak hanya kalan­gan tena­ga kese­hatan, kegiatan ini juga meli­batkan lin­tas sek­tor. Hadir per­wak­i­lan DPRD Bar­i­to Utara, Badan Pen­gelo­la Pen­da­p­atan Daer­ah, Dewan Pen­gawas BLUD RSUD Muara Teweh, ser­ta unsur Bagian Hukum dan Ekono­mi Set­da Bar­i­to Utara. Selain itu, Badan Pen­gelo­la Keuan­gan dan Aset Daer­ah (BPKAD) juga turut ser­ta untuk memas­tikan aspek akunt­abil­i­tas ber­jalan sesuai kori­dor.

Keter­li­batan lin­tas sek­tor ini men­ja­di pent­ing kare­na BLUD tidak hanya berkai­tan den­gan pelayanan kese­hatan sema­ta, melainkan juga menyangkut tata kelo­la keuan­gan daer­ah, transparan­si, hing­ga pen­gawasan pub­lik.

Seti­daknya ada empat tujuan uta­ma dari sosial­isasi e‑BLUD yang dis­am­paikan Dinas Kese­hatan Bar­i­to Utara, yakni:

1. Meningkatkan pema­haman kom­pre­hen­sif men­ge­nai BLUD. Peser­ta dihara­p­kan mam­pu mema­ha­mi kon­sep, atu­ran, dan man­faat BLUD secara menyelu­ruh.

2. Men­dorong tata kelo­la keuan­gan yang transparan dan akunt­abel. Aplikasi e‑BLUD men­ja­di instru­men pent­ing dalam memas­tikan pen­gelo­laan anggaran sesuai prin­sip akunt­abil­i­tas pub­lik.

  Meriahnya Karnaval Bersatu HUT ke-80 RI, Polri Tampilkan Mobil Hias dengan Tema "Polri Untuk Masyarakat"

3. Meningkatkan kual­i­tas pelayanan kese­hatan. Den­gan flek­si­bil­i­tas pen­gelo­laan, unit layanan dihara­p­kan dap­at meng­hadirkan pelayanan yang lebih efek­tif, efisien, dan respon­sif ter­hadap kebu­tuhan masyarakat.

4. Mem­ban­gun komit­men bersama. Imple­men­tasi BLUD tidak bisa ber­jalan jika hanya dilakukan oleh satu pihak. Diper­lukan sin­er­gi antara puskesmas, RSUD, Labkes­da, pemer­in­tah daer­ah, ser­ta leg­is­latif dalam men­dukung keber­lan­ju­tan pro­gram.

Banyak peser­ta menyam­but posi­tif adanya sosial­isasi ini. Mere­ka meni­lai, kehadi­ran aplikasi e‑BLUD akan memu­dahkan pros­es admin­is­trasi sekali­gus meningkatkan transparan­si. Beber­a­pa puskesmas yang sela­ma ini meng­hadapi keter­batasan dana opera­sion­al meni­lai BLUD dap­at mem­berikan ruang ino­vasi dalam meningkatkan pelayanan.

Namun demikian, sejum­lah tan­ta­n­gan juga muncul. Salah sat­un­ya terkait kesi­a­pan sum­ber daya manu­sia (SDM). Tidak semua tena­ga kese­hatan memi­li­ki latar belakang man­a­je­men atau keuan­gan, sehing­ga diper­lukan pelati­han inten­sif agar aplikasi e‑BLUD dap­at diop­erasikan secara opti­mal.

Tan­ta­n­gan lain adalah per­lun­ya dukun­gan infra­struk­tur, teruta­ma jaringan inter­net di puskesmas yang bera­da di daer­ah pelosok. Tan­pa dukun­gan jaringan memadai, pen­er­a­pan aplikasi dig­i­tal akan men­gala­mi ham­bat­an.

Pemer­in­tah Kabu­pat­en Bar­i­to Utara meny­atakan siap men­gaw­al imple­men­tasi BLUD secara berta­hap. Komit­men ini ditun­jukkan den­gan meng­hadirkan selu­ruh pemangku kepentin­gan dalam sosial­isasi, ter­ma­suk DPRD yang memi­li­ki fungsi pen­gawasan.

Dalam kesem­patan terse­but, per­wak­i­lan leg­is­latif menyam­paikan dukun­gan ter­hadap pen­er­a­pan BLUD seba­gai bagian dari upaya refor­masi pelayanan pub­lik. Mere­ka meni­lai, BLUD dap­at men­ja­di instru­men nya­ta untuk mendekatkan layanan kese­hatan kepa­da masyarakat, teruta­ma di daer­ah ter­pen­cil.

Semen­tara itu, BPKAD mene­gaskan pent­ingnya pen­guatan sis­tem akunt­abil­i­tas. Den­gan adanya aplikasi e‑BLUD, pros­es pela­po­ran keuan­gan bisa lebih transparan dan mudah diau­dit. Hal ini sejalan den­gan prin­sip tata kelo­la pemer­in­ta­han yang baik.

  Sekolah Lansia di Bekasi Bikin Semangat Warga Emas Tetap Produktif dan Berdaya

Melalui sosial­isasi ini, selu­ruh peser­ta dihara­p­kan mam­pu men­ja­di agen peruba­han di unit ker­ja mas­ing-mas­ing. Tidak hanya sekadar mema­ha­mi teori, tetapi juga men­er­ap­kan BLUD secara kon­sis­ten dalam pen­gelo­laan layanan.

Kepala Dinas Kese­hatan Pari­a­di AR mene­gaskan bah­wa trans­for­masi layanan kese­hatan melalui BLUD bukan tujuan akhir, melainkan langkah menu­ju pelayanan yang lebih bermu­tu.

“Kami ingin masyarakat Bar­i­to Utara benar-benar merasakan man­faat dari peruba­han ini. BLUD harus men­ja­di jalan bagi pen­ingkatan kual­i­tas hidup masyarakat, khusus­nya dalam akses layanan kese­hatan yang lebih cepat, tepat, dan manu­si­awi,” ungkap­nya.

Pen­er­a­pan BLUD di sek­tor kese­hatan bukan hal baru di Indone­sia. Namun, keber­hasi­lan seti­ap daer­ah berbe­da-beda, ter­gan­tung komit­men, SDM, dan dukun­gan infra­struk­tur. Kabu­pat­en Bar­i­to Utara melalui sosial­isasi ini mene­gaskan keseriu­san­nya dalam mem­ban­gun sis­tem kese­hatan yang ber­daya saing.

Jika imple­men­tasi ber­jalan baik, masyarakat akan merasakan peruba­han lang­sung, mulai dari pelayanan puskesmas yang lebih ramah, keterse­di­aan obat yang lebih ter­jamin, hing­ga pelayanan rumah sak­it yang lebih pro­fe­sion­al.

Namun, tan­pa komit­men berke­lan­ju­tan, pro­gram BLUD bisa sekadar men­ja­di for­mal­i­tas. Oleh kare­na itu, sin­er­gi antara ekseku­tif, leg­is­latif, dan tena­ga kese­hatan men­ja­di fak­tor penen­tu.

Sosial­isasi e‑BLUD di Bar­i­to Utara bukan hanya agen­da tek­nis, melainkan bagian dari upaya besar mem­ban­gun sis­tem kese­hatan yang lebih respon­sif ter­hadap kebu­tuhan masyarakat. Den­gan meli­batkan berba­gai pihak, kegiatan ini dihara­p­kan men­ja­di pijakan awal menu­ju trans­for­masi layanan kese­hatan di daer­ah.

Pen­er­a­pan BLUD memang penuh tan­ta­n­gan, tetapi den­gan seman­gat kolab­o­rasi dan dukun­gan teknolo­gi dig­i­tal, Bar­i­to Utara opti­mistis mam­pu mengim­ple­men­tasikan sis­tem ini secara opti­mal.

Pada akhirnya, keber­hasi­lan BLUD akan diukur dari satu hal: sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan pen­ingkatan kual­i­tas pelayanan kese­hatan di Bar­i­to Utara. (Hen­ryanus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *