Berita Investigasi

LMP Pringsewu Akan Dampingi Orang Tua Penerima PIP Lapor Ke APH

481
×

LMP Pringsewu Akan Dampingi Orang Tua Penerima PIP Lapor Ke APH

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id — Ormas Laskar Mer­ah Putih Kabu­pat­en Pringsewu, Provin­si Lam­pung akan dampin­gi orang tua murid pener­i­ma PIP SMK PGRI 1 Pringsewu, diduga tidak berikan hak kepa­da murid pener­i­ma ser­ta berun­sur pen­gan­ca­man, Jumat (30/08/2024).

Ket­ua Laskar Mer­ah Putih Kabu­pat­en Pringsewu, Muhyin NP melalui Sekre­taris Mar­cab, Dar­mawan, S.Kom menge­cam tin­dakan oknum kepala Seko­lah SMK PGRI 1 Pringsewu dan pihak seko­lah yang ter­li­bat atas penyalu­ran dan perun­tukan dana PIP para murid pener­i­ma.

KLIK BACA BERITA SANGGAHAN

“Seharus­nya, dana terse­but diter­i­ma oleh 26 anak Murid pener­i­ma PIP yang digelon­torkan pemer­in­tah pusat untuk keper­lu­an siswa siswi dalam per­lengka­pan dan kebu­tuhan seko­lah, seper­ti buku, ser­agam, tas, mem­bi­ayai trans­portasi peser­ta didik ke seko­lah, uang saku peser­ta didik.” ungkap Dar­mawan.

Lebih lan­jut, masih dikatakan Dar­mawan, yang lebih miris sang kepala Seko­lah Rudi diduga meng­in­tim­i­dasi (men­gan­cam) peser­ta pener­i­ma ban­tu­an dana PIP agar tidak mencer­i­takan ten­tang hal ini kepi­hak luar seko­lah apa lagi wartawan.

  Kondisi Sarana SMAN 1 Pardasuka Jadi Perhatian

“Ada apa den­gan ini, men­ga­pa harus ditut­up tutupi, tidak ter­bu­ka, dan ter­lebih men­gan­cam siswa, ini sudah pelang­garan,” ucap­nya.

“Untuk hal itu, kami siap men­dampin­gi Wali murid mela­porkan keja­di­an ini kepa­da pihak APH untuk memas­tikan dan per­lin­dun­gan hukum,” tegas­nya.

Salah seo­rang wali murid pener­i­ma ban­tu­an dana PIP berin­isial RW san­gat kece­wa den­gan sikap pihak seko­lah SMK PGRI 1 Pringsewu yang terke­san aro­gan dan tan­pa keter­bukaan kepa­da wali murid terkait dana PIP.

Dicer­i­takan, RW bah­wa dirinya merasa her­an meli­hat peruba­han sikap dan pri­laku anaknya yang murung dan sam­pai jatuh sak­it.

Menu­rut­nya sete­lah di tanyakan kepa­da sang anak, dirinya menam­bahkan bah­wa anaknya merasa ter­in­tim­i­dasi dan ter­an­cam oleh perkataan kepala seko­lah­nya, yang menginginkan murid­nya pener­i­ma PIP dap­at bungkam kepa­da sia­papun, apala­gi wartawan.” kata RW.

“Murid yang bapaknya wartawan cuma saya, jadi anak saya jadi shok takut dan drop secara fisik dan men­tal, kena­pa harus menye­butkan pro­fe­si peker­jaan orang tua, seko­lah kepala seko­lah ini aler­gi ter­hadap wartawan dan ada yang seo­lah-olah ditu­tupi,” terang RW.

“Saya menanyakan kepa­da anak terkait uang PIP yang sudah cair terse­but, saat ini di ser­ahkan kem­bali ke pihak seko­lah atas ara­han oper­a­tor dapodik Ibu Yuyun den­gan dal­ih harus mem­ba­yar dahu­lu uang SPP.” imbuh RW.

  Dugaan Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET, LSM HAMMER Minta APH Turun Tangan

Sebelum­nya, Beber­a­pa murid seko­lah SMK PGRI 1 Pringsewu, Kabu­pat­en Pringsewu, Provin­si Lam­pung, keluhkan den­gan adanya pena­hanan uang ban­tu­an PIP, yang tidak diberikan ke pener­i­ma PIP, bahkan uang itu lang­sung diam­bil oleh opra­tor depodik sete­lah murid mener­i­ma uang di bank BRI, Kamis (29/08/2024).

Diungkap­kan beber­a­pa Murid PGRI, yang men­da­p­atkan ban­tu­an dana PIP bah­wa, kemarin kami di bawa ke BANK BRI untuk men­cairkan uang PIP yang di dampin­gi ibu Yuyun, namun sete­lah uang itu kami ter­i­ma di bank lang­sung dim­inta sama ibu Yuyun di BANK.

Sena­da yang diungkap­kan oleh salah satu murid yang namanya tidak dise­butkan di sini, bah­wa ia mem­inta uang PIP itu untuk mem­be­li sep­a­tu, tapi tidak diberikan oleh Yuyun.

Edi Waka Kesiswaan SMK PGRI 1 Pringsewu, ia men­gatakan tidak tau dan kurang paham kalau soal ban­tu­an dana PIP itu kon­fir­masi saja degan Kepala seko­lah dan Ibu Yuyun opra­tor dapodik.

Semen­tara, Yuyun oper­a­tor dapodik SMK PGRI 1 Pringsewu men­gatakan bah­wa, ada 25 murid yang dap­at PIP tahun 2024, dan saya tidak mener­i­ma uang PIP itu dari murid. saya hanya meng­garahkan murid untuk mem­ba­yar tung­gakan SPP.

  FPII Lampung Jalin Silaturahmi ke SMKN 9, Dorong Penguatan Transparansi Dana BOS

“Uang itu diam­bil dan dipegang anak — anak mas­ing — mas­ing, lalu dis­e­torkan ke ben­da­hara dis­eko­lah, saya tidak mengam­bil atau mener­i­ma titi­pan uang dari anak-anak di bank, kemarin seper­ti itu pros­es­nya,” tegas Yuyun, saat dikon­fir­masi melalui tele­pon What­sApp­nya.

Selang beber­a­pa menit, Kepala seko­lah SMK PGRI Redi Pur­wan­to, SPd., melalui sam­bun­gan tele­pon What­sApp­nya nya men­gatakan, bah­wa ia sedang dalam per­jalanan. dan itu memang betul.

“Memang Betul, itu saya men­gatakan jan­gan ngomong-ngomong den­gan sia­pa-sia­pa, dan disi­ni ada anak wartawan, awas iya, awas iya Jagan sam­pai ngomong den­gan sia­pa-sia­pa. den­gan tujuan­nya itu Jagan ada bahasa yang sim­pang siur,” tut­up Redi.

Kon­fir­masi kami ke pihak Kan­tor Cabang Dinas Pen­didikan dan Kebu­dayaan Pro­visi Lam­pung

Sunar­di pihak kan­tor cabang Dinas Pen­didikan dan Kebu­dayaan Propin­si Lam­pung di Kabu­pat­en Pringsewu, kepa­da team awak media men­je­laskan, bah­wa ban­tu­an PIP itu seharus­nya dis­er­ahkan dulu ke pihak pener­i­ma PIP untuk keper­lu­an siswa, dari ser­agam seko­lah, tas, dan lainya, baru kalau ada tung­gakan SPP itu keikhlasan wali murid.

KLIK BERITA SANGGAHANNYA

Beber­a­pa pener­i­ma PIP lainya juga men­je­laskan tidak bisa mem­inta uang PIP terse­but hanya untuk beli sep­a­tu atau tas, saat kami kon­fir­masi lebih lan­jut. (Team KWRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *