Berita Investigasi

Uang PIP Murid SMK PGRI 1 Pringsewu “Pindah Tangan”

1145
×

Uang PIP Murid SMK PGRI 1 Pringsewu “Pindah Tangan”

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id – Beberapa murid sekolah SMK PGRI 1 Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, keluhkan dengan adanya penahanan uang bantuan PIP, yang tidak diberikan ke penerima PIP, bahkan uang itu langsung diambil oleh oprator depodik setelah murid menerima uang di bank BRI, Kamis (29/08/2024).

BACA JUGA SANGGAHAN 

Diungkapkan beberapa Murid PGRI, yang mendapatkan bantuan dana PIP bahwa, kemarin kami di bawa ke BANK BRI untuk mencairkan uang PIP yang di dampingi ibu Yuyun, namun setelah uang itu kami terima di bank langsung diminta sama ibu Yuyun di BANK.

  Sanggahan dugaan Kongkalikong Tidak Benar, Diduga Dana Silpa 2023 Desa Laman Satong "Fiktif"

Senada yang diungkapkan oleh salah satu murid yang namanya tidak disebutkan di sini, bahwa ia meminta uang PIP itu untuk membeli sepatu, tapi tidak diberikan oleh Yuyun.

Edi Waka Kesiswaan SMK PGRI 1 Pringsewu, ia mengatakan tidak tau dan kurang paham kalau soal bantuan dana PIP itu konfirmasi saja degan Kepala sekolah dan Ibu Yuyun oprator dapodik.

  Diduga Sarat Korupsi, Coran Rabat Beton Desa Payak Kumang Sudah Ngelupas

Sementa, Yuyun operator dapodik SMK PGRI 1 Pringsewu mengatakan bahwa, ada 25 murid yang dapat PIP tahun 2024, dan saya tidak menerima uang PIP itu dari murid. saya hanya menggarahkan murid untuk membayar tunggakan SPP.

“Uang itu diambil dan dipegang anak – anak masing – masing, lalu disetorkan ke bendahara disekolah, saya tidak mengambil atau menerima titipan uang dari anak-anak di bank, kemarin seperti itu prosesnya,” tegas Yuyun, saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsAppnya.

  Mantap!, Proyek Dinas PU Bagun Ruas Jalan Banyumas - Margosari Patut Dicontoh

Selang beberapa menit, Kepala sekolah SMK PGRI Redi Purwanto, SPd., melalui sambungan telepon WhatsAppnya nya mengatakan, bahwa ia sedang dalam perjalanan. dan itu memang betul.

“Memang Betul, itu saya mengatakan jangan ngomong-ngomong dengan siapa-siapa, dan disini ada anak wartawan, awas iya, awas iya Jagan sampai ngomong dengan siapa-siapa. dengan tujuannya itu Jagan ada bahasa yang simpang siur,” tutup Redi. (Team).

Berita Sanggahan 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *