Lampung, SniperNew.id – Sebuah unggahan dari akun Facebook WeLove Lampung pada Rabu (31/07) menuai beragam komentar publik setelah memamerkan suasana jalanan perkampungan yang dipenuhi umbul-umbul dan bendera merah putih sebagai penanda bahwa Hari Kemerdekaan Indonesia semakin dekat. Dalam unggahan tersebut disertakan keterangan:
“Kalo udah ada umbul-umbul gini, tandanya hari kemerdekaan semakin dekat 🇮🇩🥳.”
Namun, alih-alih menuai apresiasi, unggahan tersebut justru mendapat sorotan tajam dari warganet terkait kondisi jalan yang terlihat rusak dan penuh lubang genangan air.
Beberapa komentar publik yang muncul:
Kata Sandi: “Mungkin saat ini merdeka hanya slogan..”
Al Akhmad: “Merdeka bagi para pejabat dan koruptor.”
Onah Onah: “Kalau kita ingat masih enak jaman dulu, jalan-jalan pada bagus. Kalau sekarang udah ada anggaran, tapi tambah parah.”
Christian Pratomo: “Pasir, semen, besi, aspalnya sudah jadi alphard di garasinya pejabat.”
Fredi Menggala: “Waduh jalannya banyak lubangnya, ini kayak dompet saya berlubang. Daerah mana yah, biar kalo saya jadi anggota atau kepala dinasnya…”
Tidak hanya mengomentari jalan yang rusak, sebagian warganet bahkan mempertanyakan esensi dari pemasangan bendera:
Darlin: “Udalah gak usah pasang bendera, kita kan udah merdeka dari dulu jadi buat apa pasang bendera. Kalau hanya buat hari peringatan kemerdekaan, cukup di Istana Jakarta ajaa.”
Budi Andrean: “Lebih baik bendera merah putih ku akan aku simpan saja, tidak akan aku kibarkan. Biar bersih, kalau dikeluarkan pasti kotor seperti koruptor.”
Pra Tama: “Jauh dari kata MERDEKA, lah KORUPTOR aja makin merajalela.”
Komentar lainnya juga menyinggung kondisi daerah: Manggondrong Gondrong: “Jalan masih berlubang-lubang, jangan dipasang kalau jalan bagus, usaha lancar, sembako turun baru pasang.”
Andri Gendut: “Lampung lampung hadeeh… dari saya masih SD sampai sekarang punya anak 3, jalan gak ada berubahnya, masih kayak sawah. Pejabatnya pada ngapain kerjanya?”
Komentar penutup dari netizen juga memperjelas sindiran atas ketimpangan infrastruktur:
Apri Yanto: “Katanya udah merdeka, kok jalannya masih jelek. Kecuali belum merdeka, lah jalan masih jelek nggak apa-apa 😂😭.”
Unggahan ini secara tidak langsung mengungkap realitas sosial yang dirasakan masyarakat menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Meski simbol-simbol kemerdekaan seperti bendera dan umbul-umbul sudah mulai menghiasi jalan, kondisi infrastruktur yang buruk terlihat dari jalan rusak dan genangan air menjadi ironi yang mencolok.
Tujuan dari unggahan tersebut awalnya mungkin hanya untuk memunculkan semangat menyambut Hari Kemerdekaan. Namun, reaksi netizen justru menggambarkan keresahan masyarakat terhadap pembangunan yang belum merata dan dugaan penyalahgunaan anggaran. Mereka menyuarakan bahwa kemerdekaan bukan hanya seremoni simbolik, melainkan juga harus diwujudkan dalam pelayanan publik yang nyata, seperti perbaikan jalan, penurunan harga sembako, dan pemberantasan korupsi.
Foto jalan berlubang itu akhirnya menjadi simbol ketimpangan di satu sisi ada semangat nasionalisme yang ditunjukkan lewat bendera, namun di sisi lain masyarakat merasa belum sepenuhnya menikmati buah dari kemerdekaan itu sendiri. Keprihatinan warga Lampung ini menjadi refleksi bahwa pembangunan harus menyentuh kebutuhan dasar rakyat, bukan sekadar perayaan seremonial tahunan.
Editor: (Ahmad).


















