Bantuan BOSBerita DaerahBerita InvestigasiBerita Pendidikan

Polemik Biaya Seragam SMKN 9 Bandar Lampung, Wali Murid Mengeluh, LSM Desak Disdik Audit Lapangan

669
×

Polemik Biaya Seragam SMKN 9 Bandar Lampung, Wali Murid Mengeluh, LSM Desak Disdik Audit Lapangan

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum DPP LSM PEMATANK, Suadi Romli, S.H. (Foto: Media Kirka)

BANDAR LAMPUNG, SNIPERNEW.id – Dugaan penarikan biaya ser­agam di SMKN 9 Ban­dar Lam­pung kem­bali men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah sejum­lah wali murid men­geluhkan besarnya nom­i­nal pem­ba­yaran ser­agam yang dise­but men­ca­pai Rp1.350.000 hing­ga Rp1.500.000 untuk tiga stel, khusus­nya bagi siswa juru­san OSIS olahra­ga, Selasa (06/1/2025).

Infor­masi terse­but dis­am­paikan oleh nara­sum­ber wali murid yang eng­gan dise­butkan namanya. Menu­rut keteran­gan­nya, wali murid hanya mengam­bil tiga stel ser­agam den­gan total pem­ba­yaran sek­i­tar Rp1.350.000.

Bahkan, untuk juru­san ter­ten­tu seper­ti OSIS olahra­ga, jum­lah keselu­ruhan yang diin­for­masikan dise­but men­ca­pai Rp1.500.000. Kon­disi ini memicu per­tanyaan dan keluhan terkait transparan­si ser­ta kewa­jaran har­ga ser­agam di seko­lah negeri terse­but.

Menang­gapi pem­ber­i­taan itu, Dinas Pen­didikan dan Kebu­dayaan Provin­si Lam­pung melalui Kepala Dinas Dik­bud, Thomas Amiri­co, S.STP., M.H./M.M., pada Selasa (06/01/2026) menyam­paikan klar­i­fikasi res­mi den­gan meneruskan pen­je­lasan dari Kepala SMKN 9 Ban­dar Lam­pung kepa­da awak media.

  Klarifikasi Anggaran SMA Negeri 1 Pringsewu Dialihkan, Publik Pertanyakan Peran Pengawasan Kacabdin

Dalam keteran­gan­nya, pihak seko­lah men­je­laskan bah­wa pen­gadaan ser­agam dilakukan melalui for­mulir peme­sanan yang dibagikan kepa­da orang tua siswa. Wali murid dim­inta mencek­lis jenis ser­agam yang diinginkan, dan peme­sanan terse­but dite­gaskan bersi­fat tidak wajib ser­ta tan­pa unsur pemak­saan.

Pen­gadaan ser­agam hanya untuk jenis ter­ten­tu yang tidak terse­dia di pasaran, seper­ti ser­agam batik seko­lah, ser­agam juru­san, dan ser­agam olahra­ga,” jelas Kepala SMKN 9 Ban­dar Lam­pung seba­gaimana dis­am­paikan oleh Kadis Dik­bud Lam­pung.

Pihak seko­lah juga mem­ban­tah infor­masi har­ga ser­agam sebe­sar Rp1.500.000 hing­ga Rp1.950.000 untuk tiga stel. Berdasarkan klar­i­fikasi res­mi, pen­gadaan ser­agam di SMKN 9 Ban­dar Lam­pung ter­diri dari empat stel den­gan total har­ga Rp1.330.000, sehing­ga nom­i­nal yang sebelum­nya beredar dini­lai tidak sesuai den­gan kon­disi di lapan­gan.

Terkait pen­gelo­laan anggaran, seko­lah mene­gaskan bah­wa pen­gadaan ser­agam tidak dikelo­la melalui ben­da­hara BOS, melainkan melalui Badan Layanan Umum Daer­ah (BLUD) SMKN 9 Ban­dar Lam­pung, sesuai mekanisme pen­gelo­laan keuan­gan yang berlaku.

  Insan Brilian BRI BO Perdagangan Bermuhasabah Sambut Bulan Suci

Semen­tara itu, Kadis Pen­didikan dan Kebu­dayaan Provin­si Lam­pung, Thomas Amiri­co, mene­gaskan komit­men pihaknya dalam men­ja­ga tata kelo­la pen­didikan yang transparan, adil, dan akunt­abel. Ia menekankan agar selu­ruh sat­u­an pen­didikan negeri mematuhi prin­sip non-pemak­saan dalam pen­gadaan kebu­tuhan seko­lah.

“Klar­i­fikasi ini pent­ing agar infor­masi yang berkem­bang di masyarakat men­ja­di berim­bang dan tidak menim­bulkan kesalah­pa­haman,” ujarnya. Kadis­dik­bud Provin­si Lam­pung, lan­jut dia, tetap mem­bu­ka ruang pen­gawasan, eval­u­asi, ser­ta dia­log antara seko­lah, orang tua siswa, dan masyarakat.

Di sisi lain, polemik terse­but juga men­da­p­at per­ha­t­ian dari LSM PEMATANK. Ket­ua Umum LSM PEMATANK, Sua­di Rom­li, S.H., Menang­gapi polemik yang berkem­bang, Ket­ua Umum DPP LSM PEMATANK, Sua­di Rom­li, S.H., meny­atakan dukun­gan penuh ter­hadap langkah dan kete­gasan Kepala Dinas Pen­didikan dan Kebu­dayaan Provin­si Lam­pung dalam melakukan pen­gawasan ser­ta penin­dakan ter­hadap sat­u­an pen­didikan yang dini­lai berpoten­si meny­im­pang dari atu­ran.

Menu­rut Sua­di Rom­li, S.H., langkah tegas terse­but san­gat pent­ing seba­gai bagian dari upaya pence­ga­han dini sekali­gus untuk mewu­jud­kan pro­gram pen­didikan gratis yang benar-benar dirasakan masyarakat, khusus­nya di seko­lah negeri.

Kami san­gat men­dukung pro­gram dan kete­gasan Dinas Pen­didikan Provin­si Lam­pung. Pen­gawasan dan tin­dakan tegas harus dilakukan secara objek­tif agar tidak ada celah bagi pihak-pihak di seko­lah yang men­co­ba mengam­bil keun­tun­gan prib­a­di den­gan men­gatas­na­makan kebu­tuhan pen­didikan,” tegas Sua­di Rom­li.

Ia meni­lai, kebi­jakan yang transparan dan kon­sis­ten akan men­ja­di fon­dasi pent­ing dalam men­ja­ga integri­tas dunia pen­didikan ser­ta melin­dun­gi hak peser­ta didik dan orang tua siswa.

Prin­sip­nya, pen­gelo­laan pen­didikan harus beror­i­en­tasi pada pelayanan pub­lik, bukan kepentin­gan prib­a­di atau kelom­pok. Jika atu­ran dijalankan den­gan benar, maka keper­cayaan masyarakat ter­hadap pen­didikan di Provin­si Lam­pung akan semakin kuat,” ujarnya.

Sua­di juga menekankan bah­wa sikap kri­tis LSM PEMATANK bukan untuk men­jatuhkan pihak ter­ten­tu, melainkan seba­gai ben­tuk par­tisi­pasi pen­gawasan sosial demi men­dukung kin­er­ja pemer­in­tah daer­ah.

“Kami ingin men­gangkat dan men­ja­ga nama baik pen­didikan Provin­si Lam­pung. Keti­ka pen­gawasan ber­jalan dan atu­ran dite­gakkan, maka kual­i­tas dan mar­wah dunia pen­didikan akan ter­ja­ga,” pungkas­nya.

penulis: (iskan­dar — tim).