Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Kontroversi Gaji Guru: Kritik Publik atas Kebijakan Pemerintah

589
×

Kontroversi Gaji Guru: Kritik Publik atas Kebijakan Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Isu men­ge­nai kese­jahter­aan guru kem­bali men­cu­at di ruang pub­lik sete­lah perny­ataan Menteri Keuan­gan Sri Mulyani yang meny­ing­gung soal gaji guru dan dosen. Dalam sebuah ung­ga­han media sosial, perny­ataan terse­but memicu reak­si keras masyarakat kare­na diang­gap meren­dahkan per­an tena­ga pen­didik yang seharus­nya men­ja­di gar­da ter­de­pan dalam mencer­daskan kehidu­pan bangsa, Selasa (19/08).

Sebuah video yang beredar luas di media sosial menampilkan seo­rang perem­puan men­ge­nakan busana batik den­gan motif Garu­da, lengkap den­gan hijab hitam. Dalam video itu, ia menyam­paikan kere­sa­han terkait ren­dah­nya gaji guru di Indone­sia. Pada cup­likan video, ter­li­hat data tabel den­gan angka Rp3.203.600 yang ditun­jukkan seba­gai nom­i­nal gaji. Den­gan ekspre­si serius, ia menye­butkan, “Cuma tiga juta dua ratus lebih dik­it. Eng­gak nyampe empat ribu per­ak.” Ungka­pan ini menggam­barkan keke­ce­waan atas kecil­nya pen­da­p­atan yang diter­i­ma guru, jum­lah yang diang­gap tidak seband­ing den­gan tang­gung jawab besar mere­ka dalam dunia pen­didikan.

Reka­man yang sama juga meny­er­takan poton­gan beri­ta berjudul: “Sri Mulyani soal gaji guru dan dosen kecil: Apakah semua harus dari uang negara? Atau ada par­tisi­pasi WNI?” yang diku­tip dari media nasion­al pada tang­gal 7 Agus­tus 2025. Poton­gan terse­but kemu­di­an meman­tik perde­batan di jagat maya, khusus­nya men­ge­nai per­an negara dalam men­jamin kese­jahter­aan tena­ga pen­didik.

  TV 24 Inci Bisa Kredit Tanpa DP? Netizen Auto Serbu Penawaran UMKM Ini!

Akun media sosial trend_politik.id, yang men­gung­gah video ini, mem­berikan keteran­gan tajam: “Gaji DPR yang ker­ja gak jelas dan nyusahin raky­at dinaikan, guru yang berpro­fe­si mencer­daskan anak bangsa diang­gap beban negara. Sebe­narnya, Sri Mulyani itu ibu menteri atau ibu tiri?”

Keteran­gan terse­but lang­sung meman­tik reak­si pub­lik. Ung­ga­han ini ter­catat sudah diton­ton puluhan ribu kali, den­gan ratu­san tan­da suka dan puluhan komen­tar war­ganet yang may­ori­tas meny­atakan keke­ce­waan­nya ter­hadap kebi­jakan pemer­in­tah.

Dalam video yang sama, perem­puan itu kem­bali mene­gaskan den­gan suara berge­tar, “Gaji guru bera­pa sih?” Per­tanyaan terse­but ter­den­gar seder­hana, namun sesung­guh­nya meru­pakan rep­re­sen­tasi dari kege­lisa­han banyak tena­ga pen­didik di Indone­sia. Data gaji sebe­sar Rp3,2 juta yang dise­butkan dini­lai san­gat min­im jika diband­ingkan den­gan kebu­tuhan hidup yang terus meningkat aki­bat inflasi, kenaikan har­ga bahan pokok, hing­ga biaya pen­didikan anak.

Masyarakat mem­band­ingkan kon­disi ini den­gan besarnya gaji peja­bat negara, khusus­nya anggota DPR, yang nilainya jauh lebih ting­gi. Kri­tik semakin tajam kare­na kenaikan gaji bagi peja­bat ser­ing kali men­da­p­at per­se­tu­juan cepat, semen­tara kese­jahter­aan guru ker­ap kali ter­tun­da den­gan alasan keter­batasan anggaran negara.

  Elviana Putri Jual TV Tabung 21 Inci, Kondisi Mulus dan Masih Orisinal

Per­an Guru yang Vital

Guru memi­li­ki posisi strate­gis dalam pem­ban­gu­nan bangsa. Mere­ka bertu­gas bukan hanya menyam­paikan ilmu, tetapi juga mem­ben­tuk karak­ter, moral, ser­ta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepa­da gen­erasi penerus. Sayangnya, per­an besar ini ker­ap tidak sejalan den­gan peng­har­gaan negara dalam ben­tuk kese­jahter­aan.

Sejum­lah war­ganet dalam kolom komen­tar menyayangkan perny­ataan Menteri Keuan­gan yang diang­gap seo­lah-olah memindahkan tang­gung jawab negara kepa­da masyarakat. Menu­rut mere­ka, pen­didikan adalah hak dasar war­ga negara seba­gaimana dia­manatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, sehing­ga sudah semestinya negara hadir penuh dalam mem­bi­ayai gaji guru dan dosen.

Perny­ataan Sri Mulyani yang mem­per­tanyakan apakah semua gaji guru harus berasal dari uang negara dipan­dang prob­lema­tis. Hal itu menim­bulkan kesan bah­wa pem­bi­ayaan guru bukan­lah pri­or­i­tas uta­ma. Pada­hal, keber­adaan guru adalah ele­men vital dalam men­ja­ga kual­i­tas pen­didikan nasion­al.

Sejum­lah kalan­gan akademisi menye­butkan, jika guru terus dib­iarkan dalam kon­disi gaji ren­dah, maka kual­i­tas pen­didikan akan ter­an­cam. Guru yang tidak sejahtera dikhawatirkan kehi­lan­gan moti­vasi, bahkan berpoten­si men­cari peker­jaan sampin­gan yang men­gu­ran­gi fokus dalam men­ga­jar.

Pemer­hati pen­didikan juga menekankan pent­ingnya pemer­in­tah men­gubah par­a­dig­ma. Alih-alih meli­hat guru seba­gai beban anggaran, guru seharus­nya dipan­dang seba­gai inves­tasi jang­ka pan­jang bangsa. Dana yang dikelu­arkan negara untuk kese­jahter­aan guru akan kem­bali dalam ben­tuk gen­erasi muda yang lebih berkual­i­tas, kom­peti­tif, dan mam­pu mem­bawa Indone­sia ber­saing di tingkat glob­al.

  Beras Aceh Mengalir ke Sumut, Harga di Daerah Sendiri Meroket

Gelom­bang kri­tik yang muncul di media sosial pas­ca ung­ga­han trend_politik.id men­ja­di sinyal kuat bah­wa pub­lik menginginkan adanya peruba­han nya­ta. Kenaikan gaji guru men­ja­di isu mende­sak yang tidak bisa lagi ditun­da.

Organ­isasi pro­fe­si guru sebelum­nya juga sudah beru­lang kali menyuarakan hal seru­pa. Mere­ka meni­lai bah­wa kesen­jan­gan antara gaji guru dan peja­bat negara ter­lalu lebar, sehing­ga men­cip­takan keti­dakadi­lan sosial. Selain itu, masih banyak guru hon­or­er yang peng­hasi­lan­nya jauh lebih ren­dah dari angka Rp3 juta, bahkan ada yang hanya mener­i­ma ratu­san ribu rupi­ah per bulan. Kon­disi ini jelas berten­tan­gan den­gan seman­gat mencer­daskan kehidu­pan bangsa.

Kon­tro­ver­si terkait gaji guru dan perny­ataan Menteri Keuan­gan Sri Mulyani mem­bu­ka kem­bali diskusi pan­jang ten­tang pri­or­i­tas anggaran negara. Pub­lik menun­tut adanya kead­i­lan, di mana pro­fe­si yang berper­an besar dalam pem­ban­gu­nan bangsa seharus­nya men­da­p­atkan peng­har­gaan yang layak.

Ung­ga­han di media sosial yang mem­per­li­hatkan video seo­rang perem­puan menyuarakan kere­sa­han atas gaji guru men­ja­di cer­mi­nan nya­ta aspi­rasi masyarakat. Den­gan lebih dari puluhan ribu penayan­gan, video ini men­ja­di buk­ti bah­wa isu kese­jahter­aan guru bukan hanya masalah kalan­gan pen­didikan, tetapi juga masalah bangsa yang harus segera dis­e­le­saikan oleh pemer­in­tah.

Edi­tor: (Dar­mawan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *