Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Ketum DPP LSM PAMATANK Tegaskan Hapus Sistem Zonasi dan Uang Komite Sekolah

282
×

Ketum DPP LSM PAMATANK Tegaskan Hapus Sistem Zonasi dan Uang Komite Sekolah

Sebarkan artikel ini
Foto: Ketum DPP LSM PAMATANK Suadi Romli, Doc photo: (istimewa/Suadi Romli)

Ban­dar Lam­pung, SniperNew.id - Pendaf­taran Peser­ta Didik Baru (PPDB), dan uang komite jen­jang SMPN, SMAN maupun SMKN tahun 2024 di Provin­si Lam­pung men­u­ai polemik, Kamis (20/06/2024).

  Nawaripi Bangun SDM OAP Lewat Anyaman & Lomba Renang Tradisional

Aki­bat­nya, gelom­bang protes soal sis­tem zonasi dan uang komite seko­lah terus mengge­ma, hing­ga mende­sak peng­ha­pu­san sis­tem zonasi dan uang komite seko­lah.

Desak peng­ha­pu­san sis­tem zonasi dan uang komite seko­lah terse­but, salah sat­un­ya dis­am­paikan oleh Ket­ua Umum (Ketum) DPP Pematank, Sua­di Rom­li.

“Hapus sis­tem zonasi, dan uang komite seko­lah. Jan­gan patahkan seman­gat anak bela­jar, gen­erasi anak didik kita den­gan sis­tem anda,” ujar Rom­li, Kamis (20/06/2024).

  Demo Sengketa Lahan Ricuh, Warga Jadi Korban

Menu­rut­nya, pem­ber­lakukan sis­tem zonasi, dan uang komite seko­lah seti­ap PPDB mem­bu­at orang tua peser­ta didik merasa dirugikan.

Iro­nis­nya, kata Rom­li, jalur Afir­masi juga masih meng­gu­nakan sis­tem zonasi. Pada­hal, jalur afir­masi adalah pener­i­ma PIP sehing­ga harus diu­ta­makan dalam PPDB. Tapi, keny­ataanya saat pener­i­ma diper­lakukan sama.

“Sila ke lima, dalam Pan­casi­la sudah jelas yakni, adanya kead­i­lan bagi selu­ruh raky­at Indone­sia. Namun, keny­ataanya masyarakat merasakan tidak ada kead­i­lan untuk men­da­p­atkan pen­didikan,” ujarnya.

  Pasar Inpres: Kebijakan yang Menabrak Aturan

Pada­hal, imbuh­nya, sis­tem zonasi diperke­nalkan ke pub­lik tahun 2016, dan telah diop­ti­malkan tahun 2017 tujuan­nya, adalah masyarakat men­da­p­at layanan pen­didikan yang mer­a­ta dari pemer­in­tah.

“Fak­tanya, masyarakat san­gat sudah men­da­p­atkan pen­didikan. Selain, rumit­nya sis­tem zonasi juga mahal­nya biaya pen­didikan, den­gan adanya uang komite seko­lah, UKT dan pung­utan lain­nya. Bagaimana, jika anak-anak di daer­ah ped­ala­man yang keter­batasan kemam­puan biaya,” tan­das­nya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *