Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Ketua Presidium FPII Tantang Menteri Desa,“Ayo Buktikan; Mana Itu Wartawan Bodrex !!!

555
×

Ketua Presidium FPII Tantang Menteri Desa,“Ayo Buktikan; Mana Itu Wartawan Bodrex !!!

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SeniperNew.id — Ket­ua Pre­sid­i­um Forum Pers Inde­pen­dent Indone­sia (FPII) Dra.Kasihhati menge­cam keras perny­ataan Menteri Desa & Pem­ban­gu­nan Daer­ah Tert­ing­gal (PDT) Yan­dri Susan­to dalam sebuah kegiatan Kementer­ian Desa yan̈g terse­bar melalui video dime­dia sosial baru-baru ini .

“Baru jadi menteri udah belagu, kalo ngomong itu pake otak jan­gan pake dengkul,” kecam Kasi­h­hati den­gan nada ger­am di Jakar­ta, Ming­gu (2/2/2025).

Sebelumjya dalam cup­likan video yang terse­bar luas sab­tu (1/2/2025), Menteri Yan­dri Susan­to menye­but adanya wartawan bodrex yang ker­janya menakut-naku­ti kepala desa,” Mere­ka mutar itu, hari ini ke kepala desa ini minta satu juta, jadi kalo tigara­tus desa, tiga ratus juta, kalah tuh gaji kemendes, gaji menteri ” ujar Yan­dri Susan­to sam­bil tertawa.

  Berikan Tausiah di MAN 2 Pasaman, Bupati Sabar AS inginkan sukses bagi Siswa-siswi.

Kasi­h­hati meni­lai perny­ataan Menteri Desa dan PDT itu telah mele­cehkan wartawan seba­gai sebuah pro­fe­si ter­hor­mat seba­gaimana amanat UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Dia (Mendes-red) jan­gan cuma bisa omon-omon, tapi nggak nger­ti wartawan seba­gai sebuah pro­fe­si ter­hor­mat !!” tegas Kasi­h­hati.

Kasi­h­hati menye­but, wartawan bodrex sejatinya hanyalah sebuah stig­ma yang tidak elok diu­cap­kan peja­bat set­ingkat menteri.

“Uca­pan­nya seakan menggen­er­al­isasi wartawan; tan­pa menye­but oknum; dan kalo memang itu ada; itu sifat­nya kasu­is­tik dan dia harus bisa buk­tikan sia­pa dan dimana itu wartawan bodrex,” tukas Jur­nalis senior yang akrab dis­apa den­gan pang­gi­lan Bun­da itu.

Dikatakan, wartawan bodrex itu hanyalah stig­ma, hanya isti­lah; kare­na itu bukan wartawan seba­gaimana umum­nya yang men­jalankan ker­ja jur­na­li­atik sesuai keten­tu­an UU Pers.“Mereka itu adalah oknum yang menung­gan­gi pro­fe­si wartawan, jadi sekali lagi kami tan­ta­ng Menteri Desa untuk buk­tikan omon­gan­nya;” tukas Bun­da Kasi­h­hati

  Demi Peningkatan Kompetensi Personel, Polda Maluku Lakukan Pelatihan

Dikatakan pula, “Menteri desa semest­nya bukan cuma klar­i­fikasi, tetapi harus minta maaf kepa­da selu­ruh wartawan indone­sia.

Seba­gai Ket­ua Pre­sid­i­um FPII dan Ket­ua Dewan Pers Inde­pen­den (DPI), Kasi­h­hati men­gakui banyak mener­i­ma lapo­ran dan pen­gad­u­an dari jajaran FPII di daer­ah; terkait perny­ataaan nyleneh Menteri Desa dan PDT.

“Seba­gai seo­rang Menteri, Yan­dri Susan­to harus mema­ha­mi bah­wa jika ada pri­laku wartawan yang berten­tan­gan den­gan UU Pers itu bersi­fat oknum jan­gan digen­er­al­isir, bikin stig­ma wartawan bodrex dan seba­gainya; yaaa kalo ada, laporkan saja tin­dakan krim­i­nal terse­but ke polisi. kare­na UU No.40/1999 ten­tang Pers maupun Kode Etik Jur­nal­is­tik Inde­pen­den tidak akan melin­dun­gi prak­tek pemerasan berke­dok wartawan itu,” beber Kasi­h­hati.

  Perwakilan Masyarakat Adat Pesawaran Sambangi Kejari

Menu­rut Kasi­h­hati, secara kelem­ba­gaan pihaknya tidak akan tol­er­an­si ter­hadap pri­laku oknum berke­dok pers yang melakukan tin­dakan krim­i­nal; kare­nanya pen­ingkatan kual­i­tas dan pro­fe­sion­al­isme jajaran wartawan lingkup FPII terus dilaksanakan.“termasuk salah sat­un­ya pada tang­gal 6 feb­ru­ari nan­ti: kita akan gelar dik­lat pers,” ucap­nya.

Pen­ingkatan Pro­fe­sion­al­isme jajaran wartawam lingkup FPII; kata Kasi­h­hati; telah men­ja­di komit­men pihaknya,“Wartawan seba­gai sebuah pro­fe­si harus mem­pun­yai kom­pe­ten­si yang dida­p­at melalui pelati­han singkat, pen­didikan singkat atau for­mal. Den­gan pelati­han terse­but wartawan memi­li­ki keahlian. Wartawan bek­er­ja tidak sema­ta-mata kare­na pro­fesinya namun juga memi­li­ki tang­gung jawab ter­hadap karya jur­nal­is­tiknya;” urai Kasi­h­hati.

Diakhir perbin­can­gan, Kasi­h­hati mem­inta agat semua pihak, teruta­ma peja­bat untuk stop dan hen­ti­ikan menyam­paikan stig­ma-stig­ma yang mele­cehkan wartawan seba­gai sebuah pro­fe­si. (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *