Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Heboh Video Guru Bersitegang di Sekolah Dasar, Viral di Lampung

498
×

Heboh Video Guru Bersitegang di Sekolah Dasar, Viral di Lampung

Sebarkan artikel ini

Lam­pung, SniperNew.id - Sebuah video yang mem­per­li­hatkan dua orang guru bersite­gang di sebuah seko­lah dasar ten­gah men­ja­di sorotan pub­lik. Video terse­but mem­per­li­hatkan keja­di­an di hala­man seko­lah, di mana dua guru tam­pak beradu argu­men di hada­pan para siswa yang sedang mengiku­ti kegiatan upacara, Ming­gu (24/08).

Dalam poton­gan video yang diung­gah ke media sosial, ter­li­hat situ­asi mem­anas keti­ka salah satu guru tam­pak melu­ap­kan emosi ter­hadap guru lain­nya. Video terse­but juga memu­at narasi yang menye­butkan bah­wa kete­gan­gan dipicu oleh banyaknya guru yang tidak hadir saat kegiatan upacara di seko­lah terse­but.

Dalam keteran­gan yang beredar melalui ung­ga­han akun media sosial lawanglam­pung, peri­s­ti­wa terse­but ter­ja­di di salah satu seko­lah dasar di Pesawaran, Lam­pung. Keteran­gan terse­but menye­butkan bah­wa seo­rang guru berseteru den­gan guru lain­nya aki­bat keti­dakhadi­ran sejum­lah guru saat upacara. Dalam suasana mem­anas terse­but, muncul dugaan bah­wa salah satu guru ham­pir melakukan tin­dakan fisik ter­hadap siswa.

Akun terse­but menuliskan. “Seo­rang guru berseteru den­gan guru lain­nya aki­bat banyak guru yang tidak hadir saat upacara dan ham­pir mem­cekik siswanya. Keja­di­an ini sung­guh ironi dikare­nakan masalah seper­ti ini seharus­nya dis­e­le­saikan di ruang guru, bukan di depan para siswa.”

Ung­ga­han terse­but juga menye­butkan bah­wa video ini telah viral di media sosial Tik­Tok sete­lah diung­gah oleh akun Beri­ta Lam­pung dan diton­ton oleh jutaan orang. Keteran­gan dalam video meny­atakan lokasi keja­di­an bera­da di Pesawaran, Lam­pung.

  Bupati Pesawaran: Guru Honorer 10 Tahun Bukan Sekadar Pahlawan, Tapi Inspirasi Hidup!

Fenom­e­na ini menim­bulkan banyak per­ha­t­ian dan perbin­can­gan dari masyarakat. Banyak war­ganet yang meni­lai bah­wa keja­di­an terse­but semestinya tidak ter­ja­di di depan siswa, mengin­gat seko­lah adalah tem­pat untuk men­didik dan mem­berikan teladan. Masalah inter­nal antar-guru semestinya dis­e­le­saikan melalui komu­nikasi yang baik di ruang khusus, bukan di depan anak-anak.

Dalam video yang beredar, tam­pak suasana pagi di hala­man seko­lah dasar den­gan para siswa men­ge­nakan ser­agam dan berbaris mengiku­ti kegiatan upacara. Tiba-tiba, per­ha­t­ian ter­al­ihkan kepa­da dua orang guru yang ter­li­hat bersite­gang di depan barisan siswa.

Salah satu guru ter­li­hat menun­juk atau mendekat den­gan nada yang tam­pak emo­sion­al. Guru lain­nya juga ter­li­hat ter­li­bat dalam perde­batan. Semen­tara itu, siswa-siswa ter­li­hat mem­per­hatikan peri­s­ti­wa terse­but.

Menu­rut narasi yang beredar, kete­gan­gan bermu­la keti­ka guru terse­but merasa ter­gang­gu atau kece­wa kare­na banyak rekan guru yang tidak hadir pada saat upacara, yang berim­bas pada kelan­car­an kegiatan. Hal ini memicu emosi dan menye­babkan perde­batan yang akhirnya berlang­sung di hada­pan murid-murid.

Video ini memicu perde­batan luas di media sosial. Banyak war­ganet yang meny­oroti aspek eti­ka dan pro­fe­sion­al­isme guru, ser­ta pent­ingnya men­ja­ga kete­nan­gan di depan siswa. Mere­ka meni­lai bah­wa meskipun alasan keti­dakpuasan bisa dimak­lu­mi, cara penyam­pa­ian­nya tidak tepat jika dilakukan di ruang pub­lik dan dis­ak­sikan anak-anak.

Beber­a­pa komen­tar pub­lik menekankan bah­wa guru adalah teladan bagi murid-murid­nya. Sikap, uca­pan, dan tin­dakan guru dap­at mem­beri pen­garuh besar ter­hadap perkem­ban­gan karak­ter anak. Keja­di­an seper­ti ini bisa menim­bulkan kesan negatif di mata siswa dan menced­erai prin­sip pen­didikan.

  Bupati Dendi Ramadhona Lantik Tiga Penjabat Kepala Desa

Selain itu, ter­da­p­at pula suara yang mengin­gatkan bah­wa seti­ap guru juga manu­sia yang bisa merasakan emosi. Oleh kare­na itu, pent­ing adanya ruang medi­asi dan penye­le­sa­ian masalah secara ter­tut­up untuk men­ja­ga mar­wah dunia pen­didikan.

Beber­a­pa prak­tisi pen­didikan menang­gapi kasus seper­ti ini seba­gai pela­jaran pent­ing bagi dunia pen­didikan. Menu­rut mere­ka, per­masala­han inter­nal di seko­lah tidak boleh dis­e­le­saikan di ruang pub­lik. Guru sebaiknya men­ja­di con­toh penye­le­sa­ian masalah melalui komu­nikasi efek­tif dan musyawarah.

Dari per­spek­tif pen­didikan karak­ter, apa yang dita­mpilkan orang dewasa, khusus­nya guru, akan dicon­toh oleh anak-anak. Apa­bi­la siswa meli­hat perde­batan emo­sion­al di depan umum, mere­ka bisa men­gang­gap per­i­laku terse­but wajar. Pada­hal, pen­didikan bukan hanya ten­tang trans­fer ilmu, tetapi juga pem­ben­tukan karak­ter.

Pakar juga men­yarankan agar pihak seko­lah melakukan eval­u­asi ter­hadap man­a­je­men inter­nal. Keti­dakhadi­ran guru pada kegiatan for­mal seko­lah seharus­nya dikelo­la den­gan kebi­jakan yang jelas, sehing­ga tidak menim­bulkan kon­flik ter­bu­ka.

Walaupun dalam video terse­but dise­butkan dugaan ham­pir ter­ja­di tin­dakan fisik, hing­ga saat ini belum ada lapo­ran res­mi terkait adanya kek­erasan. Infor­masi yang beredar baru sebatas dari narasi di media sosial. Prin­sip kehati-hat­ian diper­lukan dalam menyikapi isu ini agar tidak merugikan pihak-pihak ter­ten­tu.

Kode etik jur­nal­is­tik men­gatur bah­wa infor­masi harus diver­i­fikasi kebe­naran­nya sebelum dipub­likasikan. Oleh sebab itu, pent­ing untuk menung­gu klar­i­fikasi res­mi dari pihak seko­lah atau dinas pen­didikan setem­pat men­ge­nai kro­nolo­gi dan duduk perkara yang sebe­narnya.

Apa­bi­la memang ter­ja­di pelang­garan eti­ka atau tin­dakan tidak pan­tas di lingkun­gan pen­didikan, pihak berwe­nang per­lu mem­berikan pem­bi­naan dan sanksi sesuai atu­ran yang berlaku. Seba­liknya, jika infor­masi yang beredar tidak aku­rat, per­lu ada pelu­ru­san agar tidak menim­bulkan fit­nah atau stig­ma negatif ter­hadap tena­ga pen­didik.

  Wabup Pesawaran Bersama Danrem 043/Gatam Tinjau Progres Pembangunan KDMP Desa Sukaraja

Kasus ini menun­jukkan bagaimana peri­s­ti­wa lokal bisa cepat men­ja­di viral di era dig­i­tal. Keja­di­an yang hanya berlang­sung beber­a­pa menit dap­at terse­bar luas dan diton­ton jutaan orang hanya dalam hitun­gan jam.

Fenom­e­na viral mem­bawa dampak gan­da: di satu sisi bisa men­ja­di kon­trol sosial, namun di sisi lain berpoten­si mem­per­bu­ruk keadaan jika infor­masi tidak lengkap atau tidak aku­rat. Oleh kare­na itu, lit­erasi dig­i­tal pent­ing dim­i­li­ki oleh masyarakat agar bijak dalam mem­bagikan dan menang­gapi infor­masi.

Peri­s­ti­wa bersite­gangnya dua guru di Pesawaran, Lam­pung, men­ja­di pem­be­la­jaran pent­ing bagi dunia pen­didikan dan masyarakat luas. Masalah inter­nal semestinya dis­e­le­saikan melalui mekanisme inter­nal, bukan di hada­pan siswa atau pub­lik. Guru memegang per­an strate­gis dalam mem­ben­tuk karak­ter anak, sehing­ga sikap pro­fe­sion­al san­gat dibu­tuhkan.

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, klar­i­fikasi res­mi dari pihak seko­lah atau dinas pen­didikan terkait detail keja­di­an masih dinan­tikan. Pub­lik dihara­p­kan tetap bijak dalam menyikapi infor­masi yang viral di media sosial, ser­ta tidak ser­ta-mer­ta meng­haki­mi tan­pa data yang lengkap.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di cer­min bah­wa dunia pen­didikan tidak hanya butuh sis­tem pen­ga­jaran yang baik, tetapi juga kete­ladanan moral dan penye­le­sa­ian masalah yang bijak­sana.

BACA JUGA KLIK TANGGAPAN WAGUB

Artikel ini dis­usun untuk memenuhi stan­dar kode etik jur­nal­is­tik den­gan tetap berpe­gang pada fak­ta dari keteran­gan yang terse­dia tan­pa menam­bahkan asum­si. Edi­tor: (Ahmad).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *