Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Heboh Jilbab Impor Rp2.000, Menteri UKM Geram: UMKM Lokal Terancam Mati!

325
×

Heboh Jilbab Impor Rp2.000, Menteri UKM Geram: UMKM Lokal Terancam Mati!

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Diku­tip dari ung­ga­han akun media sosial Jenewain­spi­rasi, Sab­tu (08/11/2025), Menteri Kop­erasi dan UKM Maman Abdur­rah­man menyam­paikan keke­salan­nya sete­lah men­e­mukan jil­bab impor asal Chi­na dijual den­gan har­ga hanya Rp2.000 per potong di Indone­sia. Maman meni­lai har­ga super­mu­rah itu tidak masuk akal dan berpoten­si mematikan pelaku UMKM lokal, khusus­nya pen­gra­jin busana mus­lim dalam negeri, Sab­tu (09/11/2025).

  Promo Menarik dari WiFi Lintas Data Multimedia: Gratis Instalasi, Hanya Bayar Rp150 Ribu per Bulan!

Ia men­duga adanya prak­tik impor ile­gal yang menye­babkan pro­duk luar bisa masuk den­gan har­ga tidak wajar. Kare­na itu, Maman mem­inta pemer­in­tah mem­per­ke­tat pen­gawasan ter­hadap barang impor dan mene­gaskan pent­ingnya melin­dun­gi pro­duk lokal agar tidak kalah ber­saing di pasar dalam negeri.

Ung­ga­han terse­but juga men­u­ai berba­gai tang­ga­pan dari war­ganet. Akun @kloetox menulis bah­wa di Chi­na, pen­jahit kecil tidak dike­nakan pajak kare­na biaya hidup mere­ka ditang­gung pemer­in­tah. Semen­tara @eko.rianto.908 menye­but bah­wa kon­sumen berpeng­hasi­lan UMR hanya mam­pu mem­be­li pro­duk murah seper­ti jil­bab impor terse­but, bukan kare­na tidak menc­in­tai pro­duk lokal, tetapi kare­na keter­batasan ekono­mi.

  Cakar Ayam Naik Level: Dari Tanah Jadi Cuan, Berminat Kesini Jalannya!

Komen­tar lain datang dari @r.gregorius yang meni­lai seharus­nya menteri dap­at menghen­tikan atau melarang masuknya pro­duk impor murah, bukan hanya meny­atakan kegera­man. Sedan­gkan @de_ariaa, pelaku usa­ha kon­vek­si gamis mus­lim, men­gaku usa­hanya ambruk sejak maraknya pen­jualan murah di plat­form seper­ti Tik­Tok dan Shopee.

Akun @sukma_ammrya berpen­da­p­at bah­wa yang sebe­narnya mematikan UMKM bukan­lah baju bekas, melainkan pro­duk impor murah dari Chi­na. Ia men­je­laskan bah­wa murah­nya har­ga pro­duk Chi­na dise­babkan oleh dukun­gan besar pemer­in­tah mere­ka seper­ti sub­si­di gaji, listrik murah, dan bebas pajak. Hal sena­da dis­am­paikan @erzv_entertainment_yt yang men­yarankan agar pemer­in­tah Indone­sia meniru langkah Chi­na den­gan mem­beri sub­si­di besar kepa­da pelaku UMKM.

  Pak Bupati! Bantuan Nyasar, Emosi Meletup: Bapak Ojol Protes, Tetangga Mapan Ikut Kenyang!

Semen­tara itu, @ifadha_ameen meny­ing­gung banyaknya barang impor kare­na kemu­da­han akses bagi pelaku usa­ha asal Chi­na, dan @antoniuswu21 meny­oroti per­lun­ya per­lin­dun­gan tegas bagi pro­dusen lokal agar tidak ditekan pung­utan liar dan pre­man­isme di lapan­gan.

Fenom­e­na ini memicu perde­batan luas di dunia maya men­ge­nai kesen­jan­gan har­ga antara pro­duk impor dan lokal, ser­ta pent­ingnya keber­pi­hakan pemer­in­tah ter­hadap keber­lang­sun­gan UMKM di Indone­sia.

Sum­ber: jenewain­spi­rasi via pittravelers_idn — Diku­tip oleh media online snipernew.id, Sab­tu (08/11/2025).:  Penulis Iskan­dar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *