Berita Peristiwa

Perdebatan Status Soeharto: Pahlawan atau Biang Kesengsaraan Bangsa?

162
×

Perdebatan Status Soeharto: Pahlawan atau Biang Kesengsaraan Bangsa?

Sebarkan artikel ini

Jakarta, SniperNew.id — Perdebatan hangat muncul di media sosial setelah unggahan akun masbeni di platform Threads yang menyoroti pernyataan Vebrina Monicha dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)., Sabtu (08/11/2025).

Dalam unggahannya, disebutkan bahwa nama Soeharto dianggap sebagai sosok yang menjadi biang kesengsaraan rakyat Indonesia sejak tahun 1965.

Ajaib kalau biang kesengsaraan dijadikan pahlawan bangsa,” tulis akun tersebut disertai video bertuliskan ‘Kenapa Bukan Pahlawan, Indonesia Sengsara Karena Soeharto dari Tahun 65’.

Unggahan tersebut langsung memicu berbagai tanggapan dari warganet. Akun atep_minato menulis bahwa kepahlawanan seseorang semestinya dilihat dari perjuangannya sebelum menjadi presiden, bukan dari masa pemerintahannya. “Kalau Soeharto mau dijadiin pahlawan, pertanyaannya: kepahlawanan apa yang sudah dia lakukan sebelum jadi presiden?” tulisnya.

Namun, tak sedikit pula yang membela Soeharto. Akun gitoharzad berkomentar, “Andai kita menyadari, Soekarno tak sebaik yang kita tahu dan Soeharto tak sejahat yang kita duga.” Sementara budi.padang menambahkan, di era Soeharto banyak keluarga mampu menyekolahkan anak hingga sarjana dan spesialis, menggambarkan masa stabilitas ekonomi kala itu.

Komentar lain dari battle_for1st menyebut bahwa tragedi 1998 bukan sepenuhnya kesalahan Soeharto, melainkan kebijakan kabinet di bawahnya.

Sedangkan freddylampard8 menilai Soeharto berjasa menggulingkan Soekarno, namun juga mengkritik kebijakan yang dianggap membuka pintu bagi kepentingan asing seperti Freeport dan IMF.

Perdebatan semakin panas ketika sejumlah pengguna lain mempertanyakan apakah pemimpin modern seperti Jokowi dan Prabowo juga bisa disebut pahlawan bangsa.

Fenomena ini menunjukkan bahwa figur Soeharto masih menjadi perdebatan tajam di ruang publik Indonesia — antara warisan pembangunan dan luka sejarah masa lalu.

Penulis Iskandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *