Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Viral

Heboh di Tasikmalaya: Dua Lansia Ditemukan Tanpa Busana, Warga Geger di Siang Bolong

525
×

Heboh di Tasikmalaya: Dua Lansia Ditemukan Tanpa Busana, Warga Geger di Siang Bolong

Sebarkan artikel ini

Tasik­malaya, SniperNew.id – War­ga Kam­pung Babakan Kalangsari, Kelu­ra­han Suka­manah, Keca­matan Cipedes, Kota Tasik­malaya, men­dadak dihe­bohkan oleh keja­di­an tak biasa pada Rabu (8/10/2025) siang. Peri­s­ti­wa itu men­ja­di perbin­can­gan hangat di lingkun­gan setem­pat sete­lah dua orang pria lan­jut usia (lan­sia) dida­p­ati dalam keadaan yang diang­gap tidak pan­tas di sebuah rumah war­ga, Kamis (09/10/25).

Kabar terse­but per­ta­ma kali menye­bar melalui media sosial sete­lah akun Threads berna­ma lagi.viral mem­bagikan postin­gan yang menuliskan kro­nolo­gi awal keja­di­an. Dalam ung­ga­han itu, dise­butkan bah­wa insi­d­en bermu­la saat beber­a­pa war­ga merasa curi­ga ter­hadap aktiv­i­tas dua pria lan­sia di sebuah rumah di kawasan Babakan Kalangsari. Kecuri­gaan itu muncul lan­taran rumah terse­but tam­pak ter­tut­up rap­at, pada­hal biasanya ramai oleh aktiv­i­tas war­ga sek­i­tar.

Menu­rut keteran­gan war­ga yang diku­tip dari ung­ga­han terse­but, keja­di­an berlang­sung sek­i­tar pukul 13.00 WIB. Sejum­lah war­ga yang merasa curi­ga kemu­di­an men­co­ba memas­tikan keadaan di dalam rumah. Saat pin­tu dibu­ka, mere­ka dike­jutkan oleh peman­dan­gan tak terduga—dua pria lan­jut usia dalam kon­disi tidak berpaka­ian lengkap.

Seo­rang war­ga berna­ma Dedi, yang diku­tip dalam ung­ga­han itu, men­gungkap­kan bah­wa ia ter­ma­suk yang per­ta­ma kali menge­tahui keja­di­an terse­but.

“Saat kami buka, terny­a­ta ked­u­anya dalam keadaan tan­pa paka­ian. War­ga lang­sung kaget dan memang­gil war­ga lain,” ujar Dedi seba­gaimana dit­ulis dalam akun lagi.viral.

Son­tak, suasana di Kam­pung Babakan Kalangsari pun men­ja­di ricuh. War­ga yang terke­jut dan marah men­co­ba mene­nangkan situ­asi agar tidak menim­bulkan keribu­tan lebih besar. Beber­a­pa war­ga lain­nya kemu­di­an mem­inta ked­u­anya kelu­ar dari rumah terse­but agar situ­asi bisa dik­lar­i­fikasi secara ter­bu­ka.

  Air Mata YouTuber Pecah Saat Kunjungi Korban Banjir

“War­ga sem­pat mene­gur dan menasi­hati agar tidak men­gu­lan­gi per­bu­atan yang diang­gap tidak pan­tas dilakukan di lingkun­gan padat pen­duduk,” lan­jut Dedi.

Kabar keja­di­an itu cepat menye­bar dari mulut ke mulut dan melalui pesan singkat. Tak lama, puluhan war­ga berdatan­gan ke lokasi untuk memas­tikan kebe­naran infor­masi. Situ­asi sem­pat mem­anas, namun tokoh masyarakat setem­pat turun tan­gan mene­nangkan mas­sa agar tidak ter­ja­di tin­dakan main hakim sendiri.

Menu­rut keteran­gan tam­ba­han dari beber­a­pa war­ga sek­i­tar, ked­ua pria lan­sia terse­but dike­nal seba­gai war­ga lama di lingkun­gan terse­but. Ked­u­anya dik­abarkan telah lama sal­ing men­ge­nal dan ser­ing berin­ter­ak­si di sek­i­tar kam­pung. Mes­ki demikian, tidak ada catatan sebelum­nya men­ge­nai per­i­laku yang men­curi­gakan dari ked­u­anya.

Ket­ua RT setem­pat, yang eng­gan dise­but namanya, men­gatakan bah­wa pihaknya segera berko­or­di­nasi den­gan aparat kelu­ra­han dan kepolisian untuk menan­gani peri­s­ti­wa itu agar tidak menim­bulkan kesalah­pa­haman di masyarakat.

“Kami lang­sung laporkan kepa­da kelu­ra­han dan polisi. Kami tidak mau ada tin­dakan yang melang­gar hukum. Biar­lah aparat yang mem­pros­es sesuai atu­ran,” ujarnya.

Semen­tara itu, pihak kepolisian dari Polsek Cipedes mem­be­narkan bah­wa telah mener­i­ma lapo­ran terkait peri­s­ti­wa di wilayah Babakan Kalangsari terse­but. Petu­gas yang datang ke lokasi segera menga­mankan ked­ua pria lan­sia untuk dim­intai keteran­gan lebih lan­jut.

Kapolsek Cipedes melalui Kan­it Reskrim menyam­paikan bah­wa pihaknya akan menelusuri latar belakang keja­di­an terse­but. “Kami masih melakukan pemerik­saan ter­hadap ked­ua pihak dan beber­a­pa sak­si. Per­lu dipastikan apakah ada unsur pelang­garan hukum atau hanya kesalah­pa­haman sosial,” katanya saat dihubun­gi SniperNew.id melalui sam­bun­gan tele­pon, Kamis (9/10/2025).

  Warga Geruduk Truk Sawit, Dirut PT NS Turun Tangan Langsung

Polisi juga mengim­bau masyarakat agar tidak menye­barkan foto atau video keja­di­an terse­but di media sosial, mengin­gat dap­at menim­bulkan dampak sosial dan melang­gar pri­vasi para pihak yang ter­li­bat. “Kami ingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam menye­barkan infor­masi. Apala­gi jika men­gan­dung unsur asusi­la, kare­na dap­at dike­nai sanksi sesuai Undang-Undang ITE,” tegas­nya.

Ung­ga­han dari akun lagi.viral di plat­form Threads men­ja­di titik awal penye­baran infor­masi ini ke pub­lik. Dalam wak­tu singkat, postin­gan terse­but men­da­p­at ratu­san komen­tar dan dibagikan puluhan kali. Banyak war­ganet yang menang­gapi den­gan beragam komen­tar, mulai dari rasa her­an hing­ga kri­tik ter­hadap per­i­laku yang diang­gap tidak pan­tas dilakukan di usia lan­jut.

Namun, sejum­lah peng­gu­na media sosial lain­nya mengin­gatkan agar masyarakat tidak mudah meng­haki­mi. “Kita tidak tahu kon­disi sebe­narnya. Bisa jadi ada fak­tor kese­hatan men­tal atau kesalah­pa­haman. Jan­gan lang­sung viralkan,” tulis salah satu peng­gu­na di kolom komen­tar.

Fenom­e­na ini kem­bali memu­nculkan perde­batan men­ge­nai eti­ka masyarakat dalam ber­me­dia sosial. Beber­a­pa penga­mat komu­nikasi meni­lai, kasus seper­ti ini menun­jukkan lemah­nya lit­erasi dig­i­tal masyarakat, di mana peri­s­ti­wa sen­si­tif lang­sung dise­bar­lu­askan tan­pa mem­per­hatikan dampak sosial dan psikol­o­gis bagi pihak yang ter­li­bat.

Tokoh masyarakat setem­pat meni­lai, kasus ini harus dijadikan pem­be­la­jaran bersama, teruta­ma dalam men­ja­ga nilai-nilai kesopanan dan kepedu­lian ter­hadap sesama, ter­ma­suk lan­sia.
“Tidak seharus­nya keja­di­an seper­ti ini dijadikan bahan ton­to­nan atau viral di media sosial. Kita harus bijak. Yang lebih pent­ing adalah bagaimana mem­ban­tu mere­ka agar tidak men­gu­lan­gi hal seru­pa dan memas­tikan kon­disi mere­ka sehat secara jas­mani maupun men­tal,” ujar salah satu tokoh aga­ma di wilayah itu.

Pihak kelu­ra­han juga meny­atakan akan melakukan pem­bi­naan sosial kepa­da ked­ua lan­sia terse­but. Langkah itu diam­bil agar keja­di­an seper­ti ini tidak kem­bali ter­ja­di, sekali­gus mem­berikan pema­haman kepa­da war­ga untuk mengede­pankan pen­dekatan kemanu­si­aan dalam menye­le­saikan masalah.

  Pedagang Jujur Pilih Tak Berjualan Demi Kualitas, Kisah Inspiratif Pakdhe Parjono

Fenom­e­na ini mem­bu­ka kem­bali diskusi pub­lik men­ge­nai kon­disi sosial dan psikol­o­gis para lan­sia di masyarakat. Menu­rut psikolog sosial dari Uni­ver­si­tas Sili­wan­gi, Dr. Rah­mawati, lan­sia ser­ing meng­hadapi tekanan sosial dan kesepi­an, teruta­ma jika hidup sendiri atau ter­iso­lasi dari kelu­ar­ga.
“Beber­a­pa lan­sia bisa men­gala­mi gang­guan per­i­laku kare­na penu­runan fungsi kog­ni­tif atau masalah psikol­o­gis. Masyarakat per­lu mema­ha­mi bah­wa pen­dekatan yang manu­si­awi dan empatik jauh lebih efek­tif diband­ingkan peng­haki­man sosial,” jelas­nya.

Ia menam­bahkan, pemer­in­tah daer­ah dap­at mem­perku­at layanan sosial berba­sis komu­ni­tas untuk mem­berikan per­ha­t­ian lebih kepa­da war­ga lan­jut usia. “Pem­bi­naan rutin, pemerik­saan kese­hatan men­tal, dan kegiatan sosial bisa men­ja­di solusi agar lan­sia tetap aktif dan pro­duk­tif,” tuturnya.

Keja­di­an di Kam­pung Babakan Kalangsari men­ja­di pengin­gat pent­ing bagi semua pihak. Di satu sisi, masyarakat memi­li­ki hak untuk men­ja­ga ketert­iban dan nor­ma sosial di lingkun­gan­nya. Namun di sisi lain, seti­ap indi­vidu — ter­ma­suk lan­sia — tetap memi­li­ki hak atas pri­vasi dan per­lakuan yang manu­si­awi.

Pihak kepolisian saat ini masih men­dala­mi kasus terse­but dan mengim­bau agar masyarakat tidak menye­barkan ulang foto atau video keja­di­an yang dap­at meny­ing­gung marta­bat manu­sia. Media mas­sa juga dihara­p­kan tetap mengede­pankan prin­sip jur­nal­isme bereti­ka den­gan menghin­dari pem­ber­i­taan yang bersi­fat sen­sa­sion­al.

Peri­s­ti­wa ini sekali­gus men­ja­di reflek­si sosial bah­wa kepekaan, empati, dan kepedu­lian ter­hadap war­ga lan­jut usia per­lu terus diperku­at. Dalam masyarakat yang semakin ter­hubung secara dig­i­tal, men­ja­ga batas antara kepedu­lian dan pelang­garan pri­vasi adalah tan­ta­n­gan besar yang harus dihadapi bersama.

Reporter: (Tim SniperNew.id)
Edi­tor: (Ahm/abd)
Sum­ber: ung­ga­han Threads akun @lagi.viral,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *