Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Gubernur Jateng Minta Pajak PBB-P2 di Pati Turun, Warga Geram!

208
×

Gubernur Jateng Minta Pajak PBB-P2 di Pati Turun, Warga Geram!

Sebarkan artikel ini

Pati, SniperNew.id —  Guber­nur Jawa Ten­gah Ahmad Luth­fi secara tegas mem­inta Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pati segera menu­runk­an kenaikan Pajak Bumi dan Ban­gu­nan Perde­saan dan Perko­taan (PBB-P2) yang men­ca­pai 250 persen. Kenaikan pajak yang dini­lai mem­be­bani raky­at ini men­u­ai sorotan tajam dari masyarakat dan men­u­ai gelom­bang reak­si keras di media sosial.

Dalam sebuah video yang diung­gah akun Threads @murianewscom, Guber­nur Luth­fi menekankan bah­wa kebi­jakan pajak tidak boleh mem­ber­atkan raky­at. Ia menyam­paikan secara ter­bu­ka kepa­da pemer­in­tah daer­ah Kabu­pat­en Pati agar segera mengeval­u­asi dan menu­runk­an tarif PBB-P2 yang sudah telan­jur naik drastis.

“Kebi­jakan pajak tidak boleh mem­be­bani masyarakat,” kata Guber­nur Ahmad Luth­fi dalam video terse­but, men­ge­nakan ser­agam putih dan berlatarkan war­ga ser­ta ban­gu­nan rumah seder­hana.

Ung­ga­han dari @murianewscom terse­but lang­sung viral dan men­ja­di perbin­can­gan hangat di kalan­gan neti­zen. Banyak war­ganet yang men­gungkap­kan keke­ce­waan mere­ka ter­hadap Bupati Pati ser­ta men­dukung langkah Guber­nur Jateng.

  Petani Milenial Tabur Asa: Potret Gigih di Tengah Sawah Bikin Netizen Tersentuh

Berikut adalah berba­gai komen­tar masyarakat yang muncul di ung­ga­han terse­but:

@abdulrahmancom2025 (1 jam yang lalu) menulis. “Seharus­nya jadi pemimpin itu yang begi­ni, yang tau kon­disi ama raky­at­nya. Bupati Pati sekarang itu gak tau raky­at­nya. Raky­at yang mil­ih malah di tan­ta­ng, jan­gankan 5 ribu pen­de­mo, 50 ribu pen­de­mo pun Bupati gak gen­tar. Apa itu gak melawan?”

@rahmani_arrahimi69 (17 jam yang lalu) menyayangkan kurangnya koor­di­nasi:

“Perasaan aku sebelum menaikkan pajak pasti ada kon­sul­tasi dulu ke pimp­inan tert­ing­gi di daer­ah… perasaan aku aja sih!”

@fabzaba (3 jam yang lalu) mem­inta Guber­nur tetap fokus pada tang­gung jawab­nya:

“Ya Allah pak guber­nurku, war­ga Pati udah pin­tar semua, urusin tugas bapak semua, urusin tugas bapak aja, war­ga bapak menung­gu gebrakan ker­ja­mu.”

@imoberta9315 (11 jam yang lalu) mengin­gatkan bahaya sosial jika pajak tak ditu­runk­an:

“Jika pajak tidak ditu­runk­an sebelum tang­gal 13 Agus­tus saya khawatir hal pal­ing buruk akan ter­ja­di. Jan­gan menyalahkan raky­at.”

@muhamadsugiarto634 (2 jam yang lalu) men­go­men­tari poten­si aksi ter­hadap Guber­nur:

“Seben­tar lagi guber­nurnya di demo untuk turun.”

@rizkydjumi (17 jam yang lalu) mengkri­tik kepemimp­inan Guber­nur Jateng:

  ASN Jabar WFH Setiap Kamis, Langkah Efisiensi dan Adaptasi Kerja Digital

“Guber­nur yang sukanya nyindir, urusin pak bawa­han­mu sama infra­struk­tur jalan di Jateng, masuk Jateng lang­sung ancur jalan­nya.”

@sabakyanto (2 jam yang lalu) meny­oroti aro­gan­si kekuasaan.

“Bupati ter­lalu pandai, ter­lalu kuasa sehing­ga tidak mem­per­du­likan sia­pa yang men­jadikan dia berkuasa. Lupa diri, akhirnya jadi bumerang kabu­pat­en Pati.”

Kenaikan PBB-P2 yang men­ca­pai 250% ini men­ja­di isu besar di Kabu­pat­en Pati. Banyak masyarakat yang merasa terke­jut dan ter­cekik aki­bat lon­jakan pajak terse­but. Kri­tik deras men­galir ke Bupati Pati, Haryan­to, yang dini­lai tidak peka ter­hadap kon­disi sosial dan ekono­mi masyarakat.

Seba­gian masyarakat bahkan merasa kece­wa kare­na menu­rut mere­ka, kepu­tu­san besar seper­ti ini seharus­nya dikon­sul­tasikan ter­lebih dahu­lu den­gan pemer­in­tah provin­si atau Guber­nur seba­gai pemimpin wilayah admin­is­tratif tert­ing­gi. Namun keny­ataan­nya, kepu­tu­san itu diam­bil tan­pa dia­log pub­lik yang memadai.

Selain tekanan dari Guber­nur Jateng, masyarakat mulai melakukan berba­gai ben­tuk protes ter­bu­ka, baik di dunia nya­ta maupun media sosial. Kekhawati­ran akan ter­jadinya demo besar-besaran pun mulai menge­mu­ka, teruta­ma jika tidak ada respons cepat dari pihak pemer­in­tah kabu­pat­en.

Kenaikan pajak dalam kon­teks ekono­mi daer­ah memang ser­ing diang­gap seba­gai langkah untuk meningkatkan pen­da­p­atan asli daer­ah (PAD). Namun, dalam kon­disi ekono­mi pas­ca-pan­de­mi seper­ti saat ini, kebi­jakan seper­ti itu harus­lah san­gat hati-hati. Naiknya PBB-P2 sebe­sar 250% jelas di luar kewa­jaran.

  Operasi Aman Nusa-1 Telabang 2025: Polres Barito Utara Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas Daerah

Kebi­jakan fiskal daer­ah memang men­ja­di kewe­nan­gan pemer­in­tah kabupaten/kota. Namun tetap saja, Guber­nur seba­gai per­wak­i­lan pemer­in­tah pusat di daer­ah memi­li­ki fungsi koor­di­nasi, pen­gawasan, dan pem­bi­naan ter­hadap kepala daer­ah tingkat II.

Langkah Guber­nur Luth­fi dini­lai tepat oleh banyak kalan­gan kare­na mere­spons lang­sung kere­sa­han masyarakat. Ini juga menun­jukkan pent­ingnya fungsi pen­gawasan ver­tikal antar jen­jang pemer­in­ta­han dalam sis­tem desen­tral­isasi di Indone­sia.

Hing­ga beri­ta ini dis­usun, belum ada perny­ataan res­mi dari pihak Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pati maupun Bupati terkait per­mintaan penu­runan PBB-P2 oleh Guber­nur. Namun tekanan pub­lik terus meningkat, teruta­ma men­je­lang tang­gal 13 Agus­tus yang dise­but oleh salah satu war­ganet seba­gai batas wak­tu “kri­tis”.

Fenom­e­na ini menun­jukkan bagaimana inter­ak­si lang­sung antara masyarakat, media sosial, dan pemer­in­tah daer­ah kini men­ja­di san­gat cepat dan dinamis. Pemer­in­tah di semua lev­el ditun­tut untuk tang­gap dan respon­sif ter­hadap aspi­rasi pub­lik.

Apakah Guber­nur Ahmad Luth­fi akan berhasil menekan Bupati Pati untuk menu­runk­an tarif PBB-P2? Ataukah kete­gan­gan antara pemer­in­tah provin­si dan kabu­pat­en akan terus berlan­jut? Yang jelas, masyarakat menun­tut kead­i­lan dan kepas­t­ian dalam seti­ap kebi­jakan yang menyangkut hajat hidup mere­ka. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *