Berita TNI

Gercep Babinsa Selamatkan Lansia Tanpa Identitas

104
×

Gercep Babinsa Selamatkan Lansia Tanpa Identitas

Sebarkan artikel ini
Babinsa Tarub, Sersan Deni, mengevakuasi lansia tanpa identitas yang mengalami luka parah ke UGD Puskesmas Pembantu Tarub untuk mendapatkan penanganan medis darurat

Tarub, SniperNew.id — Nilai kemanu­si­aan kem­bali ditun­jukkan dalam aksi nya­ta oleh aparat kewil­aya­han. Seo­rang anggota Bin­tara Pem­bi­na Desa (Babin­sa) Koramil 09/Kecamatan Tarub, Ser­san Deni, menun­jukkan respons cepat dan kepedu­lian ting­gi saat meno­long seo­rang war­ga lan­jut usia (lan­sia) yang dite­mukan ter­jatuh di jalan dalam kon­disi luka parah, Selasa (7/4/2026).

Peri­s­ti­wa terse­but ter­ja­di secara tiba-tiba keti­ka seo­rang lan­sia yang belum dike­tahui iden­ti­tas­nya (Mr. X) dila­porkan ter­jatuh dan mem­ben­tur per­mukaan jalan. Aki­bat keja­di­an itu, kor­ban men­gala­mi kon­disi yang cukup mem­pri­hatinkan, di antaranya pen­dara­han hebat dari mulut, wajah lebam, ser­ta luka ter­bu­ka di bagian pelip­is mata.

Menu­rut infor­masi di lapan­gan, Ser­san Deni yang saat itu ten­gah men­jalankan tugas di wilayah binaan­nya lang­sung mere­spons keja­di­an terse­but tan­pa menun­da wak­tu.

  Ikuti Bakti Sosial, Masyarakat Habema Peringati HUT TNI ke-79 Tahun 

Ia segera meng­ham­piri kor­ban dan mem­berikan per­to­lon­gan per­ta­ma di lokasi keja­di­an sebelum akhirnya melakukan evakuasi.

“Keti­ka meli­hat ada war­ga yang mem­bu­tuhkan per­to­lon­gan, apala­gi dalam kon­disi daru­rat, sudah men­ja­di kewa­jiban kami untuk segera bertin­dak,” ujar Ser­san Deni saat dim­intai keteran­gan.

Dalam situ­asi terse­but, kor­ban dike­tahui tidak mem­bawa kar­tu iden­ti­tas seper­ti KTP maupun doku­men lain yang dap­at menun­jukkan asal-usul­nya. Mes­ki demikian, kon­disi terse­but tidak men­ja­di peng­ha­lang bagi Ser­san Deni untuk mem­berikan per­to­lon­gan mak­si­mal.

Ia kemu­di­an mem­bawa kor­ban ke Unit Gawat Daru­rat (UGD) Puskesmas Pem­ban­tu Tarub untuk men­da­p­atkan penan­ganan medis secara cepat dan tepat. Langkah ini diam­bil seba­gai upaya penye­la­matan nyawa kor­ban yang saat itu bera­da dalam kon­disi kri­tis.

Ser­san Deni mene­gaskan bah­wa dalam kon­disi daru­rat, aspek kemanu­si­aan harus men­ja­di pri­or­i­tas uta­ma diband­ingkan uru­san admin­is­tratif.

“Kese­la­matan jiwa adalah yang pal­ing uta­ma. Admin­is­trasi bisa menyusul, yang pent­ing kor­ban ter­to­long ter­lebih dahu­lu,” tegas­nya.

Setibanya di fasil­i­tas kese­hatan, kor­ban lang­sung men­da­p­atkan penan­ganan dari tena­ga medis yang bertu­gas. Para per­awat dan petu­gas kese­hatan di Puskesmas Pem­ban­tu Tarub menun­jukkan respons cepat den­gan segera mem­ber­sihkan luka, menghen­tikan pen­dara­han, ser­ta melakukan tin­dakan medis yang diper­lukan.

  Sinergi TNI dan Rakyat: Babinsa Jadi Garda Depan Pembangunan PAM SIMAS di Desa Doyong

Di ten­gah pros­es penan­ganan medis, Ser­san Deni juga tetap men­dampin­gi kor­ban. Den­gan pen­dekatan huma­n­is, ia beru­paya men­ga­jak kor­ban berko­mu­nikasi secara per­la­han guna meng­gali infor­masi terkait iden­ti­tas dan ala­mat tem­pat tinggal­nya. Hal ini dilakukan untuk mem­per­mu­dah pros­es pela­cakan kelu­ar­ga kor­ban.

“Pelan-pelan kami ajak bicara, semoga kor­ban bisa mem­berikan petun­juk ten­tang iden­ti­tas­nya sehing­ga pihak kelu­ar­ga dap­at segera dite­mukan,” tam­bah­nya.

Semen­tara itu, pihak tena­ga medis menyam­paikan bah­wa tin­dakan cepat san­gat diper­lukan dalam kasus seper­ti ini untuk mence­gah kon­disi kor­ban semakin mem­bu­ruk. Mere­ka juga mene­gaskan bah­wa pelayanan kese­hatan tetap diberikan secara opti­mal tan­pa meman­dang sta­tus iden­ti­tas pasien.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di gam­baran nya­ta sin­er­gi antara aparat kewil­aya­han dan tena­ga medis dalam menan­gani kon­disi daru­rat di ten­gah masyarakat. Tan­pa adanya birokrasi yang berbe­lit, pros­es penan­ganan kor­ban dap­at dilakukan secara cepat dan efek­tif.

  Semangat Anak-Anak Paud Laksanakan Jalan Sehat Bersama Satgas Yonif 125/SMB

Sikap sigap dan kepedu­lian yang ditun­jukkan oleh Ser­san Deni men­da­p­at apre­si­asi dari masyarakat sek­i­tar. Tin­dakan terse­but dini­lai mencer­minkan nilai-nilai kemanu­si­aan yang masih kuat dan men­ja­di bagian pent­ing dalam kehidu­pan sosial.

Selain itu, dedikasi para tena­ga medis yang tetap mem­berikan pelayanan mak­si­mal kepa­da pasien tan­pa iden­ti­tas juga men­ja­di con­toh pro­fe­sion­al­isme di bidang kese­hatan. Kolab­o­rasi ini menun­jukkan bah­wa seman­gat gotong roy­ong dan kepedu­lian sosial masih ter­ja­ga den­gan baik.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, kon­disi kor­ban masih dalam penan­ganan inten­sif di Puskesmas Pem­ban­tu Tarub. Pihak terkait juga terus beru­paya mengi­den­ti­fikasi kor­ban ser­ta men­cari keber­adaan kelu­ar­ga atau ker­abat­nya.
Keja­di­an ini men­ja­di pengin­gat bah­wa kepedu­lian ter­hadap sesama tidak men­ge­nal batas, baik dari sisi pro­fe­si maupun latar belakang.

Dalam situ­asi daru­rat, tin­dakan cepat, tepat, dan penuh empati men­ja­di kun­ci uta­ma dalam menye­la­matkan nyawa manu­sia.

Melalui peri­s­ti­wa ini, dihara­p­kan semakin banyak pihak yang terg­er­ak untuk menum­buhkan rasa peduli ter­hadap lingkun­gan sek­i­tar, ser­ta men­jadikan nilai kemanu­si­aan seba­gai dasar dalam seti­ap tin­dakan. (Suwat­no).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *