Jakarta, SniperNew.id - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, sebuah fenomena unik dan penuh makna menarik perhatian netizen. Sebuah unggahan di media sosial Threads oleh akun @zulkifli36329 memperlihatkan kibaran dua bendera: Merah Putih di atas, dan bendera bajak laut dari anime One Piece di bawahnya, Kamis 31 Juli 2025.
Unggahan ini bukan sekadar tampilan visual biasa, namun menyimpan pesan kritik sosial yang tajam terhadap kondisi pemerintahan saat ini.
Dalam keterangannya, Zulkifli menulis. “Fenomena Bendera One Piece Jelang HUT RI Ke 80: Sebagai Simbol Matinya Keadilan dan Kekuasaan Yang Korup.”
Ia menyoroti bagaimana hampir semua kebijakan negara saat ini dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Sebaliknya, rakyat dianggap hanya sebagai objek dalam ladang bisnis yang paling menguntungkan. Tanpa izin, tanpa fatwa, dan berjalan sesuai kehendak para penguasa, semua hal dianggap bebas dilakukan.
Zulkifli juga menambahkan simbol tangis dan bendera Merah Putih dalam tulisannya, menandakan rasa sedih dan cinta tanah air yang dalam. Ia menjelaskan bahwa posisi Merah Putih di atas dan bendera One Piece di bawah bukan tanpa makna. Ini adalah bentuk ekspresi bahwa rakyat masih mencintai negaranya, namun tidak dengan pemerintahannya.
“Merah putih di atas, one piece di bawah. Tetap cinta dengan negaranya, tapi tidak dengan pemerintahnya. Merah putih terlalu suci di negara yang rusak.”
Dalam unggahan tersebut, terlihat jelas bendera Merah Putih berkibar gagah di tiang tinggi. Di bawahnya, bendera hitam bergambar tengkorak simbol bajak laut dari anime One Piece juga berkibar di tiang yang berbeda namun berdampingan.
Penggunaan bendera One Piece sendiri memiliki makna mendalam. Dalam anime tersebut, para bajak laut digambarkan sebagai sosok yang menolak penindasan dan bertarung melawan kekuasaan tirani. Ini menjadi lambang perlawanan terhadap sistem yang dianggap tidak adil dan korup. Pengibaran bendera tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk simbolik rakyat yang mulai menyuarakan kritik, perlawanan, dan keinginan akan perubahan.
Fenomena ini langsung viral di kalangan pengguna media sosial. Banyak yang memberikan komentar setuju dan merasa bahwa kondisi saat ini memang mencerminkan kegelisahan masyarakat terhadap kebijakan dan arah kepemimpinan yang ada.
Namun, di sisi lain, ada pula yang memperingatkan bahwa penggunaan simbol non-resmi menjelang HUT RI dapat menimbulkan kontroversi dan dianggap tidak menghormati lambang negara. Meski demikian, pesan moral dari aksi ini sangat jelas: rakyat ingin perubahan, keadilan, dan pemerintahan yang bersih dari kepentingan pribadi maupun kelompok.
Fenomena bendera ini menjadi potret nyata keresahan rakyat jelang perayaan kemerdekaan, sekaligus mengingatkan bahwa cinta tanah air bisa tetap ada, meski kecewa terhadap mereka yang mengelola negeri. (Editor: Ahmad)



















