Berita Daerah

Satlantas Pasuruan Bagikan Bendera Merah Putih ke Sopir Truk Jelang HUT RI ke-80

378
×

Satlantas Pasuruan Bagikan Bendera Merah Putih ke Sopir Truk Jelang HUT RI ke-80

Sebarkan artikel ini

Pasu­ru­an, SniperNew.id - Dalam rang­ka menyam­but Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Repub­lik Indone­sia, Sat­u­an Lalu Lin­tas (Sat­lantas) Pol­res Pasu­ru­an mengge­lar kegiatan sosial beru­pa pem­ba­gian ben­dera mer­ah putih kepa­da para penge­mu­di truk. Aksi ini meru­pakan ben­tuk peng­hor­matan atas jasa para pahlawan yang telah gugur dalam mem­per­juangkan kemerdekaan bangsa, Selasa (05/ 08/ 25).

Kegiatan yang dilakukan di ruas jalan raya terse­but men­ja­di sim­bol ajakan kepa­da masyarakat, khusus­nya para peng­gu­na jalan, untuk turut ser­ta menye­marakkan seman­gat nasion­al­isme dan menum­buhkan rasa cin­ta tanah air. Dalam doku­men­tasi yang diung­gah oleh akun Threads @mood.jakarta, ter­li­hat beber­a­pa per­son­el polisi wani­ta dari Sat­lantas Pol­res Pasu­ru­an memasang ben­dera mer­ah putih kecil pada kendaraan truk yang melin­tas.

Dalam keteran­gan­nya, akun terse­but menuliskan: “Dalam rang­ka menyam­but HUT ke-80 Kemerdekaan Repub­lik Indone­sia, Sat­lantas Pol­res Pasu­ru­an mem­bagikan ben­dera mer­ah putih kepa­da para sopir truk. Kegiatan ini seba­gai wujud peng­hor­matan atas jasa para pahlawan yang telah gugur mem­per­juangkan kemerdekaan. Melalui pem­ba­gian ben­dera ini, Sat­lantas men­ga­jak masyarakat untuk menum­buhkan seman­gat nasion­al­isme dan cin­ta tanah air di jalan raya.”

  Camat Pardasuka Ajak warga Rayakan HUT RI ke-80 dengan Semangat Persatuan

(📸: Tiktok/@satlantas.pasuruan)

Foto yang turut dibagikan dalam ung­ga­han mem­per­li­hatkan momen huma­n­is saat seo­rang pol­wan den­gan ramah menye­matkan ben­dera mer­ah putih kecil pada kaca spi­on truk yang ten­gah berhen­ti. Sang sopir tam­pak tersenyum mener­i­ma ben­dera terse­but, mencer­minkan kehangatan inter­ak­si antara aparat kepolisian dan war­ga.

Namun, di balik kegiatan posi­tif terse­but, muncul beber­a­pa tang­ga­pan war­ganet yang mem­per­li­hatkan sisi lain dari dinami­ka media sosial. Beber­a­pa komen­tar mem­per­tanyakan motif, cara penyam­pa­ian, bahkan menyen­til keke­liru­an iden­ti­fikasi ter­hadap ben­dera yang digu­nakan.

Seo­rang peng­gu­na berna­ma @jihansyahmhd men­gungkap­kan keheranan­nya: “Anjir mak­sa, gitu tuh polisi dis­u­ruh atasan­nya A, gak mikir asal di iya-iyain, gak mau paham kena­pa pakai ben­dera One Piece, dasar polisi-polisi tolol.”

 

Komen­tar ini meru­juk pada dugaan bah­wa ben­dera yang dibagikan menyeru­pai ben­dera bajak laut dalam ani­me Jepang One Piece, yaitu ben­dera mer­ah den­gan sim­bol ter­ten­tu, bukan ben­dera res­mi mer­ah putih milik negara. Dugaan ini belum dap­at dipastikan kebe­naran­nya kare­na dalam ung­ga­han asli, ben­dera yang dipasang tam­pak polos mer­ah putih, tan­pa adanya logo atau sim­bol tam­ba­han.

Komen­tar lain dari akun @telorituadit menam­bahkan: “Baha­ha­ha­ha jadi panik sama ben­dera ani­me gini seh peja­bat di negara Indone­sia.”

Perny­ataan ini meny­ing­gung soal respons aparat ter­hadap sim­bol-sim­bol budaya pop asing yang ker­ap dis­ala­har­tikan, men­gaitkan reak­si berlebi­han den­gan keti­dak­tahuan seba­gian peja­bat pub­lik.

  Suara Solidaritas untuk Zara Bergema hingga Thailand

Peng­gu­na lain­nya, @ramdhan_nugroho, menyuarakan kri­tik lebih tajam: “Se op itukah sebuah ani­masi Jepang? Bisa mem­bu­at negeri ini panik?”

Semen­tara akun @mujahidinbandung menyam­paikan nada sindi­ran: “Takut amat den­gan One Piece.”

Komen­tar-komen­tar ini menan­dakan bah­wa masih ter­da­p­at kesen­jan­gan pema­haman di ten­gah masyarakat antara sim­bol nasion­al dan budaya pop­uler, ser­ta memu­nculkan diskur­sus men­ge­nai pent­ingnya edukasi visu­al dan sim­bo­lik.

Namun demikian, hing­ga beri­ta ini dit­ulis, belum ada kon­fir­masi res­mi dari Sat­lantas Pol­res Pasu­ru­an men­ge­nai tudin­gan peng­gu­naan ben­dera yang menyeru­pai sim­bol dalam ani­me. Dari visu­al yang beredar, tam­pak jelas ben­dera yang dibagikan adalah mer­ah putih polos, yang sesuai den­gan sim­bol nasion­al Repub­lik Indone­sia.

Langkah Sat­lantas ini sejatinya men­da­p­at apre­si­asi dari seba­gian masyarakat yang meni­lai bah­wa pen­dekatan huma­n­is dan sim­bo­lis di jalan raya dap­at menum­buhkan kem­bali seman­gat nasion­al­isme, khusus­nya di kalan­gan peker­ja lapan­gan seper­ti sopir truk yang berper­an pent­ing dalam dis­tribusi logis­tik nasion­al.

Dalam kon­teks men­je­lang peringatan kemerdekaan yang jatuh seti­ap 17 Agus­tus, pem­ba­gian atribut mer­ah putih meru­pakan salah satu cara pal­ing seder­hana namun bermak­na untuk mengin­gat kem­bali per­juan­gan bangsa. Tidak hanya men­ja­di for­mal­i­tas tahu­nan, namun juga seba­gai momen reflek­si ter­hadap nilai-nilai per­sat­u­an dan cin­ta tanah air.

Pemer­in­tah pusat sendiri melalui Kementer­ian Sekre­tari­at Negara telah mengim­bau selu­ruh ele­men masyarakat, ter­ma­suk instan­si pemer­in­ta­han dan swasta, untuk men­gibarkan ben­dera mer­ah putih sela­ma bulan Agus­tus. Kam­pa­nye bertema “Indone­sia Emas 2045” yang diusung tahun ini juga men­ja­di bagian dari narasi besar menu­ju satu abad kemerdekaan Indone­sia.

  Jembatan Rawan di Kampung Umbul Kunci Butuh Perhatian Serius

Seba­gai bagian dari aparat negara, Sat­lantas turut berper­an dalam menyam­paikan pesan-pesan kebangsaan terse­but di ruang pub­lik yang tidak selalu for­mal, salah sat­un­ya di jalan raya tem­pat inter­ak­si sosial ter­ja­di seti­ap hari.

Terkait respons negatif di media sosial, hal ini men­ja­di catatan tersendiri bah­wa di era dig­i­tal, pesan-pesan kebangsaan harus dis­am­paikan den­gan penuh ketelit­ian, teruta­ma dalam peng­gu­naan sim­bol, bahasa visu­al, dan pen­dekatan komu­nikatif. Salah penaf­sir­an, seke­cil apapun, bisa men­ja­di perde­batan pub­lik yang meng­gang­gu fokus uta­ma kegiatan.

Kegiatan seper­ti ini patut men­ja­di con­toh sin­er­gi antara aparat dan masyarakat dalam mem­ban­gun kem­bali seman­gat nasion­al­isme di ten­gah tan­ta­n­gan zaman yang semakin kom­pleks. Kri­tik ten­tu pent­ing seba­gai bagian dari demokrasi, namun apre­si­asi ter­hadap inisi­atif posi­tif juga per­lu diberikan ruang.

Semoga kegiatan semacam ini terus berlan­jut, tidak hanya seba­gai ser­e­moni tahu­nan, tetapi men­ja­di bagian dari budaya bangsa yang meng­har­gai jasa pahlawan dan mer­awat seman­gat cin­ta tanah air seti­ap hari, di seti­ap ruang kehidu­pan.

Sum­ber:

Akun Threads res­mi @mood.jakarta

Tiktok/@satlantas.pasuruan

Edi­tor Ahmad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *