Pasuruan, SniperNew.id - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan menggelar kegiatan sosial berupa pembagian bendera merah putih kepada para pengemudi truk. Aksi ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa, Selasa (05/ 08/ 25).
Kegiatan yang dilakukan di ruas jalan raya tersebut menjadi simbol ajakan kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan, untuk turut serta menyemarakkan semangat nasionalisme dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Dalam dokumentasi yang diunggah oleh akun Threads @mood.jakarta, terlihat beberapa personel polisi wanita dari Satlantas Polres Pasuruan memasang bendera merah putih kecil pada kendaraan truk yang melintas.
Dalam keterangannya, akun tersebut menuliskan: “Dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Satlantas Polres Pasuruan membagikan bendera merah putih kepada para sopir truk. Kegiatan ini sebagai wujud penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan. Melalui pembagian bendera ini, Satlantas mengajak masyarakat untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di jalan raya.”
(📸: Tiktok/@satlantas.pasuruan)
Foto yang turut dibagikan dalam unggahan memperlihatkan momen humanis saat seorang polwan dengan ramah menyematkan bendera merah putih kecil pada kaca spion truk yang tengah berhenti. Sang sopir tampak tersenyum menerima bendera tersebut, mencerminkan kehangatan interaksi antara aparat kepolisian dan warga.
Namun, di balik kegiatan positif tersebut, muncul beberapa tanggapan warganet yang memperlihatkan sisi lain dari dinamika media sosial. Beberapa komentar mempertanyakan motif, cara penyampaian, bahkan menyentil kekeliruan identifikasi terhadap bendera yang digunakan.
Seorang pengguna bernama @jihansyahmhd mengungkapkan keheranannya: “Anjir maksa, gitu tuh polisi disuruh atasannya A, gak mikir asal di iya-iyain, gak mau paham kenapa pakai bendera One Piece, dasar polisi-polisi tolol.”
Komentar ini merujuk pada dugaan bahwa bendera yang dibagikan menyerupai bendera bajak laut dalam anime Jepang One Piece, yaitu bendera merah dengan simbol tertentu, bukan bendera resmi merah putih milik negara. Dugaan ini belum dapat dipastikan kebenarannya karena dalam unggahan asli, bendera yang dipasang tampak polos merah putih, tanpa adanya logo atau simbol tambahan.
Komentar lain dari akun @telorituadit menambahkan: “Bahahahaha jadi panik sama bendera anime gini seh pejabat di negara Indonesia.”
Pernyataan ini menyinggung soal respons aparat terhadap simbol-simbol budaya pop asing yang kerap disalahartikan, mengaitkan reaksi berlebihan dengan ketidaktahuan sebagian pejabat publik.
Pengguna lainnya, @ramdhan_nugroho, menyuarakan kritik lebih tajam: “Se op itukah sebuah animasi Jepang? Bisa membuat negeri ini panik?”
Sementara akun @mujahidinbandung menyampaikan nada sindiran: “Takut amat dengan One Piece.”
Komentar-komentar ini menandakan bahwa masih terdapat kesenjangan pemahaman di tengah masyarakat antara simbol nasional dan budaya populer, serta memunculkan diskursus mengenai pentingnya edukasi visual dan simbolik.
Namun demikian, hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari Satlantas Polres Pasuruan mengenai tudingan penggunaan bendera yang menyerupai simbol dalam anime. Dari visual yang beredar, tampak jelas bendera yang dibagikan adalah merah putih polos, yang sesuai dengan simbol nasional Republik Indonesia.
Langkah Satlantas ini sejatinya mendapat apresiasi dari sebagian masyarakat yang menilai bahwa pendekatan humanis dan simbolis di jalan raya dapat menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, khususnya di kalangan pekerja lapangan seperti sopir truk yang berperan penting dalam distribusi logistik nasional.
Dalam konteks menjelang peringatan kemerdekaan yang jatuh setiap 17 Agustus, pembagian atribut merah putih merupakan salah satu cara paling sederhana namun bermakna untuk mengingat kembali perjuangan bangsa. Tidak hanya menjadi formalitas tahunan, namun juga sebagai momen refleksi terhadap nilai-nilai persatuan dan cinta tanah air.
Pemerintah pusat sendiri melalui Kementerian Sekretariat Negara telah mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk instansi pemerintahan dan swasta, untuk mengibarkan bendera merah putih selama bulan Agustus. Kampanye bertema “Indonesia Emas 2045” yang diusung tahun ini juga menjadi bagian dari narasi besar menuju satu abad kemerdekaan Indonesia.
Sebagai bagian dari aparat negara, Satlantas turut berperan dalam menyampaikan pesan-pesan kebangsaan tersebut di ruang publik yang tidak selalu formal, salah satunya di jalan raya tempat interaksi sosial terjadi setiap hari.
Terkait respons negatif di media sosial, hal ini menjadi catatan tersendiri bahwa di era digital, pesan-pesan kebangsaan harus disampaikan dengan penuh ketelitian, terutama dalam penggunaan simbol, bahasa visual, dan pendekatan komunikatif. Salah penafsiran, sekecil apapun, bisa menjadi perdebatan publik yang mengganggu fokus utama kegiatan.
Kegiatan seperti ini patut menjadi contoh sinergi antara aparat dan masyarakat dalam membangun kembali semangat nasionalisme di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Kritik tentu penting sebagai bagian dari demokrasi, namun apresiasi terhadap inisiatif positif juga perlu diberikan ruang.
Semoga kegiatan semacam ini terus berlanjut, tidak hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi bagian dari budaya bangsa yang menghargai jasa pahlawan dan merawat semangat cinta tanah air setiap hari, di setiap ruang kehidupan.
—
Sumber:
Akun Threads resmi @mood.jakarta
Tiktok/@satlantas.pasuruan
Editor Ahmad.













