Jakarta, SniperNew.id — Sebuah video yang diunggah akun media sosial makassar_folks pada Sabtu (6/9/2025) malam mendadak viral setelah memperlihatkan sikap siswa di dalam kelas yang dinilai tidak menghargai guru. Video ini langsung memicu perdebatan sengit di media sosial, baik di kalangan orang tua, tenaga pendidik, maupun warganet secara umum.
Dalam unggahan tersebut, akun makassar_folks menuliskan, “Sebuah video yang menunjukkan kurangnya etika siswa terhadap guru di dalam kelas menjadi viral dan memicu perdebatan sengit di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang guru terlihat sedang menjelaskan materi di depan kelas. Namun, alih-alih memperhatikan, beberapa siswa justru terlihat cuek, bahkan ada yang dengan santainya menaikkan kakinya ke atas meja. Belum diketahui secara pasti apakah insiden tersebut terjadi saat jam pelajaran atau jam istirahat.”
Unggahan itu disertai potongan video singkat yang menampilkan suasana dalam kelas. Terlihat seorang guru yang sedang menghadap ke depan kelas, diduga tengah menerangkan pelajaran. Namun, sejumlah siswa tidak fokus pada penjelasan guru. Bahkan salah satu siswa tampak meletakkan kakinya di atas meja dengan sikap yang dianggap tidak sopan.
Peristiwa ini menggambarkan dugaan kurangnya etika siswa terhadap guru di ruang kelas. Padahal, guru sedang menjalankan tugasnya untuk memberikan pengetahuan. Video ini bukan hanya memunculkan sorotan soal perilaku siswa, tetapi juga menjadi bahan refleksi mengenai kondisi pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
Dalam video tersebut, sosok utama yang terlihat adalah seorang guru dan sejumlah siswa. Guru itu tampak mengenakan seragam kerja formal, berdiri di depan kelas, sementara para siswa duduk di bangku masing-masing. Sayangnya, identitas sekolah maupun para siswa tidak disebutkan oleh akun pengunggah.
Sosok siswa yang menaikkan kaki ke meja menjadi pusat perhatian karena tindakannya dianggap tidak pantas dilakukan di ruang kelas. Meski begitu, tanggung jawab etika ini tidak hanya tertuju pada siswa semata, melainkan juga berkaitan dengan sistem pendidikan, peran sekolah, hingga pengawasan orang tua.
Unggahan akun makassar_folks menyebutkan video ini beredar sekitar 48 menit sebelum diunggah ke media sosial pada Sabtu malam. Meski demikian, belum ada informasi pasti kapan insiden itu direkam, apakah pada jam pelajaran atau jam istirahat. Fakta ini menimbulkan perdebatan di kalangan warganet.
Berdasarkan latar belakang video, tampak suasana di sebuah ruang kelas. Ruangan tersebut memiliki bangku kayu panjang dengan meja kayu di depannya. Walaupun belum disebutkan secara rinci lokasi sekolah, unggahan ini berasal dari akun makassar_folks yang identik dengan konten seputar Makassar. Sehingga, sebagian warganet menduga kejadian ini terjadi di salah satu sekolah di kawasan tersebut.
Alasan utama video ini viral adalah karena memperlihatkan perilaku siswa yang dinilai melanggar norma kesopanan terhadap guru. Guru, yang dalam kultur pendidikan Indonesia memiliki posisi penting sebagai panutan dan pendidik, dianggap tidak mendapatkan penghormatan semestinya dari murid.
Banyak warganet merasa prihatin dan menyayangkan sikap siswa yang terkesan menyepelekan proses belajar-mengajar. Sebagian lain menilai hal tersebut sebagai tanda perlunya evaluasi sistem pendidikan yang lebih menekankan pada pembentukan karakter.
Reaksi warganet beragam. Sebagian besar mengecam tindakan siswa yang menaikkan kaki ke meja, menilai hal itu sebagai bentuk kurang ajar terhadap guru. Ada pula yang menekankan bahwa perilaku tidak sopan ini mencerminkan krisis moral yang tengah dihadapi generasi muda.
Namun, ada juga warganet yang meminta agar peristiwa ini tidak langsung digeneralisasi. Menurut mereka, bisa jadi rekaman tersebut terjadi saat jam istirahat, bukan saat pembelajaran resmi berlangsung. Jika benar demikian, konteksnya mungkin berbeda, meski tetap menimbulkan tanda tanya soal etika di ruang kelas.
Insiden ini dapat dijadikan bahan refleksi bersama. Pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter, termasuk sopan santun terhadap guru. Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga figur yang seharusnya dihormati.
Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya peran sekolah dalam menanamkan nilai etika sejak dini. Selain itu, keluarga pun memegang peranan besar dalam membimbing anak-anak untuk menghargai otoritas dan berperilaku sopan.
Siswa dituntut untuk menghargai guru dengan cara memperhatikan, tidak membuat gaduh, dan menjaga sikap tubuh di kelas. Sikap menaikkan kaki ke meja jelas dianggap tidak pantas.
Guru berfungsi bukan hanya mengajar, tetapi juga menanamkan disiplin. Namun, guru sering menghadapi tantangan berupa kurangnya perhatian siswa, terutama di era gawai dan media sosial.
Viral-nya video ini menunjukkan bahwa perilaku di ruang kelas kini mudah terekam dan tersebar luas. Hal ini bisa menjadi peringatan bagi siswa agar menjaga sikap, serta menjadi bahan evaluasi bagi sekolah.
Kasus ini diharapkan dapat membuka diskusi lebih luas mengenai pentingnya etika dalam pendidikan. Orang tua, guru, sekolah, dan masyarakat harus bersama-sama berperan dalam membangun budaya saling menghormati.
Pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pendidikan akademik. Dengan begitu, siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang beretika.
Video viral yang memperlihatkan siswa bersikap kurang sopan di kelas telah memicu keprihatinan banyak pihak. Meski belum jelas kapan insiden terjadi, rekaman tersebut tetap menjadi refleksi penting tentang perlunya penguatan etika dan karakter dalam dunia pendidikan.
Sikap menghargai guru harus ditanamkan sejak dini, karena guru adalah salah satu pilar pembentukan generasi bangsa. Jika nilai etika terus dijaga, proses belajar-mengajar akan berjalan lebih harmonis, dan generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang beradab. (Abd)













