Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Pendidikan

Etika Siswa Dipertanyakan Usai Video di Kelas Viral di Media Sosial

195
×

Etika Siswa Dipertanyakan Usai Video di Kelas Viral di Media Sosial

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Sebuah video yang diung­gah akun media sosial makassar_folks pada Sab­tu (6/9/2025) malam men­dadak viral sete­lah mem­per­li­hatkan sikap siswa di dalam kelas yang dini­lai tidak meng­har­gai guru. Video ini lang­sung memicu perde­batan sen­git di media sosial, baik di kalan­gan orang tua, tena­ga pen­didik, maupun war­ganet secara umum.

Dalam ung­ga­han terse­but, akun makassar_folks menuliskan, “Sebuah video yang menun­jukkan kurangnya eti­ka siswa ter­hadap guru di dalam kelas men­ja­di viral dan memicu perde­batan sen­git di media sosial. Dalam reka­man terse­but, seo­rang guru ter­li­hat sedang men­je­laskan materi di depan kelas. Namun, alih-alih mem­per­hatikan, beber­a­pa siswa jus­tru ter­li­hat cuek, bahkan ada yang den­gan san­tainya menaikkan kakinya ke atas meja. Belum dike­tahui secara pasti apakah insi­d­en terse­but ter­ja­di saat jam pela­jaran atau jam isti­ra­hat.”

Ung­ga­han itu dis­er­tai poton­gan video singkat yang menampilkan suasana dalam kelas. Ter­li­hat seo­rang guru yang sedang meng­hadap ke depan kelas, diduga ten­gah men­erangkan pela­jaran. Namun, sejum­lah siswa tidak fokus pada pen­je­lasan guru. Bahkan salah satu siswa tam­pak mele­takkan kakinya di atas meja den­gan sikap yang diang­gap tidak sopan.

  “Wisuda TK: Tradisi Manis atau Beban Finansial? Orangtua Mengeluh, Sekolah Ditanya Urgensinya”

Peri­s­ti­wa ini menggam­barkan dugaan kurangnya eti­ka siswa ter­hadap guru di ruang kelas. Pada­hal, guru sedang men­jalankan tugas­nya untuk mem­berikan penge­tahuan. Video ini bukan hanya memu­nculkan sorotan soal per­i­laku siswa, tetapi juga men­ja­di bahan reflek­si men­ge­nai kon­disi pen­didikan dan pem­be­la­jaran di seko­lah.

Dalam video terse­but, sosok uta­ma yang ter­li­hat adalah seo­rang guru dan sejum­lah siswa. Guru itu tam­pak men­ge­nakan ser­agam ker­ja for­mal, berdiri di depan kelas, semen­tara para siswa duduk di bangku mas­ing-mas­ing. Sayangnya, iden­ti­tas seko­lah maupun para siswa tidak dise­butkan oleh akun pen­gung­gah.

Sosok siswa yang menaikkan kaki ke meja men­ja­di pusat per­ha­t­ian kare­na tin­dakan­nya diang­gap tidak pan­tas dilakukan di ruang kelas. Mes­ki begi­tu, tang­gung jawab eti­ka ini tidak hanya ter­tu­ju pada siswa sema­ta, melainkan juga berkai­tan den­gan sis­tem pen­didikan, per­an seko­lah, hing­ga pen­gawasan orang tua.

Ung­ga­han akun makassar_folks menye­butkan video ini beredar sek­i­tar 48 menit sebelum diung­gah ke media sosial pada Sab­tu malam. Mes­ki demikian, belum ada infor­masi pasti kapan insi­d­en itu direkam, apakah pada jam pela­jaran atau jam isti­ra­hat. Fak­ta ini menim­bulkan perde­batan di kalan­gan war­ganet.

Berdasarkan latar belakang video, tam­pak suasana di sebuah ruang kelas. Ruan­gan terse­but memi­li­ki bangku kayu pan­jang den­gan meja kayu di depan­nya. Walaupun belum dise­butkan secara rin­ci lokasi seko­lah, ung­ga­han ini berasal dari akun makassar_folks yang iden­tik den­gan kon­ten sep­utar Makas­sar. Sehing­ga, seba­gian war­ganet men­duga keja­di­an ini ter­ja­di di salah satu seko­lah di kawasan terse­but.

  Bertaruh Nyawa Demi Ilmu: Siswa SD di Pulau Obi Seberangi Sungai Deras Setiap Hari

Alasan uta­ma video ini viral adalah kare­na mem­per­li­hatkan per­i­laku siswa yang dini­lai melang­gar nor­ma kesopanan ter­hadap guru. Guru, yang dalam kul­tur pen­didikan Indone­sia memi­li­ki posisi pent­ing seba­gai panu­tan dan pen­didik, diang­gap tidak men­da­p­atkan peng­hor­matan semestinya dari murid.

Banyak war­ganet merasa pri­hatin dan menyayangkan sikap siswa yang terke­san menye­pelekan pros­es bela­jar-men­ga­jar. Seba­gian lain meni­lai hal terse­but seba­gai tan­da per­lun­ya eval­u­asi sis­tem pen­didikan yang lebih menekankan pada pem­ben­tukan karak­ter.

Reak­si war­ganet beragam. Seba­gian besar menge­cam tin­dakan siswa yang menaikkan kaki ke meja, meni­lai hal itu seba­gai ben­tuk kurang ajar ter­hadap guru. Ada pula yang menekankan bah­wa per­i­laku tidak sopan ini mencer­minkan kri­sis moral yang ten­gah dihadapi gen­erasi muda.

Namun, ada juga war­ganet yang mem­inta agar peri­s­ti­wa ini tidak lang­sung digen­er­al­isasi. Menu­rut mere­ka, bisa jadi reka­man terse­but ter­ja­di saat jam isti­ra­hat, bukan saat pem­be­la­jaran res­mi berlang­sung. Jika benar demikian, kon­tek­snya mungkin berbe­da, mes­ki tetap menim­bulkan tan­da tanya soal eti­ka di ruang kelas.

Insi­d­en ini dap­at dijadikan bahan reflek­si bersama. Pen­didikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pem­ben­tukan karak­ter, ter­ma­suk sopan san­tun ter­hadap guru. Guru bukan hanya penyam­pai ilmu, tetapi juga fig­ur yang seharus­nya dihor­mati.

Keja­di­an ini juga menun­jukkan pent­ingnya per­an seko­lah dalam menanamkan nilai eti­ka sejak dini. Selain itu, kelu­ar­ga pun memegang per­anan besar dalam mem­bimb­ing anak-anak untuk meng­har­gai otori­tas dan berper­i­laku sopan.

  Klarifikasi Anggaran SMA Negeri 1 Pringsewu Dialihkan, Publik Pertanyakan Peran Pengawasan Kacabdin

Siswa ditun­tut untuk meng­har­gai guru den­gan cara mem­per­hatikan, tidak mem­bu­at gaduh, dan men­ja­ga sikap tubuh di kelas. Sikap menaikkan kaki ke meja jelas diang­gap tidak pan­tas.

Guru berfungsi bukan hanya men­ga­jar, tetapi juga menanamkan disi­plin. Namun, guru ser­ing meng­hadapi tan­ta­n­gan beru­pa kurangnya per­ha­t­ian siswa, teruta­ma di era gawai dan media sosial.

Viral-nya video ini menun­jukkan bah­wa per­i­laku di ruang kelas kini mudah terekam dan terse­bar luas. Hal ini bisa men­ja­di peringatan bagi siswa agar men­ja­ga sikap, ser­ta men­ja­di bahan eval­u­asi bagi seko­lah.

Kasus ini dihara­p­kan dap­at mem­bu­ka diskusi lebih luas men­ge­nai pent­ingnya eti­ka dalam pen­didikan. Orang tua, guru, seko­lah, dan masyarakat harus bersama-sama berper­an dalam mem­ban­gun budaya sal­ing meng­hor­mati.

Pen­didikan karak­ter harus ber­jalan seir­ing den­gan pen­didikan akademik. Den­gan begi­tu, siswa tidak hanya cer­das secara intelek­tu­al, tetapi juga memi­li­ki keprib­a­di­an yang bereti­ka.

Video viral yang mem­per­li­hatkan siswa bersikap kurang sopan di kelas telah memicu kepri­hati­nan banyak pihak. Mes­ki belum jelas kapan insi­d­en ter­ja­di, reka­man terse­but tetap men­ja­di reflek­si pent­ing ten­tang per­lun­ya pen­guatan eti­ka dan karak­ter dalam dunia pen­didikan.

Sikap meng­har­gai guru harus ditanamkan sejak dini, kare­na guru adalah salah satu pilar pem­ben­tukan gen­erasi bangsa. Jika nilai eti­ka terus dija­ga, pros­es bela­jar-men­ga­jar akan ber­jalan lebih har­mo­nis, dan gen­erasi muda dap­at tum­buh men­ja­di prib­a­di yang beradab. (Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *