Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Dua Pemuda dan Ladang Cabai, Potret Semangat Baru Ekonomi Pasar Tradisional

352
×

Dua Pemuda dan Ladang Cabai, Potret Semangat Baru Ekonomi Pasar Tradisional

Sebarkan artikel ini

Ser­dang Beda­gai, SniperNew.id – Di ten­gah hiruk pikuk pasar tra­di­sion­al yang masih men­ja­di nadi ekono­mi raky­at, dua pemu­da tam­pak duduk san­tai namun sigap di lapak seder­hana yang mere­ka gelar.

Ter­letak di antara lorong sem­pit dan dere­tan kios paka­ian, ked­u­anya men­ja­di peman­dan­gan menarik: men­jual berba­gai komod­i­tas pan­gan seper­ti cabai, bawang putih, tomat, kacang tanah, dan kebu­tuhan dapur lain­nya, Rabu 23 Juli 2025.

Foto yang dia­badikan oleh sebuah akun Face­book ini bukan hanya sekadar potret aktiv­i­tas biasa di pasar, melainkan cer­mi­nan dari geli­at ekono­mi mikro yang berta­han dan terus hidup mes­ki dihan­tam berba­gai tan­ta­n­gan seper­ti inflasi, kenaikan har­ga sem­bako, hing­ga per­sain­gan pasar mod­ern.

  Bank Nobu Tawarkan Bonus Saldo Lima Puluh Ribu

Lapak ini dike­lilin­gi oleh karung-karung berisi bahan pokok yang ter­ta­ta rapi di atas ter­pal putih. Di bagian depan ter­li­hat cabai mer­ah ker­it­ing dan cabai raw­it hijau segar, tumpukan tomat yang meng­go­da mata, ser­ta aro­ma kuat dari bawang putih dan bawang mer­ah yang menandai khas­nya suasana pasar.

Tak jauh dari mere­ka, ter­da­p­at rak dagan­gan yang men­jual pro­duk rumah tang­ga seper­ti susu ken­tal man­is, teh, dan sabun man­di.

Ked­ua pemu­da ini, yang diperki­rakan beru­sia awal 20-an, menun­jukkan seman­gat berwirausa­ha yang kuat. Di saat banyak anak muda ter­paku pada gawai dan media sosial, mere­ka jus­tru memil­ih ter­jun lang­sung ke pasar, men­gelo­la dagan­gan sendiri, dan mem­ban­gun relasi den­gan para pelang­gan.

  SPPG Rp500 Juta per Hari, 93% Anggaran BGN Mengalir ke Daerah

Menu­rut penga­matan lapan­gan, barang dagan­gan mere­ka didatangkan dari petani lokal sek­i­tar Ser­dang Beda­gai dan sek­i­tarnya, men­cip­takan eko­sis­tem perda­gan­gan yang sal­ing men­gun­tungkan.

Har­ga yang mere­ka tawarkan pun cukup ber­saing. Sebut saja har­ga bawang putih lokal yang dijual Rp28.000 per kilo­gram, cabai mer­ah ker­it­ing Rp45.000 per kilo­gram, dan tomat segar Rp12.000 per kilo­gram  semua ter­go­long sta­bil di ten­gah fluk­tu­asi pasar.

“Pem­be­li kami kebanyakan ibu rumah tang­ga dan peda­gang warung makan. Kadang juga ada dari luar kota yang belan­ja boron­gan,” ujar salah satu pemu­da yang tam­pak memegang botol air min­er­al sam­bil memerik­sa pesanan.

  Bulog Siaga, Beras Melaut Demi Sumut Hebatt

Fenom­e­na ini menun­jukkan bah­wa pasar tra­di­sion­al masih men­ja­di pilar pent­ing dalam sis­tem dis­tribusi pan­gan di Indone­sia.

Mes­ki min­im dig­i­tal­isasi, namun pasar ini tetap hidup den­gan keku­atan komu­ni­tas, keper­cayaan, dan har­ga yang ter­jangkau. Dalam kon­teks pemuli­han ekono­mi pas­capan­de­mi, lapak-lapak semacam ini bahkan men­ja­di penopang nya­ta bagi keta­hanan pan­gan lokal.

Semen­tara itu, para pem­be­li yang dijumpai di lokasi men­gaku senang belan­ja di lapak ini kare­na har­ga lebih ramah dan suasananya lebih bersa­ha­bat diband­ing min­i­mar­ket mod­ern.

Pasar tra­di­sion­al, dalam segala keren­da­han hatinya, tetap men­ja­di pen­ja­ga denyut ekono­mi raky­at. Dan dua pemu­da ini, adalah buk­ti bah­wa masa depan pasar tidak surut jus­tru semakin segar, beren­er­gi, dan penuh hara­pan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *