Berita Daerah

DPP PEMATANK Desak Audit Dana Rutin Kecamatan Pagelaran Utara

443
×

DPP PEMATANK Desak Audit Dana Rutin Kecamatan Pagelaran Utara

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id – Polemik men­ge­nai dugaan keti­dak­transparanan dalam real­isasi Dana Rutin Keca­matan Page­laran Utara (Pan­tu­ra), Kabu­pat­en Pringsewu, Lam­pung, kem­bali men­cu­at. Per­soalan ini bukan hal baru, kare­na sejak beber­a­pa tahun ter­akhir masyarakat setem­pat telah berkali-kali meny­oroti sejum­lah pos belan­ja yang diang­gap jang­gal. Kini, suara keras datang dari Dewan Pimp­inan Pusat (DPP) Perg­er­akan Masyarakat Transparan­si dan Kead­i­lan (PEMATANK) yang mende­sak agar dilakukan audit menyelu­ruh.

Melalui Divisi Inves­ti­gasi, Rio Maykal Yajen­zi meny­atakan kepri­hati­nan­nya atas sikap pihak keca­matan yang dini­lai kurang ter­bu­ka terkait peng­gu­naan anggaran rutin. Menu­rut­nya, anggaran pub­lik seke­cil apa pun wajib dis­am­paikan secara transparan kepa­da masyarakat agar tidak menim­bulkan kecuri­gaan.

“Semestinya jika masyarakat mem­per­tanyakan real­isasi, pihak keca­matan harus mem­beri pen­je­lasan agar tidak jadi asum­si negatif terkait peng­gu­naan anggaran,” tegas Rio, Kamis (02/10/2025).

Isu transparan­si ini men­cu­at sete­lah sejum­lah masyarakat meny­oroti doku­men anggaran rutin Keca­matan Page­laran Utara tahun 2025. Beber­a­pa pos belan­ja diang­gap tidak sesuai kebu­tuhan ser­ta menim­bulkan tan­da tanya. Berikut beber­a­pa item yang pal­ing banyak diper­tanyakan war­ga:

1. Belan­ja Pemeli­haraan Kendaraan Dinas Bermo­tor Rp 52 juta
War­ga mem­per­tanyakan keber­adaan kendaraan dinas yang jus­tru lebih ser­ing ter­li­hat bera­da di rumah salah satu pegawai di Pekon Kemilin, bukan di kan­tor keca­matan.

2. Belan­ja Komunikasi/Internet/TV Berlang­ganan Rp 7,5 juta
Nilai ini diang­gap cukup besar untuk lingkup keca­matan. Pub­lik mer­agukan apakah benar-benar digu­nakan untuk menun­jang pelayanan masyarakat.

3. Belan­ja Tag­i­han Listrik Rp 9,6 juta
Anggaran ham­pir Rp 10 juta dini­lai ter­lalu ting­gi diband­ing kebu­tuhan kan­tor keca­matan yang relatif kecil.

  Ipda David Syajeli Pastikan Operasi Lilin 2025 Hadir Nyata di Rest Area Pringsewu

4. Belan­ja Kon­sum­si Rap­at Rp 23,2 juta
Jum­lah besar dan pen­gu­lan­gan seti­ap tahun mem­bu­at pub­lik meny­oroti poten­si keti­dake­fisien­an peng­gu­naan dana.

5. Belan­ja Kon­sum­si Tam­ba­han Rp 6,1 juta. Kehadi­ran pos tam­ba­han kon­sum­si semakin mem­perku­at dugaan bah­wa anggaran belum dikelo­la den­gan efisien.

 

Sejum­lah masyarakat meni­lai pos-pos terse­but tidak wajar, ter­lebih jika diband­ingkan den­gan kon­disi fasil­i­tas pelayanan pub­lik yang masih min­im. Kri­tik muncul kare­na anggaran jus­tru banyak terser­ap untuk hal-hal yang belum jelas urgensinya.

Menang­gapi desakan dan sorotan pub­lik, Pelak­sana Tugas (Plt) Camat Page­laran Utara, Faseh, mem­berikan jawa­ban singkat melalui pesan What­sApp pada Selasa (30/09/2025). Dalam keteran­gan­nya, ia men­yarankan agar per­tanyaan detail terkait real­isasi anggaran ditu­jukan lang­sung kepa­da ben­da­hara keca­matan.

“Coba mas tanyakan ben­da­hara di keca­matan,” tulis Faseh singkat.

Namun, hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, ben­da­hara keca­matan belum mem­berikan klar­i­fikasi res­mi. Aki­bat­nya, keke­ce­waan masyarakat semakin men­guat kare­na belum ada pen­je­lasan detail terkait pos belan­ja yang diper­tanyakan.

Dalam keteran­gan­nya, Rio Maykal Yajen­zi mende­sak agar Inspek­torat Kabu­pat­en Pringsewu segera turun tan­gan. Ia mem­inta lem­ba­ga pen­gawas inter­nal pemer­in­tah daer­ah itu melakukan audit menyelu­ruh ter­hadap selu­ruh anggaran keca­matan, khusus­nya di Keca­matan Page­laran Utara.

“Kami minta inspek­torat turun lang­sung men­gau­dit selu­ruh anggaran. Kalau ada peny­im­pan­gan, jan­gan ditut­up-tutupi, ser­ahkan saja pada aparat pene­gak hukum,” ujar Rio.

Menu­rut­nya, langkah audit meru­pakan upaya pent­ing untuk mence­gah pem­borosan, penyalah­gu­naan, atau bahkan tin­dak pidana korup­si. Audit juga dini­lai dap­at memulihkan keper­cayaan pub­lik ter­hadap penye­leng­garaan pemer­in­ta­han di tingkat keca­matan.

Sejum­lah tokoh masyarakat setem­pat meni­lai transparan­si anggaran adalah hal mut­lak. Mes­ki jum­lah dana rutin keca­matan tidak sebe­sar anggaran pem­ban­gu­nan di tingkat kabu­pat­en atau provin­si, seti­ap rupi­ah teta­plah bersum­ber dari uang raky­at yang wajib diper­tang­gung­jawabkan.

  Pemkab Simalungun dan BRI Pematang Siantar Teken Nota Kesepakatan Pemanfaatan Jasa Perbankan

“Kalau ada keter­bukaan, masyarakat bisa tahu lang­sung untuk apa saja uang dipakai. Jadi tidak ada lagi kecuri­gaan,” ujar seo­rang pemu­da setem­pat.

Masyarakat men­gusulkan agar pemer­in­tah keca­matan mem­pub­likasikan lapo­ran real­isasi anggaran secara berkala, mis­al­nya seti­ap tri­wu­lan, baik melalui papan pengu­mu­man, web­site res­mi, maupun media sosial keca­matan. Hal ini dihara­p­kan dap­at men­gu­ran­gi kecuri­gaan ser­ta meningkatkan keper­cayaan war­ga ter­hadap pemer­in­tah.

Selain itu, sejum­lah aktivis pemu­da juga beren­cana men­ga­jukan per­mintaan infor­masi res­mi berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 ten­tang Keter­bukaan Infor­masi Pub­lik (KIP). Den­gan dasar hukum terse­but, mere­ka mene­gaskan masyarakat berhak menge­tahui detail peng­gu­naan anggaran keca­matan.

Per­soalan ini berpoten­si masuk ke ranah hukum apa­bi­la dite­mukan adanya penyalah­gu­naan aset maupun anggaran. Oleh kare­na itu, desakan audit dari DPP PEMATANK diang­gap langkah awal yang san­gat pent­ing.

Rio mene­gaskan pihaknya akan terus men­gaw­al kasus ini hing­ga tun­tas. “Kami tidak ingin isu ini berhen­ti hanya pada polemik di masyarakat. Harus ada keje­lasan, kalau per­lu tin­dak hukum bila ada peny­im­pan­gan,” tan­das­nya.

Menu­rut­nya, audit yang transparan tidak hanya berfungsi seba­gai pen­gawasan, tetapi juga men­ja­di dasar tin­dakan hukum apa­bi­la ada pelang­garan. Hal ini sejalan den­gan komit­men pemer­in­tah pusat dalam upaya pem­ber­an­tasan korup­si di berba­gai lev­el pemer­in­ta­han.

Polemik dana rutin keca­matan bukan sekadar per­soalan admin­is­trasi. Lebih jauh, hal ini menyangkut keper­cayaan masyarakat ter­hadap aparat pemer­in­tah. Jika tidak ada keter­bukaan, masyarakat dikhawatirkan semakin kehi­lan­gan keper­cayaan, bahkan dap­at memu­nculkan poten­si kon­flik sosial.

“Dana rutin itu kan bersum­ber dari uang raky­at. Jadi sudah sewa­jarnya masyarakat tahu ke mana uang itu dipakai,” kata seo­rang tokoh masyarakat Page­laran Utara.

Keter­bukaan infor­masi pub­lik, menu­rut war­ga, meru­pakan salah satu cara pal­ing efek­tif untuk meredam kecuri­gaan sekali­gus mem­perku­at sin­er­gi antara pemer­in­tah dan masyarakat.

  Warganet Soroti Pernyataan Sekda DKI Soal Isu Penolakan Pasien Baduy

Untuk dike­tahui, dana rutin keca­matan meru­pakan alokasi anggaran yang digu­nakan untuk men­dukung opera­sion­al sehari-hari pemer­in­ta­han di tingkat keca­matan. Pos belan­ja biasanya men­cakup kebu­tuhan admin­is­trasi, pemeli­haraan sarana, ser­ta kegiatan rap­at dan koor­di­nasi.

Namun, dalam prak­tiknya, pos-pos rutin ker­ap men­ja­di sorotan kare­na diang­gap rawan tumpang tindih dan tidak efisien. Oleh kare­na itu, pent­ing adanya mekanisme pen­gawasan yang ketat, baik dari inter­nal pemer­in­tah maupun dari masyarakat.

Ada beber­a­pa alasan men­ga­pa desakan audit semakin rel­e­van: Mence­gah Penyalah­gu­naan. Audit dap­at memas­tikan apakah anggaran benar-benar digu­nakan sesuai perun­tukan.

Pemer­in­tah keca­matan akan ter­dorong lebih bertang­gung jawab dalam menyusun lapo­ran keuan­gan. Den­gan adanya audit, masyarakat bisa menge­tahui secara jelas ali­ran dana. Jika ada pelang­garan, hasil audit bisa dijadikan buk­ti awal untuk pros­es hukum.

Beber­a­pa penga­mat meni­lai bah­wa solusi dari polemik ini tidak hanya sebatas audit, tetapi juga peruba­han budaya birokrasi. Pemer­in­tah keca­matan dihara­p­kan lebih proak­tif mem­berikan infor­masi tan­pa harus menung­gu desakan masyarakat.

Selain itu, par­tisi­pasi pub­lik juga per­lu diperku­at. Mis­al­nya, den­gan meli­batkan per­wak­i­lan masyarakat dalam forum musyawarah peren­canaan pem­ban­gu­nan (Mus­ren­bang) atau forum kon­sul­tasi pub­lik, sehing­ga peng­gu­naan dana lebih sesuai den­gan kebu­tuhan nya­ta masyarakat.

Hing­ga kini, polemik dugaan keti­dak­transparanan dana rutin di Keca­matan Page­laran Utara masih terus bergulir. Masyarakat menung­gu langkah konkret dari inspek­torat, pemer­in­tah daer­ah, maupun aparat hukum jika ter­buk­ti ada pelang­garan.

DPP PEMATANK mene­gaskan akan terus men­gaw­al kasus ini hing­ga ada keje­lasan. Masyarakat pun berharap agar pemer­in­tah keca­matan segera mem­bu­ka lapo­ran real­isasi anggaran secara ter­bu­ka, sehing­ga tidak ada lagi ruang bagi kecuri­gaan.

Pada akhirnya, transparan­si bukan hanya soal angka, melainkan ten­tang mem­ban­gun keper­cayaan pub­lik dan mem­perku­at akunt­abil­i­tas penye­leng­gara pemer­in­ta­han di tingkat pal­ing dekat den­gan raky­at. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *