Jakarta, SniperNew.id — Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Pramono Anung, menepis kabar yang menyebut adanya penolakan terhadap warga Baduy korban begal oleh rumah sakit di Jakarta. Ia menegaskan bahwa seluruh rumah sakit di wilayah DKI terbuka untuk semua warga tanpa diskriminasi, Minggu (09/11/2025).
“Tidak benar ada penolakan. Semua pasien yang membutuhkan perawatan tetap akan dilayani sesuai prosedur,” tegas Pramono, seperti dikutip dari sumber Detik.
Sebelumnya, isu penolakan tersebut sempat viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial menilai bahwa pelayanan kesehatan di lapangan kerap tidak sesuai dengan pernyataan pejabat.
Akun @ekowijayanto menulis, “Iya bener akan dilayani sesuai prosedur… lha darurat jalur prosedur gak bisa makanya ditolak.”
Sementara akun @mulbdm menambahkan, “Realitanya memang demikian, ada KTP dan KK tapi gak punya uang buat bayar DP gak diterima juga… Pak Gubernur belum pernah jadi orang susah jadi gak ngalamin sendiri.”
Beberapa warganet lainnya juga mempertanyakan jabatan Pramono Anung, sementara yang lain mengkritik klarifikasi pemerintah yang dianggap hanya menyalahkan “masalah bahasa”.
Akun @qasimtaufieq menulis,
“Kata Gubernur masalah bahasa, tapi bahasa yang jadi masalah kata Gubernur. Bahasa jadi persoalan jadi ditolak berobat.”
Tak sedikit pula komentar bernada sinis seperti dari akun @warmadmijan yang menyebut, “Bukti Gubernur terima laporan asal Bapak senang.”
Pernyataan Sekda DKI ini menambah perdebatan publik mengenai akses layanan kesehatan dan dugaan diskriminasi yang terjadi di lapangan, terutama bagi warga yang kurang mampu atau berasal dari kelompok adat.
penulis Iskandar












