Ketapang, SniperNew.id - Anggota tim inpestigasi DPC LAKI Ketapang membenarkan apa yang kejadian disekitar pekerjaan Renovasi terminal bandara Rahadi Oesman dipihak pengurus maupun dinas bandara Rahadi Oesman selalu inerji dengan wartawan maupun LSM.
Mustakin menyesalkan perlakuan pelaksana terhadap wartawan dan LSM yang ingin melakukan investigasi ke lokasi pembangunan dari UPT Direktorat jendral perhubungan udara bandara Rahadi Oesman Ketapang konsultan pengawas dan pelaksana tidak memperkenankan awak media melakukan investigasi meliput pekerjaan Renovasi terminal bandara pada tanggal 17 Oktober 2024
Salah satu staf di kantor UPT dirjen perhubungan bandara Rahadi Oesman saat di temui awak media menjelaskan tidak di izinkan dari pimpinan untuk masuk ke dalam pembangunan renovasi tersebut
Awak media dan LSM kelapangan bertemu dengan konsultan Ragil dan Rahmad pengawas CV. Data kontura sentosa, tidak dapat memberikan izin masuk dengan alasan akan melakukan koordinasi dengan samsi selaku PPK.
Setelah itu salah satu konsultan menghilang pergi pelaksana lapangan PT.Cahaya Sriwijaya abadi, Ivan juga tidak memberi izin dengan alasan agar menemui pihak owner atau UPT direktorat jenderal perhubungan bandar udara Oesman pertanyaan DPC LAKI Ketapang ada apa mereka selalu merasa ketakutan dengan keberadaan wartawan LSM mengawasi kegiatan tersebut.
Padahal itu bukan uang pribadi mereka sumber dana DIPA kantor UPBU rahadi Oesman Ketapang TA. 2024 padahal kita lihat di kontrak sumber dana APBN 2024 sebesar Rp.19.295.537.918.88.
Yang ditandatangani Ahmad samsi Phukha sedangkan kita liat di papan plang proyek terpasang Rp.17.890.000.000.00. lanjut artinya DPC LAKI menyampaikan kepada awak media SniperNeswID Ketapang Kalbar dugaan penyimpangan kontraktor pelaksana PT.Cahaya Sriwijaya abadi.
Konsultan pengawas CV.Faya kontura sentosa sudah jelas di depan mata ucap DPC LAKI Ketapang Kalbar kepada awak media SniperNeswID Ketapang Kalbar, Senin (21/10/2024) (Jumadi)



















