Ketapang, SniperNew.id - Proyek pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, peningkatan rekontruksi di ruas jalan Pelang — Sungai Kepuluk salah satu dari kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Daerah Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat yang saat ini meresahkan atas tumpukan matrial di badan jalan, hingga penguna jalan terjatuh, Selasa (03/11/2024).
Terdapat dilokasi kegiatan yang belum rampung ini tercatat di papan nama kegiatan tersebut tertulis kegiatan pemeliharaan rekontruksi bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024, dengan pagu Rp.18.563.382.000.00,- dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender, dikerjakan oleh rekanan “PT. Clara Citraloka Persada”.
Terungkap oleh beberapa Nara sumber yang juga keluarga penguna jalan yang telah pernah kecelakaan di lokasi kegiatan jalan tersebut, bahwa adanya tumpukan batu matrial di badan jalan itu sangat meresahkan.
“Tumpukan batu matrial yang dibadan Hakan itu sangat meresahkan, karena itu sebagai penyebab kecelakaan alias intai korban, seperti saudara saya sudah terjatuh,” tuturnya.
Senada diungkapkan oleh J bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut sangatlah lambat prosesnya, dan tampak amburadul matrial-matrial batunya sembarangan menumpuk.
“Kami menilai sangat lambat pelaksanaannya , dan amburadul yang kami lihat itu matrial — matrial batunya ditumpuk sembarangan, jika dirapihin dan dipinggirkan dari badan jalan kemungkinan tidak ada korban yang terjatuh dari kendaranyanya,” ungkapnya.
Untuk menyikapi dari berbagai keluhan dari masyarakat penguna jalan, Ketua Tim Investigasi DPC LAKI ANTI KORUPSI INDONESIA Daerah Ketapang dengan tegas menghimbau kepada Dinas PU TR Ketapang agar turun untuk lakukan penertipan dan penegasan terhadap pelaksana dari proyek itu.
“Kami Meminta kepada instansi dinas PUTR agar turun untuk lakukan pengawan dan penertipan terhadap pelaksana kegiatan itu, karna dihawatirkan akan terus memakan korban yang terjatuh yang lebih fatal,” ungkap Ketua DPC LAKI kepada awak media ini.
“Selain itu, agar lakukan pencegahan terhadap orang-orang yang memanfaatkan kesempatan itu dilokasi kegiatan yang korban selaku pengguna jalan terjatuh dari sepeda motornya, menjadi ajang bisnis orang kampung dibikinkan miting jalan melakukan pungutan liar kepada motor dan mobil,” tukas Ketua Tim Investigasi DPC LAKI.
(Penulis: Jumadi)
Editor: (Abdullah)


















