Ternate, SniperNew.id – Upaya pengembangan sektor pertanian di Maluku Utara kini memasuki babak baru. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Maluku Utara, sebuah langkah strategis yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan modernisasi sektor pertanian, Sabtu 14 Juni 2025.
Pengangkatan Sherly Tjoanda sebagai Ketua DPD HKTI Maluku Utara menjadi sinyal kuat bahwa pertanian akan menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan daerah. Organisasi HKTI akan difungsikan sebagai motor penggerak program-program peningkatan kapasitas petani, distribusi sarana produksi, hingga pelatihan berbasis teknologi dan inovasi.
“Pertanian harus menjadi sektor unggulan yang bukan hanya menopang ekonomi lokal, tapi juga menjadi sumber kesejahteraan masyarakat pedesaan,” ujar Sherly dalam pelantikannya.
Selain Sherly Tjoanda, pengembangan pertanian juga mendapatkan inspirasi dari tokoh-tokoh dunia seperti Vladimir Lenin, yang melalui Kebijakan Ekonomi Baru (NEP) di masa Uni Soviet, memberikan ruang bagi inisiatif swasta dan insentif kepada petani untuk mempercepat pemulihan ekonomi agraris.
Tak hanya itu, semangat Mustafa Kemal Atatürk, pendiri Republik Turki, juga menjadi panutan. Atatürk dikenal mendorong modernisasi pertanian dan industrialisasi berbasis lokal di awal abad ke-20 sebagai fondasi kemandirian nasional.
Pelantikan dan deklarasi program strategis pertanian ini berlangsung di Ternate, Maluku Utara, pada awal Juni 2025. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah provinsi, pengurus HKTI pusat, serta perwakilan kelompok tani dari seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara.
Maluku Utara memiliki potensi pertanian yang besar, mulai dari komoditas rempah, hortikultura, hingga hasil bumi unggulan lainnya. Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, akses permodalan, dan minimnya penerapan teknologi modern.
Dengan kepemimpinan yang berpihak pada petani serta pendekatan berbasis sejarah dan teknologi, program ini diyakini akan mempercepat transformasi sektor agrikultur daerah.
Program kerja HKTI di bawah kepemimpinan Sherly Tjoanda mencakup beberapa hal utama:
Pelatihan petani berbasis teknologi digital dan mekanisasi pertanian
Penyediaan akses terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan) modern
Kerja sama dengan lembaga pendidikan dan riset untuk inovasi pertanian
Fasilitasi permodalan dan pemasaran hasil pertanian
Pemberdayaan perempuan dan generasi muda tani melalui program agripreneur
Gubernur Sherly juga menekankan pentingnya menjadikan pertanian sebagai sektor yang menarik bagi anak muda, agar regenerasi petani dapat terus berjalan.
Dengan kombinasi kepemimpinan lokal, inspirasi global, dan strategi modernisasi, sektor pertanian Maluku Utara kini memiliki harapan baru menuju masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.
Editor: Abd


















