Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita TNI

Di Tengah Kabut Papua, Prajurit Jadi Dokter: Luka Rakyat Dirawat dengan Cinta

741
×

Di Tengah Kabut Papua, Prajurit Jadi Dokter: Luka Rakyat Dirawat dengan Cinta

Sebarkan artikel ini

SniperNew.id, Papua Ten­gah — Tan­pa rumah, tan­pa kepas­t­ian. Namun di ten­gah bilik daru­rat berat­ap­kan ter­pal biru dan dedau­nan, puluhan war­ga Kam­pung Erong­gob­ak men­da­p­at seberkas hara­pan: pelayanan kese­hatan dari pra­ju­rit TNI.

Selasa, 24 Juni 2025 Sebanyak 37 war­ga dewasa dan anak-anak yang men­gungsi aki­bat situ­asi kea­manan yang tak menen­tu, mener­i­ma layanan medis dari per­son­el Sat­gas Yonif 700/Wira Yud­ha Cak­ti (WYC) di Pos Ero­ma­ga.

  Kunjungan Kerja Brigjend TNI Raden Wahyu Sugiarto,S.ip,M.Han ( Danrem 143/Ho ) Di Jajaran Kodim 1430/Konut

Bukan di rumah sak­it, bukan di klinik. Tapi di sebuah bilik daru­rat seder­hana, seo­rang pra­ju­rit den­gan lam­bang palang mer­ah di lengan kanan­nya duduk bersim­puh, men­go­b­ati luka kaki seo­rang anak. Tak hanya den­gan per­ban dan salep, tapi den­gan ketu­lu­san hati.

“Mere­ka hanya ingin hidup aman, itu saja,” ujar Let­da Inf Sudirman, Dan­pos Ero­ma­ga, den­gan nada penuh kepri­hati­nan.

“Kami datang bukan sekadar mem­bawa obat, tapi mem­bawa hara­pan. Ini bukan soal tugas, ini soal kemanu­si­aan.”

  Danrem 043/Gatam Hadiri Focus Group Discussion (FGD) Bersama Polda Lampung

Kegiatan pelayanan kese­hatan ini adalah wujud nya­ta: TNI hadir tak hanya seba­gai pen­ja­ga ter­i­to­r­i­al, tapi juga pen­ja­ga kemanu­si­aan. Mere­ka menyam­ban­gi war­ga, men­go­b­ati luka fisik dan luka batin, satu per satu.

Seo­rang ibu tua meme­jamkan mata saat tensinya diukur. Di pelip­is­nya tam­pak lelah hidup. Namun cara pra­ju­rit menggenggam tan­gan­nya, mem­bu­at­nya kem­bali merasa dihar­gai seba­gai manu­sia.

Tak ada kam­era. Tak ada pang­gung. Tapi jus­tru di sanalah letak mak­nanya: hero­isme tan­pa sorotan, kemanu­si­aan tan­pa pam­rih.

 

Pelayanan Kecil, Dampak Besar

  Babinsa dan Relawan Bersihkan Saluran Irigasi Waduk Bade Boyolali

Sat­gas Yonif 700/WYC menun­jukkan bah­wa ketu­lu­san dan kepedu­lian bisa hadir bahkan di tem­pat yang jauh dari per­ad­a­ban. Di ten­gah dingin­nya pegu­nun­gan Papua, mere­ka hadir mem­bawa hangat­nya hara­pan.

“Kita tidak tahu bera­pa lama mere­ka akan terus hidup men­gungsi. Tapi sela­ma kami di sini, kami pastikan mere­ka tidak merasa sendiri,” tam­bah Let­da Sudirman.

 

Luka bisa sem­buh. Tapi trau­ma? Tidak selalu. Di sini­lah per­an kehadi­ran manu­sia lain men­ja­di pent­ing. TNI hadir bukan hanya seba­gai pelin­dung negara, tapi juga pelipur lara bagi mere­ka yang kehi­lan­gan arah. (Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *