Sinak, SniperNew.id – Ratusan warga dari sepuluh kampung di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, harus meninggalkan rumah dan kampung halaman akibat meningkatnya ancaman dari kelompok separatis bersenjata pimpinan Tenius Kulua dan Kalenak Murib. Di tengah krisis kemanusiaan yang mencekam ini, prajurit TNI dari Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti (WYC) hadir membawa secercah harapan.
Sebanyak 932 jiwa dari Kampung Agenggen, Jerusalem, Lambera, Manggame, Mugalolo, Pamebut, Wilewak, Wiyabubu, Wobulo, dan Yugumuak kini mengungsi di Kampung Gigobak. Menyikapi kondisi ini, personel Pos Kout Sinak di bawah komando Letda Ckm Muh. Akbar, Amd. Kep, menggelar pelayanan kesehatan gratis sebagai bentuk kepedulian nyata TNI terhadap rakyat yang tengah dilanda duka.
“Ini bukan sekadar tugas, ini adalah panggilan hati. Kami hadir bukan hanya membawa senjata, tapi juga membawa kemanusiaan,” tegas Letda Ckm Muh. Akbar dengan nada empati.
Tim kesehatan Satgas Yonif 700/WYC melayani warga pengungsi dengan pemeriksaan tekanan darah, distribusi obat-obatan, serta tindakan medis ringan lainnya. Lansia, ibu hamil, anak-anak—semua mendapat perhatian yang merata. Meski dengan peralatan sederhana, ketulusan dan kerja sigap para prajurit memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Suasana penuh haru pun menyelimuti kegiatan tersebut. Dari yang semula trauma dan ketakutan, para pengungsi kini mulai menunjukkan senyuman dan rasa syukur. Kehadiran TNI tidak hanya dirasakan sebagai penjaga keamanan, tapi juga sebagai pelindung kehidupan.
Kegiatan kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa TNI, khususnya Satgas Yonif 700/WYC, memegang peran strategis bukan hanya di medan tempur, tetapi juga di ruang-ruang kemanusiaan. Di tanah Papua, mereka adalah sahabat rakyat.
Laporan: Autentikasi Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti.
Editor: (Ahmad)







