Berita TNI

“TNI Datang, Nyawa Terselamatkan! Satgas Yonkav 3/AC Bantu Korban Kecelakaan di Jalan Bekuan Luyang”

593
×

“TNI Datang, Nyawa Terselamatkan! Satgas Yonkav 3/AC Bantu Korban Kecelakaan di Jalan Bekuan Luyang”

Sebarkan artikel ini

Sintang, Kalbar, SniperNew.id – Aksi heroik dan penuh empati kembali ditunjukkan oleh personel TNI yang bertugas di perbatasan Indonesia – Malaysia. Kali ini, Pos Komando Utama (Kout) Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonkav 3/Andhaka Cakti (AC) memberikan bantuan medis cepat kepada korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Rabu 17 Juni 2025.

Peristiwa yang terjadi pada Senin pagi, 16 Juni 2025, ini menegaskan peran vital Satgas Pamtas tak hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan di kawasan perbatasan.

Kecelakaan Terjadi di Jalan Bekuan Luyang, Insiden bermula saat seorang warga mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di Jalan Bekuan Luyang, sebuah jalur yang kerap dilalui oleh masyarakat lokal di wilayah perbatasan. Korban mengalami luka-luka cukup serius akibat benturan keras dan langsung dibawa oleh warga sekitar ke Pos Kout Satgas Pamtas Yonkav 3/AC, yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Korban tiba dalam kondisi mengalami luka terbuka di bagian kaki dan lecet pada beberapa bagian tubuh. Segera kami ambil tindakan pertolongan pertama,” ujar Letda Ckm Taufik Hidayat, Komandan Ton Kesehatan (Dantonkes) yang memimpin langsung proses evakuasi dan perawatan.

Penanganan Cepat oleh Tim Medis Satgas Pamtas, Didampingi oleh Serda Siswantoro, tim medis dari Pos Kout langsung melakukan pemeriksaan dan perawatan intensif terhadap korban. Proses pembersihan luka, penanganan perdarahan, dan observasi kondisi vital dilakukan dengan sigap, menggunakan fasilitas dan perlengkapan kesehatan yang tersedia di pos tersebut.

Penanganan cepat ini sangat membantu menstabilkan kondisi korban, sebelum nantinya dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan jika diperlukan.

“Ini bagian dari tugas dan tanggung jawab kami. Di wilayah perbatasan, masyarakat sangat bergantung pada Satgas Pamtas dalam situasi darurat seperti ini,” tambah Letda Taufik.

Aksi kemanusiaan yang ditunjukkan Satgas Pamtas Yonkav 3/AC menuai apresiasi dari berbagai pihak, terutama keluarga korban. Salah satu anggota keluarga, Sdr. Ahmad, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Satgas Pamtas yang telah membantu pengobatan keluarga kami. Kalau tidak segera ditangani, mungkin lukanya bisa makin parah. TNI di perbatasan ini memang luar biasa,” ujar Ahmad.

Insiden ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa keberadaan Satgas Pamtas Yonkav 3/AC bukan hanya untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI dari berbagai potensi ancaman lintas batas, tetapi juga menjadi pelindung dan penolong bagi masyarakat lokal, khususnya dalam pelayanan kesehatan.

Komandan Satgas Pamtas Yonkav 3/AC, Mayor Kav Ronald Tampubolon, dalam keterangannya menyatakan bahwa prajuritnya akan terus memberikan pelayanan terbaik untuk rakyat.

“Kami memang ditugaskan untuk menjaga wilayah perbatasan. Tapi lebih dari itu, kami hadir untuk menjadi bagian dari masyarakat di sini. Ketika masyarakat butuh bantuan, kami akan hadir,” ungkapnya dalam pernyataan resmi.

Wilayah Ketungau Hulu merupakan daerah terpencil yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Akses ke fasilitas kesehatan memadai cukup terbatas, dengan jarak dan medan yang sulit ditempuh dalam waktu cepat. Di sinilah keberadaan Satgas Pamtas menjadi sangat krusial.

Dalam banyak kasus, pos-pos Satgas sering kali menjadi tempat pertama yang diandalkan warga untuk mendapatkan pertolongan medis awal. Tim kesehatan militer yang bertugas biasanya sudah memiliki pelatihan lengkap untuk menangani situasi darurat hingga korban dapat ditangani lebih lanjut oleh tenaga medis profesional di rumah sakit.

Dalam insiden ini, nama-nama personel TNI yang turun langsung adalah:

Letda Ckm Taufik Hidayat – Komandan Tim Kesehatan Pos Kout

Serda Siswantoro – Bintara Kesehatan (Bakes)

Selain tim medis, sejumlah personel dari Pos Kout Satgas juga terlibat dalam proses evakuasi dan pengamanan situasi di sekitar lokasi kecelakaan.

Setelah menerima perawatan awal, kondisi korban dipastikan stabil dan dalam pengawasan. Jika dalam waktu 24 jam ke depan ditemukan gejala lanjutan atau kondisi yang mengkhawatirkan, tim Satgas akan memfasilitasi rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat yang lebih lengkap.

Di sisi lain, Satgas Pamtas Yonkav 3/AC akan terus meningkatkan kesiapan tim medis di semua pos, terutama dalam menghadapi musim penghujan yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan-jalan perbatasan yang licin dan rusak.

Misi kemanusiaan ini menjadi gambaran bagaimana prajurit TNI dari Yonkav 3/Andhaka Cakti bukan hanya pasukan tempur, tetapi juga pelayan rakyat yang siap hadir di saat paling dibutuhkan. Dengan semboyan “Tri Daya Cakti”, prajurit Yonkav 3 terus menjunjung tinggi nilai kepedulian, respons cepat, dan dedikasi total dalam menjalankan tugas negara.

Masyarakat Ketungau Hulu kembali diyakinkan bahwa mereka tidak sendiri. Di tengah keterbatasan dan tantangan wilayah perbatasan, TNI hadir sebagai sahabat, pelindung, dan penyelamat.

Email: [email protected]
Editor; Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *