Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Bupati Bandung Bertakziyah ke Rumah Duka Korban Pembunuhan

276
×

Bupati Bandung Bertakziyah ke Rumah Duka Korban Pembunuhan

Sebarkan artikel ini

Ban­dung, SniperNew.id -- Bupati Ban­dung Dadang Supri­at­na bertakziyah ke rumah duka kor­ban pem­bunuhan seo­rang perem­puan berin­isial IN (24), di Kam­pung Bababakan, Desa Pan­gauban, Keca­matan Pacet, Kabu­pat­en Ban­dung, Senin (5/8–2024).

Bupati Ban­dung men­e­mui kepala kelu­ar­ga kor­ban, Endang, untuk men­gu­cap­kan turut bela­sungkawa dan mem­berikan san­tu­nan. Bupati juga men­doakan kor­ban dan kepa­da kelu­ar­ga yang dit­ing­galkan almarhumah diberikan ketaba­han dalam meng­hadapi musi­bah.

Bupati men­gaku kaget mener­i­ma infor­masi ten­tang musi­bah yang menim­pa kelu­ar­ga kor­ban, ter­lebih kor­ban dibunuh secara sadis oleh empat pelaku yang kini sudah dita­han Pol­res­ta Ban­dung.

  Turut Aksi Pimpin Pasukan Semut Merah di Mapolresta Pekanbaru, AMI Meminta AWB Dukung Penuh PH Basminews.Net lakukan Somasi kepada Media-media Tuding NSG Wartawan Gadungan 

Kaget­nya lagi, imbuh bupati, pelaku uta­manya adalah sua­mi dari kor­ban sendiri yang menikah secara siri. Sebelum dite­mukan jasad­nya, kor­ban dila­porkan hilang sela­ma 7 bulan oleh kelu­ar­ganya.

“Saya bertakziyah ke rumah bapaknya almarhumah, Pak Endang yang sedang meng­hadapi ujian musi­bah dan saya menyam­paikan turut berdu­ka cita. Semoga almarhumah mening­gal hus­nul kho­timah,” ucap bupati seu­sai bertaziyah.

Itu­lah makanya, kata bupati, dirinya ker­ap meni­tip­kan pesan agar para alim ula­ma untuk terus mem­berikan dak­wah kepa­da masyarakat, agar pen­ingkatan men­tal dan keimanan atau spir­i­tu­al masyarakat ini bisa betul-betul diper­hatikan.

“Yang jelas kita harus lebih meningkatkan ketaqwaan kita agar bisa lebih mengisi men­tal spir­i­tu­al kita sehing­ga keimanan kita bisa sta­bil,” ucap Bupati Dadang Supri­at­na yang akrab dis­apa Kang DS ini.

Ter­ma­suk kepa­da jajaran kepolisian, dan pemer­in­ta­han desa, bupati juga berpe­san agar jan­gan sam­pai ter­ja­di kon­flik hor­i­zon­tal yang dipicu oleh keja­di­an pem­bunuhan seper­ti ini.

  Pelaku Pencurian Motor dan Penadah di Pringsewu Dibekuk Polisi

“Kita negara hukum, maka kita ser­ahkan kita per­cayakan sepenuh­nya pros­es penan­ganan hukum kasus ini ke pihak kepolisian. Jan­gan sam­pai ada kon­flik hor­zon­tal aki­bat den­dam kelu­ar­ga kor­ban, kita ser­ahkan ke kepolisian,” pesan Kang DS.

Pihaknya pun akan meman­tau kasus ini den­gan terus berko­r­di­nasi bersama Pol­res­ta Ban­dung dan kelu­ar­ga kor­ban melalui pemer­in­ta­han keca­matan maupun desa.

Sebelum­nya diber­i­takan, Pol­res­ta Ban­dung berhasil men­gungkap dan menangkap empat pelaku kasus tin­dak pidana pem­bunuhan yang ter­ja­di di Kam­pung Bababakan, Desa Pan­gauban, Keca­matan Pacet yang baru dila­porkan oleh kelu­ar­ga kor­ban pada 30 Juli 2024. Pada­hal kor­ban diny­atakan hilang sejak Jan­u­ari 2024.

Kurang dari 1x24 jam empat pelaku berhasil ditangkap. Pada tang­gal 28 Juli 2024, kelu­ar­ga kor­ban baru men­da­p­atkan infor­masi dari war­ga yang men­gatakan tidak usah lagi men­cari kor­ban, kare­na sudah dibunuh oleh suaminya yaitu ter­sang­ka AS.

  Dana Sertifikasi TW IV Tahun 2024 Tak Kunjung Cair, Guru Sangat Resah

Kor­ban pun telah di kubur di area per­buk­i­tan di kawasan Desa Pan­gauban, dan tak jauh dari rumah pelaku. Polisi pun melakukan pem­bogkaran kubu­ran atau ekshu­masi, kemu­di­an mem­bawa jenazah ke rumah sak­it untuk diotop­si.

Kapol­res­ta Ban­dung Kombes Pol Kus­woro Wibowo men­gungkap­kan, motif pem­bunuhan yang dilakukan ter­sang­ka AS adalah cem­bu­ru kare­na menden­gar rumor bah­wa kor­ban telah bersel­ingkuh.

Walaupun belum bisa dibuk­tikan oleh ter­sang­ka bah­wa kor­ban sel­ingkuh, namun ter­sang­ka melakukan per­bu­atan­nya den­gan diban­tu oleh tiga teman­nya.

“Untuk melakukan pem­bunuhan, kemu­di­an mem­inta satu orang teman­nya lagi untuk mem­bu­at gali kubu­ran, dan kemu­di­an jasad kor­ban dikubur. Ter­sang­ka uta­ma yaitu sua­mi kor­ban, melarikan diri ke Kabu­pat­en Bogor hing­ga berhasil kami tangkap,” kata Kapol­res­ta Ban­dung. (Toto)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *