Yogyakarta, SniperNew.id – Suasana duka menyelimuti keluarga almarhum Rheza Sendy Pratama di Sleman, Yogyakarta, pada Rabu (4/9/2025). Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono datang langsung ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Kunjungan ini disampaikan melalui unggahan resmi akun media sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia (@kemensosri) yang menuliskan bahwa kedatangan Wamensos bukan hanya sebagai perwakilan pemerintah, melainkan juga bentuk nyata empati dan dukungan moral.
Peristiwa ini adalah kunjungan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono ke rumah duka keluarga Rheza Sendy Pratama. Dalam kunjungan tersebut, Agus Jabo menyampaikan ungkapan belasungkawa yang mendalam. Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan perhatian dan kepedulian bagi masyarakat yang mengalami musibah.
Selain menyampaikan doa dan dukungan, Wamensos juga menyerahkan santunan duka cita kepada keluarga. Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari program perlindungan sosial yang dikelola oleh Kementerian Sosial.
Video yang diunggah memperlihatkan Agus Jabo berjabat tangan dengan keluarga almarhum. Tampak pula sejumlah orang mendampingi, termasuk warga sekitar yang ikut menyaksikan momen tersebut. Tulisan dalam video bertuliskan:
“Wakil Menteri Sosial Kunjungi Keluarga Rheza Sendy Pratama”
Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, yang mewakili pemerintah dalam menyampaikan duka cita dan memberikan santunan.
Keluarga almarhum Rheza Sendy Pratama, sebagai pihak yang menerima kunjungan, belasungkawa, dan santunan.
Kementerian Sosial RI, sebagai lembaga negara yang berwenang dalam menyalurkan bantuan sosial serta memastikan kepedulian pemerintah dirasakan langsung oleh masyarakat.
Agus Jabo hadir bukan hanya sebagai pejabat publik, tetapi juga pribadi yang menunjukkan empati terhadap keluarga korban. Hal ini ditunjukkan melalui sikap hangat, penghormatan, serta penyampaian doa untuk almarhum.
Kunjungan berlangsung pada Rabu, 4 September 2025, di kediaman keluarga almarhum Rheza Sendy Pratama yang berada di wilayah Sleman, Yogyakarta.
Unggahan resmi Kementerian Sosial RI tentang peristiwa ini dipublikasikan pada 11 jam yang lalu dari tangkapan layar yang beredar, menunjukkan bahwa kementerian aktif membagikan informasi kegiatan pejabatnya agar masyarakat luas mengetahui bentuk perhatian yang diberikan.
Peristiwa berlangsung di rumah keluarga almarhum Rheza Sendy Pratama di Sleman, Yogyakarta. Lokasi ini menjadi pusat suasana duka sekaligus tempat berlangsungnya prosesi penerimaan kunjungan Wamensos.
Sleman sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah penyangga Kota Yogyakarta dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Kehadiran pejabat pusat di tengah masyarakat Sleman menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah kepada daerah, bukan hanya di ibu kota negara, tetapi juga hingga tingkat kabupaten.
Kunjungan dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang sedang berduka. Kementerian Sosial memiliki mandat untuk melindungi dan mendampingi warga negara dalam situasi sulit, termasuk ketika kehilangan anggota keluarga.
Dengan hadir langsung, Wamensos ingin memastikan bahwa keluarga tidak merasa sendirian. Santunan yang diserahkan juga menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memberikan sedikit keringanan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Agus Jabo Priyono menekankan bahwa kepedulian bukan hanya dalam bentuk kata-kata, tetapi juga tindakan nyata. Kehadiran pejabat negara di rumah duka menjadi simbol bahwa pemerintah hadir bersama rakyat dalam suka maupun duka.
Peristiwa berlangsung secara sederhana namun penuh makna. Wamensos datang mengenakan pakaian resmi lapangan lengkap dengan rompi bertuliskan Kemensos. Ia disambut langsung oleh keluarga almarhum di depan rumah.
Dalam video yang dibagikan, tampak Agus Jabo bersalaman dan berbicara singkat dengan keluarga. Ekspresi duka dan kehangatan terlihat dalam interaksi tersebut. Di sekitar lokasi, masyarakat dan petugas ikut menyaksikan serta mengabadikan momen dengan kamera ponsel.
Setelah menyampaikan belasungkawa, Wamensos menyerahkan santunan duka cita. Proses penyerahan dilakukan secara simbolis sebagai tanda bahwa pemerintah benar-benar hadir membantu. Acara berlangsung penuh kekhidmatan tanpa ada unsur seremonial berlebihan.
Kunjungan ini mencerminkan prinsip “Kemensos Selalu Ada” sebagaimana tertulis dalam tayangan video. Slogan ini menegaskan bahwa kementerian berusaha hadir di setiap situasi masyarakat, khususnya saat menghadapi musibah.
Dalam konteks sosial, santunan yang diberikan tidak bisa sepenuhnya menghapus rasa kehilangan, namun setidaknya menjadi bentuk kepedulian yang nyata. Kehadiran pejabat pemerintah memberi dukungan moral yang dapat meringankan beban keluarga.
Lebih jauh, tindakan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menegakkan prinsip keadilan sosial. Bantuan sosial tidak hanya diberikan kepada masyarakat miskin atau terdampak bencana, tetapi juga kepada setiap warga negara yang mengalami musibah.
Meski tidak semua ucapan terekam dalam video, keluarga tampak menerima dengan penuh rasa syukur. Kehadiran Wakil Menteri Sosial menjadi penghormatan tersendiri bagi keluarga almarhum.
Warga sekitar yang turut menyaksikan menyatakan bahwa kunjungan seperti ini sangat berarti. Bukan hanya bentuk bantuan materi, tetapi juga sebagai bukti bahwa pemerintah tidak berjarak dengan rakyat.
Kunjungan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono ke rumah keluarga almarhum Rheza Sendy Pratama di Sleman, Yogyakarta, pada 4 September 2025, merupakan peristiwa penting yang menunjukkan empati pemerintah kepada rakyatnya.
Dengan menyampaikan belasungkawa secara langsung dan menyerahkan santunan duka cita, pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat yang berduka tidak merasa sendirian. Kunjungan ini sekaligus memperkuat pesan bahwa Kementerian Sosial senantiasa hadir dalam setiap situasi yang dihadapi warga negara.
Momen ini bukan hanya sekadar agenda formal, melainkan wujud nyata kepedulian, penghormatan, dan solidaritas pemerintah terhadap rakyatnya. (Ahmad)












