Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Pendidikan

Belajar di Bawah Terik: Puluhan Siswa MIS Blang Rakal Belum Punya Kelas

452
×

Belajar di Bawah Terik: Puluhan Siswa MIS Blang Rakal Belum Punya Kelas

Sebarkan artikel ini

Ben­er Meri­ah, SniperNew.id — Di ten­gah kema­juan dunia pen­didikan, potret memilukan masih dite­mukan di Kabu­pat­en Ben­er Meri­ah. Puluhan siswa kelas satu di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Blang Rakal ter­pak­sa bela­jar di hala­man seko­lah kare­na keti­adaan ruang kelas. Fenom­e­na ini men­u­ai kepri­hati­nan masyarakat luas, ter­lebih di era mod­ern yang seharus­nya men­jamin fasil­i­tas pen­didikan yang layak bagi semua.

  Duolingo, Aplikasi Belajar Bahasa Gratis Terpopuler di Dunia Kini Hadir Lebih Seru

Kepala MIS Blang Rakal, Miskal, men­gungkap­kan bah­wa kon­disi terse­but sudah berlang­sung sejak tahun ajaran baru dim­u­lai. Seko­lah terse­but hanya memi­li­ki dela­pan ruang bela­jar (rum­ber) yang semuanya telah digu­nakan untuk siswa kelas 2 hing­ga kelas 6.

“Jum­lah siswa kelas 2 sam­pai 6 men­ca­pai 241 orang. Kare­na keter­batasan ruang, kami tidak pun­ya pil­i­han lain selain mengge­lar pros­es bela­jar men­ga­jar siswa kelas 1 di lapan­gan seko­lah,” ujar Miskal saat dite­mui pada Rabu (16/7/2025).

Tak hanya soal ruang, MIS Blang Rakal juga men­gala­mi keku­ran­gan tena­ga pen­ga­jar. Saat ini, seko­lah hanya memi­li­ki dua guru PNS dan diban­tu oleh 12 guru hon­or­er yang den­gan segala keter­batasan tetap mengab­dikan diri demi pen­didikan anak-anak di daer­ah terse­but.

  Satu Murid Satu Kelas! SDN 1 Kendalrejo Tetap Semangat Meski Hanya Dapat Satu Siswa Baru

Pihak seko­lah, lan­jut Miskal, telah beru­lang kali men­ga­jukan per­mo­ho­nan penam­ba­han ruang kelas ke Kementer­ian Aga­ma (Keme­nag) Ben­er Meri­ah. Namun, hing­ga kini belum ada tang­ga­pan posi­tif.

“Kami sudah usulkan beber­a­pa kali, tapi alasan yang diberikan kare­na seko­lah ini masih bersta­tus swasta sehing­ga belum men­ja­di pri­or­i­tas,” jelas­nya den­gan nada kece­wa.

Kon­disi ini meman­tik reak­si keras dari war­ga setem­pat. Hasan, salah satu wali murid, menyuarakan kepri­hati­nan sekali­gus kegera­man­nya.

“Anak-anak kami seper­ti dianak­tirikan. Di zaman sekarang, masih ada murid yang bela­jar di bawah terik mata­hari. Ini menyay­at hati,” ucap Hasan.

Ia mene­gaskan bah­wa lokasi seko­lah yang bera­da di pin­tu ger­bang Kabu­pat­en Ben­er Meri­ah dari arah Bireuen seharus­nya men­ja­di per­ha­t­ian pemer­in­tah.

  Cinta Anak Bangsa Jadi Motivasi Prabowo Subianto Terus Berjuang

“Jan­gan biarkan anak-anak kami tum­buh dalam ketert­ing­galan. Kami mende­sak pemer­in­tah buka mata dan segera ban­gun ruang bela­jar yang layak,” tegas­nya.

Kasus ini men­ja­di cer­min nya­ta bah­wa masih banyak titik-titik di pelosok negeri yang luput dari per­ha­t­ian. Saat seba­gian siswa di kota bela­jar den­gan fasil­i­tas dig­i­tal dan berpendin­gin ruan­gan, siswa MIS Blang Rakal harus berjuang mema­ha­mi pela­jaran sam­bil berpanas-panasan.

Diper­lukan langkah konkret dari pemer­in­tah daer­ah maupun pusat agar tidak ada lagi anak bangsa yang bela­jar dalam kon­disi yang tidak manu­si­awi. Pen­didikan adalah hak semua war­ga negara, tan­pa terke­cuali. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *