Berita Pendidikan

“Pendidikan Gratis: Manfaat Nyata atau Ancaman Moral Tersembunyi?”

932
×

“Pendidikan Gratis: Manfaat Nyata atau Ancaman Moral Tersembunyi?”

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Di ten­gah eufo­ria keber­hasi­lan pro­gram Pen­didikan Gratis yang dicanangkan pemer­in­tah, terselip sebuah fenom­e­na sosial yang mulai menge­mu­ka di masyarakat. Pro­gram ini memang patut diapre­si­asi atas kemam­puan­nya mem­bu­ka akses pen­didikan selu­as-luas­nya bagi selu­ruh anak bangsa, tan­pa terk­endala fak­tor ekono­mi. Namun, di balik man­faat yang ter­li­hat, muncul sejum­lah tan­ta­n­gan serius yang per­lu dicer­mati bersama, Jumat 27 Juni 2025.

  Program Pemberdayaan Jadi Perhatian

Kon­sep “Rego Gowo Rupo” yang berar­ti “har­ga mencer­minkan kual­i­tas” dalam kon­teks ini men­ja­di reflek­si kri­tis atas pelak­sanaan pen­didikan gratis. Keti­ka biaya bukan lagi men­ja­di peng­ha­lang, muncul kecen­derun­gan baru: pen­didikan mulai kehi­lan­gan mak­na per­juan­gan dan nilai.

Hal ini secara per­la­han mulai memen­garuhi pola pikir dan per­i­laku peser­ta didik, ser­ta dinami­ka relasi antara anak dan orang tua.

Salah satu dampak nya­ta yang mulai terasa adalah menu­run­nya peng­har­gaan ter­hadap pros­es bela­jar. Kare­na merasa tidak “mem­ba­yar”, seba­gian siswa cen­derung mengabaikan pros­es pen­didikan yang sebe­narnya penuh mak­na. Kehadi­ran di seko­lah men­ja­di sekadar ruti­ni­tas, bukan sebuah kesem­patan emas untuk mengem­bangkan diri.

  Diduga Makanan Tak Layak, Program Makan Bergizi di TK Nurul Qomar Diprotes Wali Murid

Pada­hal, seman­gat bela­jar dan etos ker­ja seharus­nya tetap men­ja­di pon­dasi uta­ma keber­hasi­lan pen­didikan.

Lebih jauh, relasi antara anak dan orang tua pun mulai men­gala­mi perge­ser­an. Anak-anak merasa bah­wa mere­ka tidak lagi bergan­tung pada per­juan­gan atau pen­gor­banan orang tua untuk mem­per­oleh pen­didikan. Hal ini, tan­pa dis­adari, menu­runk­an tingkat peng­hor­matan dan empati mere­ka ter­hadap kelu­ar­ga.

Namun, yang pal­ing mem­pri­hatinkan adalah per­la­han terkik­isnya moral­i­tas dan sikap (atti­tude) peser­ta didik. Keti­ka pen­didikan diberikan tan­pa nilai per­juan­gan, maka karak­ter dan budi peker­ti berisiko ter­abaikan. Nilai-nilai seper­ti tang­gung jawab, rasa hor­mat, dan disi­plin per­la­han tergeser oleh rasa abai dan sikap prag­ma­tis.

  Pesan Haru di Threads: Wisuda Tanpa Orang Tua Mengundang Empati Warganet

Pen­didikan gratis bukan­lah kesala­han, melainkan kebi­jakan yang butuh pen­dampin­gan nilai. Sudah saat­nya pemangku kepentin­gan, pen­didik, dan orang tua bersin­er­gi memas­tikan bah­wa akses pen­didikan tetap dibaren­gi den­gan pem­ben­tukan karak­ter yang kuat. Kare­na pada akhirnya, pen­didikan sejati bukan hanya ten­tang bebas biaya, tetapi juga ten­tang mem­ban­gun manu­sia seu­tuh­nya. (Red)

Sem­ber: (Face­book: “Yudi Yan­to”)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *